Standard 5.2-5.3

5.2 Pembelajaran

5.2.1 Sistem Pembelajaran

Jelaskan unit organisasi yang melaksanakan kegiatan pengkajian dan pengembangan sistem dan mutu pembelajaran yang menghasilkan capaian pembelajaran yang sesuai dengan tujuan kurikulum dan lulusan yang mampu berpikir kritis, bereksplorasi, bereksperimen, dan memiliki integritas, serta pemanfaatan hasilnya.

Pengkajian dan pengembangan sistem dan mutu pembelajaran yang menghasilkan capaian pembelajaran yang sesuai dengan tujuan kurikulum dan lulusan yang mampu berpikir kritis, bereksplorasi, bereksperimen, dan memiliki integritas, serta pemanfaatan hasilnya, dilakukan oleh Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (OTK UNPATTI Bab 2, pasal 85).

Tugas dan fungsi yang dilaksanakan lembaga dimaksud adalah:

  • Penyusunan rencana, program dan anggaran lembaga,
  • Pelaksanaan pengembangan sistem penjaminan mutu akademik,
  • Koordinasi dan pelaksanaan kegiatan pengembangan pembelajaran,
  • Pelaksanaan penjaminan mutu akademik,
  • Pelaksanaan fasilitas peningkatan mutu akademik,
  • Pemantauan dan evaluasi pengembangan pembelajaran dan penjaminan mutu akademik, dan
  • Pelaksanaan urusan administrasi l

Berdasarkan tugas sebagaimana tertuang di dalam OTK tersebut, maka yang terkait dengan koordinasi dan pelaksanaan kegiatan pengembangan pembelajaran saat ini di UNPATTI dilakukan oleh Badan Peningkatan dan Pengembangan Aktifitas Instruksional (BP2AI), sedangkan pelaksanaan penjaminan mutu dilaksanakan oleh Kantor Penjaminan Mutu. Uraian terhadap organisasi dan kegiatan yang dilakukan adalah:

  • Kantor Penjaminan Mutu (KPM), diangkat dengan SK Rektor No. 219B/UN13/SK/2013 tentang Pengangkatan Pimpinan Pada Kantor Penjaminan Mutu Universitas Pattimura. Struktur Organisasi dari KPM, tersaji pada Gambar 3.

Gambar 3. Struktur Organisasi SPMI UNPATTI

Uraian mengenai organisasi, penanggung jawab SPMI serta penanggung jawab sistem audit mutu internal (AMI) di tingkat Universitas, Fakultas, Jurusan/Bagian dan Program Studi, diuraikan pada tabel berikut ini.

TingkatNama PelaksanaPenganggung Jawab Sistem Penjaminan Mutu InternalPenganggung Jawab Sistem Audit Mutu Internal
UniversitasKantor Penjaminan MutuKetua KPMManejer Program Audit Mutu Internal (Ditunjuk oleh Rektor/WR1)
Fakultas/Prog. Pasca SarjanaKomisi Koordinasi Kegiatan SPMI (K3SPMI)WD1/Asdir 1/Pejabat yang ditunjukMPAMI (Ditunjuk oleh Dekan atas usul WD1)
JurusanTim Koordinasi Kegiatan Akademik (TK2A)Sekretaris Jurusan/Pengelola Prog.Pasca Sarjana/Pejabat yang ditunjuk
Program StudiTim Koordinasi Semester (TKS)Kaprodi/Ketua yang ditunjuk

Tanggungjawab dan Wewenang Sistem Penjaminan Mutu Tingkat Universitas, Fak. Dan Jur./Bagian/Prodi

TINGKATDOKUMEN YANG DIHASILKANSATUAN KERJAPENANGGUNG JAWAB PELAKSANAANPENANGGUNG JAWAB AUDIT MUTU INTERNAL
Univ.Kebijakan SPMIKPMRektor/Ketua KPMMP-AMI (ditunjuk oleh Rektor atas usul WR1)
Standar SPMI
Peraturan SPMI
Manual Mutu
Manual Prosedur
Manual Prosedur Implementasi Satu Siklus
FakultasKebijakan SPMIK3SPMIWD1/Ass.Dir 1 PS/Pejabat atau Ketua yang ditunjukMP-AMI (ditunjuk oleh Dekan atas usul WD1/Ass.Dir1)
Standar SPMI
Peraturan SPMI
Manual Mutu
Manual Prosedur
Manual Prosedur Implementasi Satu Siklus
Jur/BagianKompetensi LulusanTK2ASekretaris Jur/Pengelola PS/Pejabat yang ditunjuk
Spesifikasi Prodi
Manual Prosedur
SOP/IK
ProdiLaporan dan Evaluasi Pelaksanaan PMTKSKetua TKS

Gambar 4. Organisasi SPMI Tingkat Fakultas

Tiap Fakultas memiliki GJM yang dibentuk dengan SK Dekan.

