Standard 7.2

7.2   Kegiatan Pelayanan/Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

7.2.1.Jelaskan kebijakan dan sistem pengelolaan kegiatan PKM  (lembaga/unit  yang menangani masalah, agenda, pedoman penyusunan usul dan pelaksanaan, serta  pendanaan PKM).

Kebijakan dan Sistem Pengelolaan Kegiatan PKM
Kebijakan dan sistem pengelolaan kegiatan PKM UNPATTI tertuang dalam dokumen/buku Pedoman Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Pattimura sesuai Surat Keputusan Rektor Nomor: 403/UN13/SK/2016. Di dalam dokumen pedoman PKM tersebut, Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPKM) telah menetapkan kebijakan, prioritas dan sistem pengelolaan PKM UNPATTI. Sehubungan dengan itu, telah ditetapkan bahwa misi dan tujuan PKM adalah:

  1. Meningkatkan kegiatan PKM atas dasar tanggungjawab sosial demi kepentingan rakyat melalui Pengabdian kepada Masyarakat/Pelayanan Masyarakat (PM), dan
  2. Melaksanakan kegiatan PKM berdasarkan hasil-hasil penelitian sebagai bentuk desiminasi hasil-hasil penelitian untuk menyelesaikan masalah-masalah aktual di dalam masyarakat.

Adapun kebijakan yang dibuat UNPATTI di bidang PKM antara lain :

  1. UNPATTI mengalokasikan dana PKM berkisar antara  Rp. 150.000.000,- sampai Rp. 200.000.000,- per tahun, dimana setiap judul PKM akan diberikan dana sebesar Rp. 10.000.000,-  (seleksi dilakukan oleh Lembaga PKM).
  2. Fakultas mengalokasikan dana PKM sebesar Rp. 10.000.000,- per program studi.

Pedoman Penyusunan Usulan dan Pelaksanaan PKM
Universitas Pattimura telah memiliki buku Pedoman Pengabdian Kepada Masyarakat yang disusun mengacu pada Panduan Pengabdian Kepada Masyarakat yagn diterbitkan oeh  Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat  (DP2M), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti). Pedoman PKM tersebut dipublikasikan pada website UNPATTI yaitu http://www.unpatti.ac.id dan didistribusi ke seluruh fakultas di lingkungan UNPATTI. dalam panduan PKM mencakup hal- hal sebagai berikut berikut :

A. Arah dan Fokus Kegiatan PKM
Arah dan fokus kegiatan PKM yang tertuang dalam buku pedoman Pengelolaan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Lingkungan Universitas Pattimura disesuaikan dengan arah kebijakan Renstra Universitas Pattimura tahun 2011 – 2015. Kegiatan PKM di lingkungan UNPATTI difokuskan pada 4 bidang prioritas, yaitu :

  1. Pemberdayaan Masyarakat (Social Capital and Capacity Building)
  2. Peningkatan Nilai Tambah Produk Sumberdaya Alam (Value Added)
  3. Ketahanan Pangan dan Farmasi (Food security and Pharmacy)
  4. Energi Terbarukan (Renewable Energy)

Disamping 4 bidang prioritas di atas, fokus kegiatan PKM UNPATTImengikuti agenda DP2M Dikti. Seluruh unit pelaksana kegiatan PKM baik di tingkat Fakultas maupun universitas wajib menjabarkan arah dan fokus kegiatan PKM tersebut ke dalam program kerja masing-masing unit sesuai dengan prasarana dan kompetensi dari masing-masing unit. Selain itu, prosedur kegiatan PKM di lingkungan UNPATTI disusun berdasarkan Standard Operating Prosedure (SOP) dokumen terlampir.

B. Jenis dan Rekam Jejak PKM
Universitas Pattimura memiliki kebijakan untuk mengalokasikan anggaran PNBP (± Rp. 200 juta), dimana setiap judul PKM akan didanai sebesar Rp. 10.000.000,- Prosedur pengusulan sebagai berikut: dosen mengajukan proposal ke Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat UNPATTI, kemudian proposal PKM tersebut diseleksi oleh dua orang reviewer. Pedoman penilaian tertera dalam buku Panduan PKM. Hasil seleksi diumumkan kepada dosen melalui surat kepada fakultas/prodi dan dosen yang bersangkutan.

