Standard 6.2

6.2   Prasarana dan Sarana

6.2.1 Jelaskan sistem pengelolaan prasarana dan sarana (kebijakan pengembangan dan pencatatan. penetapan penggunaan. pemeliharaan/perbaikan/kebersihan. keamanan dan keselamatan prasarana dan sarana) yang digunakan dalam penyelenggaraan kegiatan akademik dan non-akademik. untuk mencapai tujuan institusi.

Dokumen implementasi kebijakan pengembangan dan pencatatan, penetapan penggunaan, pemeliharaan/perbaikan/kebersihan, keamanan dan keselamatan prasarana dan sarana mengacu pada:

  1. Peraturan Pemerintah No. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN);
  2. Peraturan Menteri Keuangan No. 96/PMK.06/2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan, Penggunaan, Pemanfaatan, Penghapusan, dan Pemindahtanganan Barang Milik Negara;
  3. Peraturan Menteri Keuangan No. 97/PMK.06/2007 tentang Penggolongan dan Kodefikasi Barang Milik Negara;
  4. Peraturan Menteri Keuangan No. 120/PMK.06/2007 tentang Penatausahaan Barang Milik Negara.

A. Pengembangan dan Pencatatan Sarana dan Prasarana

Aset yang berupa lahan, bangunan dengan berbagai peruntukannya, serta peralatan dikelola untuk memenuhi seluruh kebutuhan aktivitas unit kerja di lingkungan UNPATTI. Oleh sebab itu, sistem yang dikembangkan memungkinkan seluruh sarana dan prasarana dapat diakses oleh segenap sivitas akademika. Pada prinsipnya tidak ada sekat antar unit kerja yang menyebabkan sarana dan prasarana hanya dapat dimanfaatkan oleh unit tertentu saja. Ketentuan penggunaan laboratorium memungkinkan seluruh sivitas akademika dapat memanfaatkan suatu laboratorium sepanjang memenuhi prosedur yang ditetapkan. Hal itu berlaku pula untuk ruang kuliah, ruang sidang dan sebagainya.

Beberapa lahan dan bangunan dimanfaatkan untuk kegiatan pengembangan usaha. Kegiatan usaha ini terintegrasi dalam keseluruhan sistem kegiatan universitas sebagai kegiatan untuk mencari pendapatan yang berasal di luar bidang pendidikan. Kegiatan ini secara umum meliputi kontrak penelitian, kerjasama dengan pihak lain dan kegiatan usaha. Kontrak-kontrak penelitian dikoordinasikan oleh LPPM; Kerjasama dalam pemanfaatan sumber daya universitas dikoordinasikan oleh bidang kerjasama dibawah koordinator Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Perencanaan dan sistim Informasi.

B. Penetapan Penggunaan Sarana dan Prasarana

Sesuai dengan ketentuan pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 120/PMK.06/ 2007 tentang Penatausahaan Barang Milik Negara, bahwa pencatatan atas Barang Milik Negara (BMN) dilakukan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan BMN, termasuk tetapi tidak terbatas pada:

  • a) Penetapan Status Penggunaan BMN;
  • b) Pemanfaatan BMN;
  • c) Penghapusan BMN;
  • d) Pemindahtanganan BMN; dan
  • e) Inventarisasi BMN.

Pencatatan BMN sudah melalui sistem informasi terpadu yang dikenal dengan SIMAK BMN, melalui operator atau Bagian Perlengkapan dan Rumah tangga pada unit kerja terkait. Pencatatan BMN dilakukan setelah adanya kegiatan transaksi modal atau aset yang dilakukan pada unit kerja tersebut. Berdasarkan dokumen atau kuitansi transaksi yang menyebutkan nilai, jumlah, aspek hingga penetapan status penggunaanya. Bagian Perlengkapan dan Rumah tangga mencatatnya dalam SIMAK BMN. Bagian perlengkapan dan Rumah tangga akan melakukan update terhadap data SIMAK BMN jika adanya transaksi mutasi. perubahan status penggunaan dan penghapusan.