Tugas GJM antara lain:

Membantu Wakil Dekan bidang akademik dalam pengembangan sistem penjaminan Mutu yang mencakup:

  • Penjabaran Dokumen SPMI UNPATTI ke dalam Standar SPMI Fakultas
  • Penjabaran Dokumen Mutu UNPATTI ke dalam dokumen Mutu Fakultas
  • Sosialisasi SPMI kepada civitas akademika di Fakultas
  • Pelatihan dan konsultasi kepada civitas akademika di Fakultas tentang pelaksanaan SPMI
  • Pemberian bantuan teknis tentang penyusunan kompetensi lulusan dan Spesifikasi Prodi

Komisi Koordinasi Kegiatan SPMI (K3SPMI)

K3SPMI, beranggotakan:

Wakil Dekan Bidang Akademik, atau Ketua yang ditunjuk, para Ketua Jurusan, para Ketua Prodi dan perwakilan mahasiswa.

K3SPMI bertugas untuk:

  • Membahas dan menindaklanjuti laporan dari TK2A
  • Membuat evaluasi diri; Jur./Bagian, Prodi
  • Memperbaiki proses belajar mengajar
  • Menyerahkan hasil evaluasi diri Jur./Bagian, Prodi kepada KPM
  • K3SPMI harus mengadakan rapat minimal sekali dalam satu tahun

Tim Koordinasi Kegiatan Akademik (TK2A)

TK2A dibentuk pada tingkat Jur/Bagian, dengan beranggotakan:

Sekretaris Jur./Bagian, dan Kaprodi

  • Para Ketua TKS dan seorang dosen anggota TKS
  • Perwakilan mahasiswa

TK2A bertugas untuk:

  • Melakukan evaluasi proses pembelajaran semester
  • Menyusun laporan hasil evaluasi proses pembelajaran
  • TK2A harus mengadakan rapat minimal sekali dalam satu semester (di akhir semester.
  • Membuat laporan evaluasi dan disampaikan oleh Jur/Bagian/Prodi kepada Dekan untuk dibahas oleh K3SPMI

Tim Koordinasi Semester (TKS)

  • TKS dibentuk pada tingkat Prodi
  • TKS merupakan kelompok kerja dosen dan mahasiswa
  • Pengelompokan dosen ke dalam beberapa TKS, disesuiakan dengan jumlah konsentrasi masing-masing Prodi.
  • Ketua TKS dipilih di antara anggota dosen
  • Keanggotaan TKS mencakup dosen dan wakil mahasiswa dengan jumlah 3-5 orang.

TKS Bertugas:

  • Membantu Ketua Prodi untuk kelancaran kegiatan akademik semseter
  • Mengevaluasi proses belajar mengajar yang sementara berlangsung
  • Membuat laporan mengenai penilaian Prodi dan kegiatan Prodi pada setiap semester untuk disampaikan kepada TK2A
  • TKS mengadakan rapat, minimal sekali dalam dua bulan

Tugas Manajer Program Audit Mutu Internal (MP-AMI) Fakultas adalah:

  • Membentuk Tim AMI Fakultas
  • Melaksanakan pelatihan audit untuk anggota tim AMI Fakultas, di bawah koordinasi KPM.
  • Melakukan koordinasi audit mutu internalFakultas terhadap Jur./Bagian/Prodi
  • Membuat laporan hasil audit mutu untuk diteruskan kepada Dekan.

Berbagai kegiatan pengkajian dan pengembangan sistem mutu yang telah dilakukan di Universitas Pattimura meliputi:

1. Pelatihan SPMI

Komitmen Universitas Pattimura terhadap pengembangan sistem mutu maka dipada tahun 2009 dibentuk suatu unit yang dikenal dengan nama Badan Penjaminan Mutu. Kegiatan yang dilakukan adalah pelatihan SPMI dengan melibatkan semua Prodi dan Jurusan/Bagian pada delapan (8) Fakultas dan (1) program pasca sarjana di tahun 2009. Jumlah peserta yang diundang pada kegiatan tersebut sebanyak 84 orang, berasal dari 42 Prodi dan 21 Jurusan/Bagian. Peserta yang mengikuti kegiatan dan telah memperoleh sertifikat SPMI sebanyak 70 orang.

2. Pelatihan Tenaga Auditor

Implementasi dari pelaksanaan kegiatan SPMI, sangat berkaitan dengan tersedianya sarana dan prasarana pendukung termasuk aspek Sumber Daya Manusia yang berkompetensi sebagai tenaga Auditor internal. Untuk memfasilitasi kegiatan dimaksud maka Universitas Pattimura melalui Badan Penjaminan Mutu, bekerja sama dengan Kantor Jaminan Mutu Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, mengirim 9 orang tenaga dosen untuk mengikuti kegiatan pelatihan Audit Mutu Internal (AMI) di UGM Yogyakarta pada tahun 2010. Output yang diperoleh dari kegiatan tersebut adalah dihasilkannya 9 orang tenaga auditor bersertifikat. Selanjutnya pada Tahun 2011, UNPATTI bekerja sama dengan UGM, melakukan pelatihan SPMI dan AMI di UNPATTI. Kegiatan tersebut melibatkan sebanyak 33 perserta pelatihan dari 5 (lima) Universitas di Maluku (Tabel 5.1).

