Standard 4.3-4.6

4.3 Dosen

4.3.1 Dosen Tetap

Dosen tetap dalam borang akreditasi institusi PT adalah Dosen yang diangkat dan ditetapkan sebagai tenaga tetap pada PT yang bersangkutan; termasuk Dosen penugasan Kopertis, dan Dosen yayasan pada PTS dalam bidang yang relevan dengan keahlian bidang studinya. Seorang Dosen hanya dapat menjadi Dosen tetap pada satu institusi perguruan tinggi, dan mempunyai penugasan kerja minimum 36 jam/minggu. Universitas Pattimura Memiliki Nilai Kualitas Dosen (jumlah tenaga pendidik bergelar doktor/ total tenaga pendidik) sebesar 0.42 dan Kecukupan dosen (Jumlah tenaga pendidik/jumlah mahasiswa) sebesar 0,043.

Tuliskan data Dosen tetap dengan format berikut.

NoPendidikanGelar Akademik    Total
Guru BesarLektor KepalaLektorAsistenTenaga Pengajar
(1)(2)(3)(4)(5)(6)(7)(8)
1S-3/Sp-2491511716313447
2S-2/Sp-1216527310918567
3Profesi/S-1/D-4061023746
Total51322454195381060

4.3.2 Dosen Tidak Tetap

Dosen tidak tetap adalah dosen tetap/karyawan pada suatu institusi perguruan tinggi/institusi lain, atau individu mandiri, yang ditugaskan menjadi Dosen di perguruan tinggi berdasarkan persyaratan legal yang berlaku.

Tulis data Dosen tidak tetap dengan format berikut.

NoPendidikanGelar Akademik    Total
Guru BesarLektor KepalaLektorAsistenTenaga Pengajar
(1)(2)(3)(4)(5)(6)(7)(8)
1S-3/Sp-262220030
2S-2/Sp-1051276791
3Profesi/S-1/D-4020204
Total6752987125

4.4 Kegiatan Peningkatan Sumber Daya Manusia (Dosen) Dalam Tiga Tahun Terakhir

4..4.1 Tuliskan jumlah Dosen yang ditugaskan dalam rangka peningkatan kompetensi melalui tugas/izin belajar, dalam tabel berikut.

NoPendidikanJumlah yang Ditugaskan pada  Jumlah
Tahun 2013Tahun 2014Tahun 2015
(1)(2)(3)(4)(6)(6)
1Tanpa Gelar0161228
2S-2/Sp-12201234
3S-3/Sp-2176447128
Total1910071190

4.5 Tenaga Kependidikan

4.5.1 Tuliskan data tenaga kependidikan yang ada di Institusi yang melayani mahasiswa dengan mengikuti format tabel berikut.

NoJenis TenagaJumlah Tenaga Kependidikan dengan Pendidikan Terakhir        Jumlah
KependidikanS-3S-2S-1D-4D-3D-2D-1SMA/SMKSD/ SMP
(1)(2)(3)(4)(5)(6)(7)(8)(9)(10)(11)(12)
1Pustakawan-16--1---8
2Laboran/Teknisi/Analis/ Programer/Arsiparis-132-12-4-40
3Administrasi-12152-104-19712387
Total**-14190-117-20112435

**) Jumlah Laboran/Teknisi/Analis/Operator/Programer yang memiliki sertifikat.

4.5.2. Jelaskan upaya yang telah dilakukan Institusi dalam meningkatkan kualifikasi dan kompetensi tenaga kependidikan, dalam hal pemberian kesempatan belajar/pelatihan, studi banding, pemberian fasilitas termasuk dana, dan jenjang karir.

Berdasarkan data tenaga kependidikan di atas, jelas terlihat bahwa tenaga kependidikan non sarjana jumlahnya lebih tinggi dari sarjana, hal ini menunjukkan bahwa kualifikasi dan kompetensi masih tergolong rendah, untuk itu perlu upaya peningkatan kompetensi pegawainya. Peningkatan kualifikasi dan kompetensi tenaga kependidikan UNPATTI dilaksanakan melalui beberapa program yaitu:

  • Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan melalui studi lanjut, diklat dan magang
  • Peningkatan semangat untuk berkreativitas melalui kompetisi
  • Sistem penjenjangan karir yang akuntabel, transparan, dan kredibel.

1. Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan

Kesempatan studi Lanjut

UNPATTI selalu memberikan kesempatan bagi tenaga kependidikan yang akan melanjutkan studi baik dengan biaya sendiri, beasiswa maupun bantuan lain. Sejak tahun 2011 UNPATTI melalui NUFFIC memberikan bantuan dana dalam rangka studi lanjut bagi tenaga kependidikan ke jenjang S-2 sebanyak 3 orang. Terjadinya penurunan jumlah penerima bantuan studi disebabkan karena keterbatasan dana yang tersedia dalam RKAKL karena PNBP yang terbatas dan berakhirnya kerjasama NUFFIC dengan Universitas tahun 2012. Walaupun tidak ada dana yang tersedia, namun institusi terus memberikan dukungan moril dan motivasi untuk tiap-tiap orang dapat mengembangkan diri melalui studi lanjut tetap ada, hal ini terbukti dengan sampai saat ini setiap tahun ada tenaga kependidikan yang melanjutkan studi ke jenjang S1 dan S2 dengan biaya sendiri.

Kesempatan Mengikuti Diklat

Selain mengikutsertakan tenaga kependidikan dalam pelatihan yang diselenggarakan oleh PUSBANGTENDIK KEMENDIKBUD, secara berkala UNPATTI telah menyelenggarakan pelatihan teknis bagi tenaga kependidikan dalam rangka menunjang peningkatan kompetensi untuk melaksanakan tugas pokoknya. Beberapa jenis diklat yang telah diselenggarakan antara lain diklat teknis bagi laboran, pengelola keuangan,pengelola kepegawaian, pengelola sistem informasi, perencanaan, arsiparis, pustakawan dan bagian umum seperti tata usaha, perlengkapan, rumahtangga dan hukum tata laksana.

Kesempatan Benchmarking dan Studi Banding

Pada tahun 2011 bagian keuangan melakukan benchmarking ke Universitas Airlangga di Surabaya dan pada tahun 2012 bagian Kepegawaian melakukan benchmarking ke Universitas Indonesia Jakarta. Ke 2 universitas ini dipilih karena dinilai telah memiliki pengalaman yang cukup dalam pengelolaan keuangan dan kepegawaian.

2. Pemberian fasilitas dan dana

Pada saat pelaksanaan benchmarking ke 2 Universitas tersebut dibiayai penuh oleh UNPATTI dan NUFFIC.

3. Peningkatan Semangat Untuk Berkreativitas Melalui Kompetisi

Menjelang hari Pendidikan Nasional, UNPATTI menyelenggarakan Pemilihan Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan berprestasi. Selain berprestasi di tingkat universitas, beberapa tenaga kependidikan juga memiliki prestasi nasional yaitu pada unit arsiparis dan perpustakaan yang mendapat peringkat 2.

4. Sistem Jenjang Karir

(Bagian ini memuat promosi jabatan, seperti promosi kasubag menjadi kabag, atau kabag menjadi kabiro dsb)

Dalam rangka memberikan kesempatan pada pegawai untuk mengembangkan karir dan memberi apresiasi kepada pegawai yang telah memiliki kinerja yang baik, UNPATTI telah memiliki sistem karir untuk meningkatkan ke jenjang yang lebih tinggi. Hal ini terbukti dengan setiap tahun ada yang melanjutkan pendidikan karier ke jenjang yang lebih tinggi. Sampai saat ini UNPATTI telah memiliki 61 orang yang mengikuti PIM 4, 15 orang PIM 3 dan 7 orang yang telah mengikuti PIM 2. Sejak akhir 2011 telah dilaksanakan analisis jabatan dalam rangka pemetaan dan penataan pegawai.

4.6 Kepuasan Dosen dan Tenaga Kependidikan

4.6.1 Jelaskan instrumen yang digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan dosen dan tenaga kependidikan terhadap sistem dan praktek pengelolaan sumber daya manusia di institusi.

Instrumen untuk mengetahui tingkat kepuasaan pendidik (dosen) dan tenaga kependidikan terhadap sistem dan praktek pengelolaan SDM Universitas Pattimura adalah kuesioner kepuasan terhadap manajemen kepegawaian untuk dosen dan kuesioner kepuasan terhadap manajemen kepegawaian untuk tenaga kependidikan, yang masing-masing kuesioner terdiri dari 5 (lima) aspek yaitu,

  1. perekrutan/penerimaan SDM,
  2. pengembangan kompetensi SDM,
  3. sistem pengembangan karier,
  4. sistem penghargaan/kesejahteraan, dan
  5. sistem terminasi (pemutusan hubungan kerja dan atau purna tugas).

Dalam rangka menjadikan kuesioner ini mudah digunakan, pertanyaan dalam kuesioner menggunakan sistem tertutup, dimana pengukurannya dilakukan dengan skala kepuasaan yang terdiri atas 4 (empat) penilaiaan terhadap pelaksanaan pengelolaan SDM pada 5 (lima) aspek diatas. Skor tertinggi adalah 4 (empat) dan skor terendah adalah 1 (satu).