Untuk penetapan status penggunaan atas BMN ditentukan oleh Kuasa Pengguna Barang di masing-masing unit kerja yang disesuaikan dengan tupoksi. Bagian Perlengkapan dan Rumah tangga di unit kerja melakukan pendataan terhadap perencanaan pengadaan aset/barang invetaris pada setiap unit layanan di satuan kerjanya. Bagian Perlengkapan dan Rumah tangga melakukan verifikasi atas data yang dikumpulkan untuk disesuaikan dengan tupoksi layanan tersebut. Bagian Perlengkapan dan Rumah tangga mengajukan data beserta hasil verifikasi kesesuaian kebutuhan dengan tupoksi layanan tersebut. Selanjutnya pimpinan unit kerja melakukan koreksi dan menyetujui atas rencana pengajuan barang inventaris tersebut untuk masuk dalam rencana anggaran.

C. Keamanan dan Keselamatan Penggunaan Sarana dan Prasarana

Sistem pengamanan aset terdiri atas 2 (dua) buah sub-sistem yaitu sub-sistem pengamanan aset secara administrasi dan sub-sistem pengamanan secara fisik. Secara administrasi dan fisik semua mata rantai pengelolaan aset harus terjamin.

  1. Sub-Sistem Pengamanan Administrasi Aset.
    Semua peraturan perundang-undangan yang berlaku yang menyangkut pengelolaan aset harus dipenuhi, maka semua pihak dan orang yang mempunyai hubungan aktif dengan pengelolaan aset perlu mengetahui isi dan jiwa semua peraturan perundang-undangan masalah aset. Struktur pengelolaan aset dituntut adanya orang yang memiliki kemampuan spesifik atau khusus untuk menangani tugasnya, yaitu memiliki pengetahuan dan keterampilan tertentu secara memadai guna mengemban tugasnya.
  1. Sub-Sistem Pengamanan Fisik Aset
    Pengamanan fisik aset dimaksudkan sebagai usaha untuk membuat sistem baik secara teknis maupun ekonomis barang-barang itu tepat dalam perencanaan dan pengadaannya, serta secara fisik aset itu tepat diadakan, dikirim, dipelihara, didayagunakan, diinventarisasikan dan dihapus. Bila dalam menganalisis dan merencanakan aset fisik sudah ada kesalahan, tidak realistis, tidak ekonomis, dan tidak dinamis, maka telah terjadi kegagalan pengelolaan aset. Dalam proses pengadaan, apabila kesimpulan penilaian lain ada ketidaksesuaian secara teknis dan ekonomis, maka akibatnya aset yang dibelipun akan lain, sehingga target teknis edukatif tidak tercapai. Bila pengadaan terlambat dilaksanakan, maka kerugian secara ekonomis akan terjadi. Dalam hal pelaksanaan pengiriman, penyimpanan, pemeliharaan dan pendayagunaan aset, kaidah-kaidah alam yang secara karakteristik dimiliki barang-barang, harus diperhatikan. Bila pengetahuan, ketrampilan dan kemauan orang-orang yang menanganinya tidak profesional, maka barang-barang tersebut akan rusak atau mudah rusak, sehingga life time yang seharusnya cukup lama menjadi pendek dalam pendayagunaannya. Tahap berikutnya yaitu dilakukan inventarisasi dan penghapusan.

Dari uraian-uraian tersebut di atas, bahwa dalam pengamanan aset ada dua blok besar yang menjadi landasannya, yaitu blok pertama peraturan dan petunjuk pengelolaan (administrasi dan fisik), sedang blok kedua adalah manusia (orangnya). Aturan-aturan yang bersifat pengamanan administrasi setiap saat atau setiap periode tertentu memerlukan penyempurnaan, sedang yang bersifat fisik merupakan pedoman-pedoman yang setiap saat juga harus ditafsirkan secara tepat untuk semua aset. Oleh karena itu, petugas-petugas yang aktif dibidang aset ini perlu terus-menerus memperbaiki kualitas pengelolaannya.