Tabel 5.1. Peserta Pelatihan AMI di UNPATTI Tahun 2011

NO.PTN/PTSTENAGA PENDIDIKTENAGA KEPENDIDIKANJUMLAH
(orang)(orang)(orang)
1UNPATTI27128
2Univ. Kristen Indonesia Maluku1-1
3Univ. Al Hilal Ambon-11
4STAKPEN Ambon2-2
5STIA Abdul Azis Kataloka Ambon1-3

3. Lokakarya KBK dan SCL

Universitas Pattimura sejak ditetapkannya Kepmendiknas N0. 232/U/2000, mengenai KBK maka berbagai kegiatan telah dilaksanakan, baik yang terkait dengan kegiatan sosialisasi, maupun berbagai kegiatan lokakarya. Wujud dari kegiatan sosialisasi maupun lokakarya pada tingkat fakultas serta universitas adalah diberlakukannya Kurikulum Berbasis Kompetensi dengan metode belajar Student Centered Learning sejak Tahun 2010 berdasarkan SK Rektor No. 173B/H13/SK/2010.

4. Mekanisme Kelembagaan Penjaminan Mutu UNPATTI, meliputi;

1). Pembentukan Badan Penjaminan Mutu Universitas Pattimura tahun 2009.

2). Persiapan perangkat hardskill (aspek yang berhubungan dengan sarana dan prasana pendukung) serta persiapan perangkat softskill, dan brainware (aspek yang terkait dengan SDM) dan pembentukan perangkat organisasi penjaminan mutu di tingkat fakultas, jurusan/bagian dan program studi .

3). Penyusunan Dokumen Kebijakan (Kebijakan SPMI, Standar SPMI dan Peraturan Akademik), Dokumen Mutu (Manual Mutu, Manual Prosedur, Manual Prosedur Implementasi Satu Siklus SPMI, Spesifikasi Prodi , SOP, Borang dan Evaluasi Diri Prodi , RPKPS dan/atau GBPP dan SAP.

4). Deklarasi Pelaksanaan SPMI. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 17 Desember 2010, dengan menghadirkan stakeholders internal (dosen, mahasiswa dan pegawai), dan stakeholders eksternal (pemerintah daerah sebagai pengguna lulusan, serta pihak Dikti dan BAN-PT serta Kantor Jaminan Mutu UGM sebagai universitas mitra).

5). Implementasi SPMI. Berdasarkan tugas dan fungsi dari organisasi SPMI pada Manual Mutu menurut level/tingkatannya maka kegiatan SPMI di Universitas Pattimura dilaksanakan dengan berpedoman pada Manual Prosedur Implementasi Satu Siklus SPMI dan berbagai dokumen yang lain.

 2) Badan Peningkatan Pengembangan Aktivitas Instruksional (BP2AI).

Secara organisasi BP2AI Universitas Pattimura diketuai oleh seorang ketua, dan seorang sekretaris.

Tugas dan fungsi dari BP2AI secara nasional sebagai berikut:

  • Menyediakan layanan dan bantuan bagi pendidik dalam meningkatkan kemampuan dan keterampilan untuk berinovasi dalam pembelajaran.
  • Melaksanakan berbagai kegiatan dan program bagi sivitas akademika yang ditunjukkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara sistimatis dan berkelanjutan.
  • Mempersiapkan pimpinan dalam merumuskan kebijakan akademik serta menyusun rencana dan arah pengembangan di PT.
  • Menyediakan informasi tentang perkembangan problematika pembelajaran untuk mendukung pengambilan keputusan dan penetapan kebijakan akademik.

Berdasarkan tugas sebagaimana dimaksud pada butir 1-4 di atas maka berbagai kegiatan yang telah dilakukan dalam rangka penciptaan tenaga pendidikan yang profesional dalam proses pembelajaran meliputi:

  • Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) dan Applied Approach (AA),
  • Pelatihan penulisan Buku Ajar,
  • Pelatihan e-Learning dan
  • Pelatihan assesment
  • Penyediaan informasi mengenai problematika pembelajaran bagi setiap dosen yang membutuhkannya.

Data pada tabel 5.2 menunjukkan jenis kegiatan pelatihan PEKERTI dan AA pada tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 dan pelatihan penulisan buku ajar, e-Learning dan assesment.

Tabel 5.2. Kegiatan Pelatihan PEKERTI dan AA di Universitas Pattimura

No.TahunJenis KegiatanJumlah Peserta  Lama WaktuPenyeleng-gara
TerdaftarAktifTidak Aktif
12013PEKERTI/AA5655114 hariBP2AI UNPATTI
65511414 hari
22014PEKERTI/AA4444-4 harisda
6767-4 hari
3PEKERTI/AA---4 harisda
4242-4 hari
4Penulisan Buku Ajar3939-4 harisda
2015
5E-Learning2929-4 harisda
6Assessment2828-4 harisda

Sumber data: BP2AI UNPATTI

BP2AI dalam melaksanakan fungsinya tidak hanya diperuntukan bagi para pendidik di lingkup UNPATTI tetapi juga berbagai universitas lain di Maluku, karena di tahun 2015, BP2AI melaksanakan Kegiatan PEKERTI dan AA bagi staf pengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Agama Kristen (STAKPEN) Ambon dengan jumlah peserta sebanyak 67 orang.