Proposal yang lulus seleksi akan diajukan oleh lembaga PKM ke universitas untuk didanai dan ditetapkan dengan Surat Keputusan Rektor. Pencairan dana kepada dosen dilakukan secara bertahap sesuai aturan, yaitu  70% tahap pertama, dan 30% tahap pelaporan hasil PKM. Hasil kegiatan PKM diseminarkan, dan semua laporan PKM wajib didokumentasikan pada lembaga PKM UNPATTI dalam bentuk hardcopy maupun softcopy. Contoh rekam jejak kegiatan PKM di tingkat Universitas sebagai berikut:

Gambar 7.2.1 (SK)

Kebijakan di tingkat fakultas dilakukan dengan mengalokasikan dana PNBP Fakultas untuk kegiatan PKM sebesar Rp. 5.000.000,- per prodi. Proposal yang akan didanai ditetapkan dengan Surat Keputusan Dekan. Contoh rekam jejak PKM di tingkat Fakultas dapat dilihat di bawah ini.

Gambar 7.2.2 (SK)

Rekam jejak kegiatan PKM dosen UNPATTIpada tahun 2015 yang didanai oleh DP2M Dikti adalah sebagai berikut:

  1. Pengabdian dosen Skim IbM yang dibiayai oleh DIPA Dikti terealisasi sebanyak 11 proposal dengan total dana sebesar Rp. 462 juta dan  melibatkan sebanyak 33 dosen.
  2. Pengabdian dosen Skema Hi-Link yang dibiayai oleh DIPA Dikti terealisasi sebanyak 1 proposal dengan total dana sebesar Rp. 220 juta dan  melibatkan sebanyak 2 dosen.
  3. Pengabdian dosen yang dibiayai BOPTN terealisasi sebanyak 8 proposal dengan total dana sebesar Rp. 160 juta dan  melibatkan sebanyak 14 dosen.

Selain melaksanakan kegiatan PKM, UNPATTI juga melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Sebagai contoh, pada tahun 2015, Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat UNPATTI melaksanakan kegiatan KKN angkatan 41 gelombang II dengan jumlah 1.280 mahasiswa dan angkatan 42 gelombang I dengan jumlah 1.539 mahasiswa.

C. Pola Kerjasama dengan pihak luar

Universitas Pattimura telah melakukan kerja sama dibidang pengabdian kepada masyarakat dengan pihak instansi pemerintah maupun swasta. Kerjasama tersebut dituangkan dalam bentuk MoU (Memorandum of Understanding) atau MoA (Memorandum of Agreement), kemudian ditindaklanjuti dengan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Pola Kerjasama dengan pihak luar (instansi pemerintah maupun swasta) adalah adalah sebagai berikut:

  1. Pola pembiayaan penuh, dan
  2. Pola pembiayaan sharing

Contoh kegiatan PKM melalui kerja sama yang terealisasi pada tahun 2015 adalah sebagai berikut:

  1. Kerjasama dengan Balai POM Provinsi Maluku tentang KKN Tematik untuk mahasiswa bertema Sosialisasi Makanan dan Minuman Sehat pada wilayah Kota Ambon dan Maluku Tengah. Total dana sebesar Rp. 15 juta dan melibatkan sebanyak 20 dosen sebagai instruktur KKN Tematik;
  2. Kerjasama dengan Kementerian PUPR tentang KKN Tematik untuk mahasiswa bertema SPAM Perdesaan pada wilayah Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Barat dan Kabupaten Seram Bagian Timur. Jumlah desa sasaran adalah 6 (enam) desa. Total dana sebesar Rp. 75 juta. Dosen sebagai instruktur yang terlibat sebanyak 12 dosen;
  3. Kerjasama dengan Kementerian PUPR tentang KKN Tematik untuk mahasiswa bertema Sosialisasi Penataan Rumah dan Lingkungan Kumuh pada wilayah Kota Ambon. Jumlah Kelurahan yang menjadi sasaran adalah 6 (enam) kelurahan. Total dana sebesar Rp 9 juta. Dosen sebagai instruktur yang terlibat sebanyak 6 (enam) dosen;
  4. Kerjasama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal tentang Penyusunan Pedoman Kawasan Pedesaan Wilayah V dengan total dana sebesar Rp. 460 juta dan melibatkan sebanyak 15 dosen;
  5. Kerjasama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal tentang Fasilitasi Penetapan Pembangunan Kawasan Pedesaan Wilayah V dengan total dana sebesar Rp. 2,600 milyar dan melibatkan sebanyak 19 dosen;
  6. Kerjasama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal tentang Evaluasi Penetapan Pembangunan Kawasan Pedesaan Wilayah V dengan total dana sebesar Rp. 450 juta dan melibatkan sebanyak 14 dosen.

D. Pendanaan

Pendanaan kegiatan PKM di UNPATTI bersumber dari:

  1. Dana PNBP UNPATTI.  a). UNPATTI mengalokasikan dana PKM berkisar antara  Rp. 150.000.000,-  sampai Rp. 200.000.000,- per tahun, dimana setiap judul PKM akan diberikan dana sebesar Rp. 10.000.000,-  (seleksi dilakukan oleh Lembaga PKM). b). Fakultas mengalokasikan dana PKM sebesar Rp. 10.000.000,- per program studi
  2. DP2M Dikti

Contoh pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh dosen Unpatti yang dibiayai oleh DP2M Dikti pada tahun 2015 adalah:

  1. Skema IbM yang terealisasi sebanyak 11 proposal dengan total dana sebesar Rp. 462 juta dan  melibatkan sebanyak 33 dosen.
  2. Skema Hi-Link yang terealisasi sebanyak 1 proposal dengan total dana sebesar Rp. 220 juta dan  melibatkan sebanyak 2 dosen.
  3. Pengabdian dosen yang dibiayai BOPTN terealisasi sebanyak 8 proposal dengan total dana sebesar Rp. 160 juta dan  melibatkan sebanyak 14 dosen
  4. Kerja sama dengan instansi pemerintah

Contoh kegiatan PKM melalui kerja sama pada tahun 2015 adalah sebagai berikut:

  1. Kerjasama dengan Balai POM Provinsi Maluku tentang KKN Tematik untuk mahasiswa bertema Sosialisasi Makanan dan Minuman Sehat pada wilayah Kota Ambon dan Maluku Tengah. Total dana sebesar Rp. 15 juta dan melibatkan sebanyak 20 dosen sebagai instruktur KKN Tematik;
  2. Kerjasama dengan Kementerian PUPR tentang KKN Tematik untuk mahasiswa bertema SPAM Perdesaan pada wilayah Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Barat dan Kabupaten Seram Bagian Timur. Jumlah desa sasaran adalah 6 (enam) desa. Total dana sebesar Rp. 75 juta. Dosen yang terlibat sebagai instruktur sebanyak 12 orang.
  3. Kerjasama dengan Kementerian PUPR tentang KKN Tematik untuk mahasiswa bertema Sosialisasi Penataan Rumah dan Lingkungan Kumuh pada wilayah Kota Ambon. Jumlah Kelurahan yang menjadi sasaran adalah 6 (enam) kelurahan. Total dana sebesar Rp 9 juta. Dosen sebagai instruktur yang terlibat sebanyak 6 (enam) dosen.
  4. Kerjasama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal tentang Penyusunan Pedoman Kawasan Pedesaan Wilayah V dengan total dana sebesar Rp. 460 juta dan melibatkan sebanyak 15 dosen.
  5. Kerjasama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal tentang Fasilitasi Penetapan Pembangunan Kawasan Pedesaan Wilayah V dengan total dana sebesar Rp. 2,600 milyar dan melibatkan sebanyak 19 dosen;
  6. Kerjasama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal tentang Evaluasi Penetapan Pembangunan Kawasan Pedesaan Wilayah V dengan total dana sebesar Rp. 450 juta dan melibatkan sebanyak 14 dosen.