D. Pemeliharaan/Perbaikan/ Kebersihan

Pemeliharaan terhadap barang milik negara dilakukan dengan mekanisme yang dilaksanakan sendiri oleh unit kerja pemakai barang dan juga melalui kontrak kerja dengan pihak-pihak penyedia jasa dengan jangka waktu tertentu. Sebagai contoh kontrak terhadap pemeliharaan AC, sehingga barang milik negara selalu dalam kondisi siap pakai. Barang milik negara yang sudah rusak berat diusulkan penghapusan dari daftar inventaris. Oleh karena itu, petugas-petugas yang aktif dibidang aset ini perlu terus-menerus memperbaiki dan menjaga kebersihan serta kualitas pengelolaannya.

Untuk perbaikan dengan skala besar dilaksanakan oleh penyedia jasa dengan sistem kontrak, sebagai contoh pemeliharaan dan perbaikan bangunan gedung, pemeliharaan dan perbaikan instalasi listrik, dan pemeliharaan/perbaikan prasarana lainnya.

6.2.2 Tuliskan lokasi, status, penggunaan dan luas lahan yang digunakan perguruantinggi untuk menjamin penyelenggaraan pendidikan yang bermutu, dalam tabel berikut.

Kampus UNPATTI berada pada dua lokasi, yaitu yang beralamat di Jalan Ir. M. Putuhena, Poka-Ambon dengan luas lahan 557.410 m2 dan yang beralamat di Jalan Dr. Latumeten Ambon dengan luasan 2.620 m2. Selain kedua kampus tersebut, UNPATTI memiliki lahan lain seluas 642.332 m2, sehingga luas lahan secara keseluruhan adalah 1.202.362 m2.

No.Lokasi LahanStatus Penguasaan/ Kepemilikan Lahan*Penggunaan LahanLuas Lahan (m2)
(Nama dan Nomor Jalan. Kota. Propinsi)
(1)(2)(3)(4)(5)
1Tanah Kampus PokaMilik SendiriLahan Terbangun. Lahan Pengembangan557.410,0
2Tanah Kampus Kota (PGSD)Milik SendiriLahan Terbangun2.620,0
3Tanah di Luar Kampus :
a. Tanah Batu GajahMilik SendiriLahan Terbangun1.101,0
b. Tanah Taman MakmurMilik SendiriLahan Terbangun482.657,0
c. Tanah Karang PanjangMilik SendiriLahan Terbangun90,0
d. Tanah Station HilaMilik SendiriLahan Terbangun dan Lahan Pengembangan120.000,0
e. Tanah Desa TaenoMilik SendiriLahan Pengembangan14.484,0
f. Tanah PGSD UPP II (SGO)Milik SendiriLahan Pengembangan24.000,0
TOTAL1.202.362,0

Keterangan: *Status: milik sendiri. sewa. pinjaman. kerjasama. Siapkan dokumen bukti status penguasaan/kepemilikan lahan.

Lahan tersebut digunakan antara lain:

  • a.) Lahan terbangun yakni lahan yang diatasnya berisikan bangunan;
  • b.) Lahan terbuka yakni lahan yang belum ada bangunan diatasnya termasuk taman, selasar dan lapangan;
  • c.) Lahan pengembangan adalah lahan yang diperlukan untuk kebutuhan pengembangan kegiatan praktek dan perumahan. Lahan-lahan tersebut dimiliki UNPATTI dengan bukti sertifikat atau sertifikat yang masih dalam proses pengajuan.

6.2.3 Prasarana untuk kegiatan akademik dan non-akademik

Tabel A. Tuliskan data prasarana(kantor. ruang kelas. ruang laboratorium. studio. ruang perpustakaan. kebun percobaan. ruang dosen) yang digunakan institusi dalam penyelenggaraan program / kegiatan institusi dengan mengikuti format tabel berikut.