Output dari kegitan KPM maupun BP2AI dibuat dalam bentuk laporan dan disampaikan kepada Universitas dan/ataupun Fakultas sebagai pihak Manajemen. Pihak manajemen selanjutnya mengkoordinasikan permasalahan yang ditemukan kepada pihak yang terkait termasuk Program Studi untuk melakukan perbaikan sistem pembelajaran yang memungkinkan terciptanya capaian pembelajaran yang sesuai dengan tujuan kurikulum dan lulusan yang mampu berpikir kritis, bereksplorasi, bereksperimen, dan memiliki integritas, serta pemanfaatan hasilnya.

5.2.2 Pengendalian Mutu Proses Pembelajaran. Jelaskan bagaimana sistem pengendalian mutu pembelajaran diterapkan institusi termasuk proses monitoring, evaluasi, dan pemanfaatannya.

Universitas Pattimura dalam rangka mengendalikan mutu proses pembelajaran, maka sistemnya diatur sebagai berikut:

  1. Sistem pembelajaran dan pengajaran. Dalam rangka mengembangkan sistem pembelajaran dan pengajaran maka yang dilakukan UNPATTI adalah:
  2. a) Aspek Organisasi. UNPATTI dalam memperbaharui komitmennya terhadap pengendalian mutu proses pembelajaran, memandang perlu merevisi peran dan tanggung jawab Badan Penjaminan Mutu UNPATTI yang telah diangkat dengan SK Rektor tahun 2009, dengan memberi bobot yang lebih sehingga dibentuklah unit yang baru yang dikenal dengan sebutan Kantor Penjaminan Mutu (KPM). Operasionalisasi dari KPM adalah dikeluarkannya Keputusan Rektor No. 219B/UN13/SK/2013 tentang Pengangkatan Pimpinan pada Kantor Penjaminan Mutu Universitas Pattimura Tugas dan Fungsi Kantor Penjaminan Mutu Universitas Pattimura dinyatakan pada Manual Mutu (MM) UNPATTI BAB III butir A. Di level fakultas dibentuk Gugus Jaminan Mutu (GJM) terdapat pada MM Bab III butir B, di level Jurusan/bagian dibentuk Tim Koordinasi Kegiatan Akademik (TK2A) dan di level Program Studi dibentuk Tim Koordinasi Semester.
  3. b) Aspek Manajemen (Pengelolaan). Mekanisme yang digunakan adalah mekanisme PDCA (Plan, Do, Check, Action) dalam hal ini, terkait dengan aspek perencanaan standar SPMI, dilakukan oleh:
  • (1) Senat Universitas melalui KPM di level Universitas,
  • (2) Senat Fakultas melalui GJM di level fakultas,
  • (3) Pelaksanaan oleh jurusan/bagian dan/atau program studi,
  • (4) Monitoring oleh unit pelaksana SPMI di tingkat program studi, jurusan/bagian dan fakultas serta universitas,
  • (5) Evaluasi oleh Tim Audit Mutu Internal,
  • (6) Tindak lanjut oleh pihak manajemen (pimpinan jurusan, pimpinan fakultas dan pimpinan universitas).
    Gambar 5.1. Memperlihatkan mekanisme dimaksud.

Gambar 5.1. Pelaksanaan Satu Siklus SPMI UNPATTI

Realisasi dari pelaksanaan satu siklus SPMI mengikuti prosedur pada dokumen manual mutu dan manual prosedur sesuai jenjang dan tingkatannya baik di tingkat universitas maupun fakultas. Sedangkan pendekatan sistem pembelajaran dan pengajaran menggunakan Sistem Kredit Semester (Kepmendiknas No. 232/U/2000 jo, Peraturan Akademik UNPATTI, Bab III Pasal 7 tahun 2010) dengan metode pembelajaran Student Centered Learning (SCL).

  1. aspek perencanaan dan sumberdaya pembelajaran. Kegiatan ini dikoordinir oleh program studi dan pengorganisasiannya dilakukan sebagai berikut;

(1) perencanaan pembelajaran (yang berhubungan dengan jadwal pembelajaran), dilakukan tim yang ditetapkan oleh dekan dengan surat keputusan dekan, sedangkan yang berhubungan dengan rencana studi mahasiswa dilakukan oleh dosen PA dan program studi dan/ jurusan/bagian dengan merujuk pada Peraturan Akademik Bab IV, Bagian keempat pasal 42.

(2) yang berhubungan dengan kegiatan pembelajaran, maka perencanaan pembelajaran (RPKPS dan/ atau GBPP dan SAP) dirumuskan dan dilaksanakan oleh tim pembelajaran, dan didasarkan pada silabus mata kuliah pada masing-masing program studi. Selanjutnya yang terkait dengan sumberdaya pembelajaran dibedakan atas;

  1. a) Sumber daya Manusia, dan
  2. b) Sarana dan prasarana pendukung pembelajaran.

Berikut ini diperlihatkan jumlah dan kualifikasi pendidik (dosen) dan tenaga kependidikan (pegawai) Universitas Pattimura Tahun 2015 yang berperanan dalam melaksanakan proses pembelajaran.

Tabel 5.3 Kualifikasi Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan di UNPATTI

Sumber Daya ManusiaKualifikasi Pendidikan       Total
SD/SMPSMAD1D2D3S1S2S3
Tenaga Pendidik-----465674471060
Tenaga Kependidikan1117624161415515-411

b) Sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran dinyatakan pada Tabel 5.4.