7.2.2. Tuliskan jumlah kegiatan PKM berdasarkan sumber pembiayaan selama tiga tahun terakhir yang dilakukan oleh institusi dengan mengikuti format tabel berikut.

No.Sumber PembiayaanJumlah Kegiatan PKM  Jumlah
Kegiatan PKMTS-2TS-1TS
(1)(2)(3)(4)(5)(6)
1Pembiayaan sendiri oleh dosen585638692N1= 1915
2PT yang bersangkutan113115N2= 57
3Kemdiknas/Kementerian lain terkait193920N3= 78
4Institusi dalam negeri di luar Kemdiknas/Kementerian lain terkait992N4= 20
5Institusi luar negeri3--N5= 3
Total6277177292073

Catatan: * Pelayanan/pengabdian kepada masyarakat adalah penerapan bidang ilmu untuk menyelesaikan masalah di masyarakat (termasuk masyarakat industri, swasta, dan pemerintah)

7.2.3. Jelaskan kebijakan dan upaya yang dilakukan oleh institusi dalam menjamin keberlanjutan dan mutu kegiatan PKM, yang mencakup informasi tentang agenda PKM, dukungan SDM, prasarana dan sarana, jejaring PKM, dan pencarian berbagai sumber dana PKM.

Kebijakan dan upaya yang dilakukan oleh institusi dalam menjamin keberlanjutan dan mutu PKM di UNPATTI tertuang dalam Buku Pedoman Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Pattimura sesuai Surat Keputusan Rektor Nomor: 403/UN13/SK/2016. Kebijakan dan upaya yang dilakukan oleh institusi dalam menjamin keberlanjutan dan mutu PKM di UNPATTI dapat dijelaskan seperti berikut ini:

  • Agenda PKM Jangka Panjang
    Berdasarkan karakteristik wilayah Maluku dengan luas laut sekitar 92% dengan jumlah pulau sekitar 1034 pulau kecil dan besar, maka Universitas Pattimura menetapkan Bina Mulia Kelautan sebagai Pola Ilmiah Pokok (PIP) dengan konsep laut-pulau.  Konsep kelautan (archipelago) dalam hal ini bukan berarti laut saja, tetapi laut dan darat (pulau) dilihat sebagai satu kesatuan makna. Artinya, laut bukan pembatas tetapi menjadi jembatan penghubung kegiatan ekonomi sekaligus pemersatu sosiobudaya komunitas baik di dalam maupun antar pulau. Dengan demikian agenda jangka panjang kegiatan PKM Universitas Pattimura berbasis laut-pulau atau kelautan-kepulauan. Oleh karena itu, kegiatan PKM UNPATTI  difokuskan pada 4 bidang prioritas, yaitu:
  1. pemberdayaan masyarakat (Social Capital and Capacity Building),
  2. peningkatan nilai tambah produk sumberdaya alam (Value Added),
  3. ketahanan pangan dan farmasi (Food security and Pharmacy), dan
  4. energi terbarukan (Renewable Energy).Walaupun sebagian besar wilayah Maluku merupakan lautan, tetapi sebagian besar masyarakat petani dan nelayan masih hidup dari wilayah darat yakni lahan pertanian tanaman pangan, hortikultura, peternakan dan perkebunan. Dalam rangka menciptakan efisiensi dan efektifitas program pembangunan di pulau-pulau kecil, maka pemerintah daerah Maluku telah menata wilayah kepulauan Maluku menjadi 12 gugus pulau. Setiap gugus pulau dibedakan berdasarkan karakteristik khusus yakni dari sisi ekologi, biofisik, sosial, budaya, politik dan ekonomi.
  • Ketersediaan Sumberdaya Manusia, Prasarana Dan Sarana yang memungkinkan terlaksananya PKM Secara Berkelanjutan
    Sumberdaya Manusia: UNPATTI memiliki sumberdaya manusia tergolong memadai untuk ikut serta mencapai target kinerja di bidang PKM. Sampai tahun 2015 UNPATTI memiliki 1064 dosen, dimana 43 orang memiliki gelar atau jabatan akademik sebagai Guru Besar, bergelar Doktor sebanyak 246 orang, bergelar magister (S2) sebanyak 744 orang dan yang masih bergelar sarjana (S1) sebanyak 74 orang. Kondisi eksisting sumber daya manusia dosen ini dapat melaksanakan kegiatan PKM dengan berbagai sumber dana ataupun skema PKM dengan memakai indikator keberhasilan pelaksanaan PKM dan jumlah publikasi hasil PKM pada berbagai jurnal PKM yang tersedia, dan hasil-hasil lain yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.
  • Sarana dan Prasarana: pada dasarnya keberlanjutan PKM juga ditentukan oleh ketersediaan prasarana dan sarana. Berkaitan dengan agenda, program dan kegiatan PKM di UNPATTI ditunjang oleh prasarana dan sarana yang tersedia, yaitu laboratorium dan pusat inkubator di fakultas dan fasilitas lapangan (stasiun lapangan laut, hutan pendidikan, kebun percontohan, unit perkandangan, inkubator usaha dan pelatihan, workshop), serta desa-desa binaan dengan fasilitas pendukungnya.
  • Mengembangkan dan Membina Jejaring PKM: Dalam menjamin keberlangsungan PKM, maka UNPATTI mengembangan jejaring PKM dengan berbagai universitas di dalam dan luar negeri, kementrian terkait, pemerintah daerah dan perusahaan. Kebijakan dan uapaya ini menjadi sangat penting karena pada era globalisasi, termasuk globalisasi PKM maka pembentukan dan pembinaan jejaring PKM menjadi penting. Kenyataannya, pengembangan jejaring PKM itu dilakukan oleh LPKM UNPATTI sebagai institusi, juga oleh fakultas dan bahkan perorangan atau kelompok dosen bidang keahlian dalam menerapkan hasil-hasil penelitiannya dalam bentuk PKM dengan berbagai lembaga dan masyarakat. Contoh mitra kerjasama yang telah dibina adalah dengan Dewan Rempah Indonesia Wilayah Maluku yang bekerja sama dengan Mercy Corps untuk membina petani pala dan cengkeh di Maluku. Selain itu LPKM juga membina kerjasama dengan kelompok masyarakat sekitar Kampus Unpatti yang mencintai perdamaian pada kegiatan NVSC (Non Violence Study Circle). Tujuan kegiatan ini adalah membawa misi perdamaian dari kampus ke masyarakat dalam lingkar Kampus Unpatti Ambon.
  • Mencari Berbagai Sumber Dana PKM: Pembiayaan PKM sebagai upaya menjamin keberlanjutan PKM di UNPATTI diperoleh dari berbagai sumber, antara lain :
  • Universitas dengan LPKM sebagai pengelola dana PKM, digunakan untuk membina PKM dosen pemula agar siap bersaing dalam memperoleh skema-skema PKM yang lebih besar, dan menyediakan dana pengelolaan untuk menjamin mutu PKM yang dilakukan.
  • Fakultas, yang menggunakan dana PNBP untuk PKM yang dilakukan oleh Kelompok dosen dan bidang keahlian di lingkup kerjanya.
  • Ditlitabmas Dikti, sebagai penyedia dana PKM (kompetitif) yang diserahkan pengelolaannya sebagai dana PKM kompetitif di UNPATTI. Mitra kerjasama sebagai penyedia dana  PKM, yang dapat berasal dari:
  1. Lembaga non pemerintah (Mercy Corps);
  2. Pemerintah pusat pada Kementerian PUPR;
  3. Kementerian Pertanian dan Kementerian Desa PDTT;
  4. Pemerintah daerah;
  5. Balai POM Provinsi Maluku dan;
  6. BKKBN Provinsi Maluku
  7. Semua kerjasama yang terjalin tersebut sangat memerlukan jasa keahlian sesuai rencana pembangunan masyarakat di perkotaan dan perdesaan.