Prasarana yang dimiliki UNPATTI berupa kantor, ruang dosen, ruang kuliah, laboratorium, perpustakaan, kebun praktek, kolam air tawar, fasilitas umum dan lainnya dengan luasan sebagai berikut:

NoJenis PrasaranaJlh UnitTotal Luas (m2)Kepemilikan* Kondisi** 
Milik SendiriSewa/ Pinjam/ KerjasamaTerawatTidak Terawat
(1)(2)(3)(4)(5)(6)(7)(8)
1Perkantoran/ administrasi124.347,00--
2Ruang kuliah14413.831,95--
3Ruang diskusi. seminar. rapat111.700,40--
4Ruang kerja dosen835.200,00--
5Ruang Lab./ Praktikum/bengkel/dsb8318.256,43--
6Perpustakaan115.965,00--
7Fasilitas Umum7428.517,00--
8Lain-lain1034.087,00--
Luas Seluruhnya111.904.78

Keterangan:
* Siapkan dokumen terkait dengan kepemilikan/penguasaan prasarana pada saat  asesmen lapangan.
** Beri tanda √ pada kolom yang sesuai.

Tabel B. Tuliskan data prasarana lain yang mendukung terwujudnya visi (misalnya tempat pembinaan minat dan bakat. kesejahteraan. ruang himpunan mahasiswa. asrama mahasiswa) dengan mengikuti format tabel berikut.

Prasarana lain yang dimiliki UNPATTI adalah prasarana pendukung untuk kepentingan olahraga, beribadah, pertemuan, seminar, dan lainnya yang tertera pada tabel berikut:

No.Jenis Prasarana PendukungJlh UnitTotal Luas (m2)Kepemilikan* Kondisi** 
Milik SendiriSewa/ Pinjam/KerjasamaTerawatTidakTerawat
(1)(2)(3)(4)(5)(6)(7)(8)
1GOR Hotumese1500
2Poliklinik164
3Mesjid1400
4Gereja Protestan1400
5Gereja Katolik1400
6Auditorium17000
7Gedung Pertemuan1400
8Lab. Bahasa1400
9Lap. Basket1400
10Bengkel21.704
11Rumah dinas789.786
Luas Seluruhnya21.404

Keterangan:
* Siapkan dokumen terkait dengan kepemilikan/penguasaan prasarana pada saat asesmen lapangan.
** Beri tanda √ pada kolom yang sesuai.

Data di atas menunjukkan bahwa ketersediaan sarana dan prasarana serta fasilitas penunjang kegiatan akademik dan non-akademik telah tersedian dengan memadai, ini dapat dilihat bahwa rata-rata luas ruang bagi setiap dosen seluas 125,5 m2 atau 6,25 m2 bagi setiap mahasiswa.

6.2.4 Sebutkan prasarana tambahan yang dikelola dalam tiga tahun terakhir. Uraikan pula rencana investasi untuk prasarana dalam lima tahun mendatang dengan mengikuti format tabel berikut.

Selain prasarana tersebut di atas, UNPATTI juga memiliki prasarana tambahan sebagaimana tergambar pada tabel berikut ini.

No.Jenis Prasarana TambahanInvestasi PrasaranaRencana Investasi Prasarana dalam Lima Tahun Mendatang 
Selama Tiga Tahun Terakhir
(Juta Rupiah)Nilai InvestasiSumber Dana
(Juta Rupiah)
(1)(2)(3)(4)(5)
1Ruang Parkiran300,000.-1.200,000,-Bank Mandiri
2Guest House300,000.-1.200,000,-UNPATTI
3Pujasera400,000,-1.500,000,-BNI
4Mini Market2.000,000,-UNPATTI
5Gedung Budaya1.500,000,-UNPATTI
6Rumah Adat1.500.000,-PEMDA
7Depot Air500.000,-UNPATTI
8Percetakan1.000,000,-UNPATTI
9Monumen Pela Gandong1.500.000,-PEMDA
10Rumah Dinas Rektor dan Wakil Rektor7.500,000,-UNPATTI
TOTAL1.000,000.-19.400,000,-

6.2.5 Pustaka (buku teks. karya ilmiah. dan jurnal; termasuk juga dalam bentuk elektronik/e-library)

Perpustakaan UNPATTI memiliki buku teks dan lainnya yang dapat diakses oleh mahasiswa dan masyarakat umum. Selain buku teks yang tersedia dalam bentuk hard copy, tetapi juga tersedia dalam bentuk elektronik/e-library.