NoJenis PrasaranaJumlah UnitTotal Luas (m2)Kepemilikan*Kondisi**TerawatTidak Terawat
Milik SendiriSewa/ Pinjam/ Kerjasama
(1)(2)(3)(4)(5)(6)(7)(8)
1Perkantoran/ administrasi124.347,00
2Ruang kuliah13.831,95
3Ruang diskusi/ Seminar, rapat1.700,40
4Ruang kerja dosen5.200,00
5Ruang Lab./ Praktikum/bengkel/dsb5818.256,43
6Perpustakaan115.965,00
7Fasilitas Umum28.517,00
8Lain-lain34.087,00
Luas Seluruhnya111.904.78

3. Evaluasi hasil belajar mahasiswa dan syarat kelulusan:

  • Ujian semester, didasarkan pada Peraturan Akademik (PA) Bab. VII. pasal 54 – pasal 62. Dengan mengacu pada kurikulum berbasis kompetensi maka penilaian hasil belajar sebagai dasar penentuan kelulusan menggunakan Sistem Penilaian Acuan Patokan (PAP) (PA, pasal 55). Komponen yang dinilai meliputi; (i) aspek intelektual (kognitif), diukur berdasarkan hasil test berupa; kuis, mid dan uas, (ii) aspek efektif diukur berdasarkan aktifitas mahasiswa di kelas, kehadiran dalam mengikuti kuliah, penyelesaian tugas mandiri, (iii) aspek ketrampilan yang dinilai berdasarkan berbagai kegiatan yang terkait dengan bidang ilmu masing-masing baik di laboratorium maupun di lapangan. Pengukuran hasil belajar sebagai syarat kelulusan didasarkan pada Peraturan Akademik pasal 54, 56 dan 57 dengan klasifikasi bobot mutu seperti pada tabel berikut.

Tabel 5.4 Klasifikasi Nilai Mutu Pembelajaran

NilaiMutu Sebutan
HurufAngka
³ 85A4Sangat Baik
70-84,9B3Baik
55-69,9C2Cukup
40-54,9D1Kurang
<40E0Gagal

Nilai akhir suatu mata kuliah Program Magister dan Program Doktor, dinyatakan dengan nilai mutu; A, A-, B, B-, C dan E. Hubungan antara nilai, mutu dan kategori adalah sebagai berikut:

NilaiMutu Sebutan
HurufAngka
³94A4,00Sangat Baik
86-93,9A-3,70
79-85,9B+3,30Baik
72-78,9B3,00
65-71,9B-2,70
58-64,9C2,00Cukup
²58E1,00Gagal
  • Ujian sarjana dan/ atau pasca sarjana; untuk sampai pada penentuan kelulusan keserjanaan bagi seorang mahasiswa S1 dan S2 maka kegiatan monev dilakukan secara berkala oleh Prodi, Jurusan, Fakultas dan Universitas secara hirarkis berjenjang, dimulai dari monitoring pada akhir tahun I, (PA, pasal 64), evaluasi pada akhir tahun II, (PA, pasal 65), evaluasi pada akhir tahun III (PA pasal 66) dan evaluasi tahun VII (PA pasal 67 dan 68). Dengan batas tahun maksimal kelulusan S1 adalah 7 tahun setelah mengurangi masa cuti bagi mahasiswa yang mengambil Cuti Kuliah ataupun Cuti Akademik (PA Bab IV, bagian ketiga pasal 41). Tabel 5 menyajikan tentang syarat yang harus dipenuhi bagi mahasiswa program S1 dan S2 (Peraturan Akademik Bab VIII pasal 79 dan Pasal 80).

Tabel 5.5 Syarat Mengikuti Ujian Sarjana dan Pasca Sarjana

ProgramSyarat Yang Harus Dipenuhi
Sarjana1. IPK minimal 2,25.
2. Lulus semua mata kuliah dengan nilai D tidak > 5 % dari total SKS.
3. Telah menyelesaikan tugas akhir
4. Telah menyelesaikan seluruh tugas akhir.
5. Telah menyelesaikan seluruh kewajiban administrasi termasuk bebas pustaka, bebas pinjaman peralatan di lingkungan UNPATTI.
6. Bagi program pendidikan guru dan pendidikan dokter, dilaksanakan ujian profesi.
7. Ujian akhir program sarjana dan ujian profesi dilakukan secara tertutup.
Pogram Magister1. IPK Minimal 2,75
2. Tidak memperoleh nilai C > 5 %
3. Telah menyelesaikan tugas akhir
4. Telah menyelesaikan seluruh kewajiban administrasi
5. Lainnya oleh Program PS (PA. Psl. 80:2) dan Standar SPMI Pasal 70
Program Doktor1. IPK Minimal 3,25
2. Tidak memperoleh nilai c>5%
3. Telah menyelesaikan tugas akhir
4. Telah meyelesaikan seluruh kewajiban administrasi
5. Lainnya oleh Program PS (PA-Psl 80:2)

Kegiatan evaluasi syarat kelulusan dimonitor dan dievaluasi oleh Kaprodi S1 dan S2 dan S3, pada saat pengusulan ujian pada level masing-masing. Hasilnya ditindaklanjuti dalam rapat Prodi dalam bentuk himbauan dan motivasi dari prodi bagi perbaikan dan peningkatan mutu berkelanjutan.

5.2.3 Pedoman Pelaksanaan Tridharma PT

Jelaskan keberadaan pedoman pelaksanaan tridharma PT, serta pengintegrasian kegiatan penelitian dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat kedalam proses pembelajaran, serta ketersediaan dokumen pendukung.

Kekuatan Perguruan Tinggi dalam membangun kehidupan akademiknya diarahkan pada tiga komponen utama sebagai landasan pengembangan yang dikenal dengan sebutan Tridharma PT yakni; Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Universitas Pattimura dengan Visinya yakni : Menjadi Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia, Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni yang Unggul, Berkarakter, Berbudaya Berbasis Laut Pulau mengisyaratkan bahwa arah kurikulum sebagai dasar pengembangan sumber daya manusia memberikan penekanan pada aspek Laut-Pulau sebagai icon spesifik. Untuk supaya pelaksanaan tridharma perguruan tinggi di UNPATTI berjalan dengan baik, serta berlandaskan pada visi dan misinya maka berbagai program dan hibah inovasi telah dilakukan. Adapun pedoman yang dipakai sebagai rujukan adalah:

  • Aspek pelaksanaan tridharma PT;

Dalam melaksanakan kegitan Tridharma Perguruan Tinggi di UNPATTI, maka pedoman yang digunakan adalah;

  1. Statuta Universitas Pattimura,
  2. Peraturan Akademik Universitas Pattimura,
  3. Panduan Akademik Universitas Pattimura,
  4. Pedoman Etika Kehidupan Kampus,
  5. Panduan Penelitian,
  6. Panduan Pengabdian Kepada Masyarakat.
  • Pengintegrasian kegiatan penelitian dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat kedalam proses pembelajaran;

Kegiatan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat menjadi komponen utama bagi setiap perguruan tinggi dalam pegembangannya. Ketiga unsur tersebut saling terkait antara yang satu dengan yang lainnya. Melalui kegiatan pendidikan dan pengajaran, seorang pengajar dapat menemukan masalah yang menjadi dasar dilakukannya penelitian. Selanjutnya hasil penelitian digunakan untuk:

  1. memperkaya materi pembelajaran, dan
  2. mendukung kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Hasil pengabdian kepada masyarakat menjadi input bagi kegiatan penelitian dan pembelajaran.

Komitmen UNPATTI dalam mendukung berbagai kegiatan penelitian dan Pelayanan/Pengabdian kepada masyarakat terlihat dari terjadinya peningkatan kegiatan penelitian dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat yang diikuti dosen dari tahun ke tahun. Jenis penelitian, dan/ pelayanan/pengabdian kepada masyarakat yang diikuti adalah; penelitian fundamental, penelitian berbasis kompetensi, penelitian produk terapan, penelatian strategi nasional, penelitian unggunlan perguruan tinggi, penelitian sosial, humaniora dan pendidikan, penelitian RAPID, penelitian PEKERTI, MP3EI, IPTEK bagi masyarakat, IPTEK bagi kewirausahaan, Program HI-LINK, IPTEK bagi wilayah (Standar 7). Semua penelitian dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat sebagaimana dimaksud, berdasarkan dokumen Standar SPMI UNPATTI Bab IX, pasal 184, secara terintegrasi dijadikan sebagai sarana pengayaan dalam penulisan bahan ajar, hand out, buku ajar dan berbagai media pembelajaran lainnya dalam proses pembelajaran di UNPATTI.

Beberapa dokumen buku ajar sebagai gambaran dari Pengintegrasian kegiatan penelitian dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat ke dalam proses pembelajaran dapat dilihat pada Tabel 5.6.

Tabel 5.6. Beberapa Contoh Pengintegrasian Penelitian dan/atau Pelayanan Pengabdian Kepada Masyarakat Kedalam Materi Pembelajaran

No.Judul Penelitian/PkMJenis Penelitian/PkMJudul Bahan/Buku Ajar/Buku TeksPenulis
1Titer Tumor Lakadinding Sebagai Representasi Identitas Budaya Etnik Bahamata, Kabupaten Fak-Fak, Papua BaratFundamentalTiter Tumor Lakadinding Sebagai Representasi Identitas Budaya Etnik Bahamata, Kabupaten Fak-Fak, Papua BaratHeppy L. Telapary, SPd, MPd
2Biofermentasi Ela Sagu Dengan Aspergilus Niger Dalam Ransum Ayam KampungHibah BersaingMikrobiologi DasarIr. C. Ch.E. Latupeirissa, MAppSc dan Sherley Fredriks, SPt, MP
3Design Standar Operational Prosedure Di UKM Pengrajin Mutiara, Desa Batumera, AmbonDP2M DiktiPengendalian KualitasAlfredo Tutuhatunewa S.T,M.T. & J.M.Tupan MT.
4IBM Design Kemasan Produk Ikan Asap Bagi Kelompok Usaha Ikan Asap Skala Mikro di Negeri Galala dan SilaleDP2M DiktiErgonomi IndustriAmina Soleman, ST.M.T.
  • ketersediaan dokumen pendukungDalam rangka mengitegrasikan hasil penelitian dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat kedalam materi pembelajaran, maka dokumen pendukung yang dimiliki adalah; Buku ajar dan/atau bahan ajar sebagaimana dicontohkan pada Tabel 5.6. di atas.