No.Jenis PustakaJumlah Judul Jumlah Copy
CetakElektronik
(1)(2)(3)(4)(5)
1Buku teks9.921-24.913
2Jurnal nasional yang terakreditasi144-250
3Jurnal internasional128-293
4Prosiding120-54
5Buletin65-77
6Skripsi20.387-20.837
7Thesis1.235-3.086
TOTAL32-49.61

6.2.6 Jelaskan pula aksesibilitas dan pemanfaatan pustaka di atas.

Perpustakaan pusat UNPATTI menyediakan waktu layanan mulai pukul 08.00 sampai 16.00 WIT dari hari senin hingga hari Jumat (setiap hari kerja). Gedung perpustakaan yang ada di lingkungan UNPATTI meliputi: Gedung Perpustakaan Pusat, Gedung Perpustakaan Pascasarjana, dan didukung oleh fasilitas Perpustakaan di masing-masing Fakultas dan Jurusan, serta Pusat – Pusat Studi. Masing-masing perpustakaan tersebut telahdibuat link dengan perpustakaan pusat sehingga dosen dan mahasiswa dapat menelusuri letak buku atau referensi itu berada. Unit Perpustakaan UNPATTI telah mengembangkan sistem informasi untuk pengelolaan dan penyebarluasan katalog koleksi cetak dan digital dengan memberikan mutu layanan yang prima. Sistem informasi tersebut diantaranya:

  • a.). Sistem OPAC, sistem informasi untuk pengolahan koleksi.layanan sirkulasi, keanggotaan, dan katalog.
  • b). Sistem informasi untuk pengelolaan dan katalog dokumen dan publikasi UNPATTI.

c.) Sistem informasi untuk pengolahan koleksi jurnal dan katalog jurnal UNPATTI. Layanan e-library juga disediakan dengan memadai untuk memenuhi kebutuhan dosen dan mahasiswa. Unit perpustakaan juga telah mengembangkan E-book & E-article (Sistem informasi untuk pengelolaan dan katalog artikel dan koleksi E-book).

Fasilitas perpustakaan di UNPATTI sudah memenuhi kebutuhan pengguna dengan cukup baik dan dikunjungi oleh mahasiswa dan dosen. Data tahun terakhir (2015) secara rinci dapat disajikan sbb.:

  1. Jumlah pengunjung perpustakaan se-UNPATTI = 023(61,21% jumlah mahasiswa dan dosen)
  2. Jumlah buku dipinjam se-UNPATTI = 36.601
  3. Jumlah buku dibaca se-UNPATTI = 101.026
  4. Jumlah pengakses database se-UNPATTI = 12050
  5. JumlahAnggotaPerpustakaan se-UNPATTI = 781

6.2.7 Jelaskan upaya perguruan tinggi menyediakan prasarana dan sarana pembelajaran yang terpusat, serta aksesibilitasnya bagi sivitas akademika.

Universitas Pattimura telah menyediakan fasilitas berupa prasarana dan sarana pembelajaran secara terpusat dan mudah diakses oleh seluruh sivitas akademika. Fasilitas yang dimaksud adalah perpustakaan, ruang kuliah umum, laboratorium terpadu, laboratorium komputer, auditorium, laboratorium bahasa, dan laboratorium dasar (kimia, fisika, biologi). Disamping itu tersedia pula lahan terbuka hijau dengan fasilitas unit kegiatan bagi mahasiswa. Sarana dan prasarana tersebut didukung dengan fasilitas Internet (Wi-FiHot Spot) pada setiap gedung di masing-masing fakultas untuk kebutuhan akses Internet oleh sivitas akademika.