5.3 Suasana Akademik

5.3.1 Kebebasan Akademik, Kebebasan Mimbar Akademik, dan Otonomi Keilmuan

Jelaskan bagaimana institusi menjamin pelaksanaan kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan otonomi keilmuan. Jelaskan pula ketersediaan dokumen pendukung serta konsistensi pelaksanaannya.

Kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik dan otonomi keilmuan merupakan hak seluruh sivitas akademika dalam membangun jati diri dan integritas keilmuannya. UNPATTI dalam menjamin pelaksanaan kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan otonomi keilmuan, maka diterbitkannya;

1) Pedoman Etika Kehidupan Kampus yang ditetapkan dengan Peraturan Senat Universitas Pattimura No.01 tahun 2014. Pedoman Etika Kehidupan Kampus sebagaimana dimaksud terbagi atas Bab X dan 33 pasal, antara lain:

Bab I pasal 1 berbicara tentang Ketentuan Umum, Bab II pasal 2-pasal tentang tujuan, Bab III pasal 3 sampai pasal 6 tentang Etika Kampus, Bab IV pasal 7 – pasal 14 tentang Etika Peserta Didik, Bab V, pasal 15 – pasal 23 tentang Etika Pendidik, Tenaga Kependidikan dan Tenaga Penunjang, Bab VI, pasal 24 tentang Itika Berekreasi, Bab. VII, pasal 25 tentang Etika Berekspresi, Bab. VIII pasal 26 tentang Eika Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Bab. IX, pasal 27 – pasal 32 tentang Penegakan Pedoman Etika Kehidupan Kampus dan Bab X pasal 33 tentang Penutup.

2) Panduan Akademik Universitas Pattimura Tahun 2014 yang ditetapkan dengan Keputusan Rektor Universitas Pattimura 1525/UN13/SK/2014, khusus pada   pasal 51-54, tentang Kebebasan Akademik, Kebebasan Mimbar Akademik, dan Otonomi Keilmuan.

3) Statuta Universitas Pattimura tahun 2003, yang ditetapkan dengan keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 016/O/2003, Bab VIII Pasal. 53 – Pasal 55, tentang Kebebasan Akademik, Kebebasan Mimbar Akademik dan Otonomi Keilmuan,

4) UNPATTI sebagai bagian dari Lembaga Perguruan Tinggi di dalam Negara Kesatuan RI berkepentingan dan bertanggungjawab untuk melaksanakan berbagai UU dan PP yang terkait yakni, pelaksanaan dan pemberlakuan UU Guru dan Dosen (UU No. 14 tahun 2005 dan, PP No 53 tahun 2010, tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil).

Dokumen-dokumen sebagaimana dimaksud pada uraian di atas telah digunakan secara konsisten sesuai urgensinya.

5.3.2. Jelaskan kebijakan dan dukungan institusi untuk menjamin terciptanya suasana akademik di lingkungan institusi yang kondusif untuk meningkatkan proses dan mutu pembelajaran. Dukungan institusi mencakup antara lain peraturan dan sumber daya.

Kebijakan UNPATTI dan dukungan dalam menjamin terciptanya suasana akademik antara lain;

  1. Kebijakan dan Strategi;

Dalam rangka penciptaan suasana akademik yang kondusif maka berbagai kebijakan dan strategi yang telah dibangun universitas meliputi;

Penyediaan berbagai sistem yang memfasilitasi lingkungan/suasana akademik yang kondusif seperti; dibentuknya unit konseling baik pada level universitas maupun pada fakultas-fakultas, menyediakan fasilitas kesehatan yakni klinik kesehatan Universitas Pattimura, Tersedianya Perputakaan Universitas Pattimura, tersedianya Gedung Olah Raga Universitas Pattimura, Tersedianya Lapangan Bola Universitas Pattimura, mengembangkan IT dengan kapasitas bandwith Internet sebesar 250 Mbps dengan spot-spot Internet dan wifi yang bisa diakses oleh mahasiswa maupun dosen, membangun pujasera dengan tingkat higienis yang tinggi dengan berbagai jenis makanan yang layak untuk dikonsumsi, dibangun gazebo pada fakultas-fakultas yang memungkinkan adanya interaksi antar sivitas akademika, disediakan Laboratorium Komputer dengan kelengkapan system dengan berbagai aplikasi yang relevan dengan program pengajaran, memfasilitasi adanya berbagai himpunan profesi dan himpunan mahasiswa lainya di UNPATTI dengan ruangan masing-masing dalam kegiatan diskusi, tersedia berbagai media evaluasi proses pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa dapat melakukan komplain terhadap masalah akademik yang dihadapi yang dielaborasi dalam instrumen evaluasi pembelajaran dan penilaian, tersedia sarana dan prasarana belajar yang kondusif, tersedia toilet dan bahkan hari sabtu telah dijadikan sebagai hari mahasiswa (student day) (Keputusan Rektor No. 1575/UN13/SK/2014).

  1. Program Implementasi yang Terjadwal;

Adapun program implementasi yang terjadwal dibedakan atas:

  1. Penetapan kalender akademik tahunan Universitas Pattimura (UNPATTI). Dengan ditetapkannya kalender akademik UNPATTI telah memungkinkan dijadwalkan berbagai kegiatan baik akademik maupun non akademik di tingkat program studi, Jurusan/Bagian, Fakultas ataupun Universitas. Berdasarkan kalender akademik, semester ganjil berlangsung dari bulan Agustus sampai bulan Januari pada tahun berjalan dan semester genap berlangsung pada bulan Februari sampai bulan Juli. Waktu-waktu di luar kalender akademik diperuntukan untuk berbagai kegiatan non akademik yang memungkinkan terciptanya kolaborasi yang baik antara mahasiswa, dosen dan pegawai berupa:
  2. Bakti masyarakat. Kegiatan ini dilakukan secara parsial oleh program studi dan/ atau jurusan/bagian pada berbagai desa dan masyarakat untuk kegiatan pengabdian masyarakat berupa kegiatan penyuluhan, dan pelatihan bidang sosial dan pangan yang melibatkan, dosen, mahasiswa dan masyarakat.
  3. Kegiatan Dies Natalis. Momentum Dies Natalis telah menjadi sebuah tradisi keilmuan yang baik bagi penciptaan suasana akademik secara menyeluruh di UNPATTI. Pada moment tersebut terciptanya sebuah situasi dimana antara mahasiswa, pegawai dan dosen berkolaborasi pada masing-masing fakultas, terlibat dalam berbagai kegiatan pengembangan keilmuan, olahraga dan seni seperti;
  • Seminar baik lokal dan nasional, open house di fakultas, olimpiade Science Tingkat SD, SMP, SMU dan mahasiswa serta minggu teknik
  • Pertandingan gawang mini, bola voli, footsal, tarik tambang, dayung, bulu tangkis,
  • Musik kampus, pergelaran tarian.
  • Kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk percepatan masa studi mahasiswa maka berbagai kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dari para dosen dengan sumber dana yang berbeda telah diinisiasi dengan melibatkan mahasiswa didalamnya, baik untuk penyelesaian tugas akhir yang terkait dengan praktek lapangan maupun penelitian skripsi.
  • Perayaan hari raya kenegaraan dan keagamaan Universitas Pattimura dalam rangka memperingati hari-hari besar kenegaraan seperti Hari Pendidikan Nasional, dan Hari Ulang Tahun RI, digelar berbagai kegiatan seni, olahraga dan budaya, serta kegiatan keilmuan (debat, seminar, bakti masyarakat). Terkait dengan perayaan dimaksud maka sebagai penghargaan terhadap berbagai prestasi yang dicapai baik perorangan maupun lembaga, oleh pimpinan universitas diberikan penghargaan-penghargaan berupa; sertifikat dan dana pembinaan.
  • Pengembangan Sarana IT. Semakin berkembangnya teknologi informasi maka telah dibangun server dan jaringan komputer dengan beberapa hot spot Wifi pada Fakultas–Fakultas dan Universitas yang memungkinkan terciptanya suasana akademik yang lebih baik dikalangan mahasiswa, dosen dan pegawai.
  1. Pengarahan Sumber Daya

Sesuai jenjang tingkatannya maka berbagai kegiatan mahasiswa tersebut di atas disesuaikan pada jenjang masing-masing yaitu:

  • Tingkat Universitas; Kegiatan yang bersifat akademik dilakukan oleh Pembantu Rektor Bidang Akademik dan kegiatan non akademik dilakukan oleh Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan.
  • Tingkat Fakultas, kegiatan yang berhubungan dengan bidang akademik dilakukan oleh Pembantu Dekan Bidang Akademik sedangkan kegiatan yang bersifat non akademik dilakukan oleh Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan.
  • Tingkat Jurusan/bagian, baik kegiatan yang bersifat akademik maupun non akademik digerakan oleh ketua jurusan sedangkan kegiatan akademik di tingkat program studi digerakan oleh ketua program studi.

4. Monitoring dan Evaluasi

Kegiatan ini dilakukan secara sinergik antara lain:

  • 1) Kantor Penjaminan Mutu di level institusi dengan pimpinan institusi,
  • 2) Fakultas dilakukan oleh GJM (K3SPMI) dengan pimpinan fakultas,
  • 3) Jurusan oleh Tim Koordinasi Kegiatan Akademik (TK2A) dengan pimpinan jurusan dan
  • 4) Program studi dilakukan oleh Tim Koordiasi Semester (TKS) dengan pimpinan program studi.
  1. Tindak Lanjut untuk Langkah Perbaikan Berkelanjutan; Berlandaskan pada siklus SPMI yang dilaksanakan di Universitas Pattimura Ambon, maka hasil monev ditindaklanjuti dengan kegiatan Audit Mutu Internal (AMI) oleh Auditor Internal Universitas Pattimura. Hasil AMI disampaikan kepada pihak manajemen masing-masing;
  • 1). Manajemen pada level Fakultas adalah dekan, ketua-ketua jurusan, dan anggota senat fakultas,
  • 2). Manajemen pada level Universitas adalah; rektor, dan anggota senat universitas. Hasil kajian pihak manajemen pada level masing-masing dilakukannya perbaikan sesuai kebutuhan dengan Program Studi dan pihak terkait serta penetapan standar baru oleh KPM sehingga tercapai sistem peningkatan mutu berkelanjutan (Continous Quiality Improvement).