Dalam rangka mengukur validitas dan reliabilitas instrumen, dilakukan uji validitas dan realibilitas instrumen. Uji validitas dilakukan melalui Content Analysis oleh Tim Borang Akreditasi Universitas Pattimura. Sementara itu uji realibilitas masing-masing aspek adalah sebagai berikut:

  1. Pengadaan SDM koefisien alpha = 0,691
  2. Pengembangan kompetensi SDM koefisien alpha = 0,761
  3. Sistem pengembangan karier koefisien alpha = 0,779
  4. Sistem penghargaan/kesejahteraan koefisien alpha = 0,770
  5. Sistem terminasi koefisien alpha = 0,770

Koefisien alpha pada pengadaan SDM di Universitas Pattimura adalah 0, 691 masuk dalam kategori sedang dikarenakan masih kurangnya promosi pada saat perekrutan dan penerimaan SDM dari pihak institusi. Untuk koefisien alpha bagi pengembangan kompetensi SDM adalah 0,761 masuk dalam kategori cukup dikarenakan Universitas Pattimura sudah semakin sadar akan pentingnya pengembangan kompetensi SDM dimana sudah banyak sekali tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan yang dikirim untuk mengikuti pelatihan, workshop dan pertemuan ilmiah ataupun seminar-seminar baik itu didalam dan diluar negeri sehingga tingkat kepuasan yang diperoleh dari kuesioner yang disebar untuk para responden (tenaga pendidik dan tenaga kependidikan) pada point ini cukup memuaskan.

Pada koefisien alpha untuk pengembangan karier adalah nilai koefisien yang sangat tinggi yaitu 0,779 karena pada poin ini hampir semua tenaga pendidik maupun tenaga pendidikan menilai sudah cukup baik sistem pengembangan karier yang dikembangkan oleh Universitas Pattimura, dimana setiap tenaga pendidik dan tenaga pendidikan yang sudah mengikuti pelatihan, workshop, pertemuan ilmiah ataupun seminar-seminar baik dalam maupun luar negeri ataupun mengikuti kursus untuk mengembangkan kompetensinya maka akan diberi nilai angka kredit yang memuaskan untuk pengembangan kariernya (pengurusan kepangkatan atau pengurusan fungsional), walaupun koefisien alpha 0,779 ini masih dalam kategori cukup tetapi dengan berjalannya waktu pihak institusi telah mengembangkan sistem yang lebih baik lagi sehingga tingkat kepuasaan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dari tahun ke tahun akan semakin meningkat.

Sedangkan, untuk sistem penghargaan/kesejahteraan dan terminasi masing-masing mempunyai koefisien alpha yang sama yaitu 0,770 masih dalam kategori cukup yang berarti bahwa setiap tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang mempunyai andil besar dalam keberlangsungan suatu institusi perguruan tinggi mempunyai ekspetasi yang besar tentang penghargaan/kesejahteraan mereka bahkan tentang punishment/terminasi yang lebih baik, khusus untuk sistem terminasi mereka menuntut supaya semuanya berjalan dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Tetapi untuk kedua poin ini pun tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sudah memberikan nilai sesuai dengan apa yang mereka rasakan, walaupun masih sebagian besar yang belum merasa puas terutama untuk sistem penghargaan/kesejahteraan.

*Keterangan: koefisien alpha bergerak dari 0,0 sampai dengan 1,0.
Koefisien alpha > 0,9 berarti sangat baik, sedangkan koefisien alpha 0,8-0,9 berarti baik, 0,7-0,8 berarti cukup, 0,6-0,7 berarti sedang, 0,5-0,6 berarti kurang dan <0,5 berarti sangat kurang.

4.6.2 Jelaskan pelaksanaan survei kepuasan dosen, pustakawan, laboran, teknisi, dan tenaga administrasi terhadap sistem pengelolaan sumber daya manusia.

Mekanisme pelaksanaan survei dengan cara penyebaran kuesioner kepada pegawai di UNPATTI (dosen dan tenaga kependidikan) dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:

  1. Tim Penyusunan Borang Akreditasi 2013 membuat draft kuesioner survei
  2. Tim mengajukan draft kuesioner kepada kepala Biro Kepegawaian dan Pimpinan Tim Penyusunan Borang Akreditasi
  3. Kepala Biro Kepegawaian dan Pimpinan Tim Penyusunan Borang Akreditasi, masing-masing melakukan review draft kuesioner
  4. Tim memperbaiki dan menyempurnakan draft kuesioner
  5. Uji validitas dan Realibilitas instrumen
  6. Rancangan kuesioner ditetapkan sebagai kuesioner survei Tahun 2013
  7. Penggandaan kuesioner
  8. Membagi dan menyebarkan kuesioner
  9. Pengembalian kuesioner survei 100%
  10. Mengentri dan mengolah data kuesioner
  11. Menganalisis dan menyimpulkan hasil.

4.6.3 Jelaskan bagaimana hasil pejajakan kepuasaan tersebut dan apa tindak lanjutnya.

1. Kepuasan Secara Umum
Skor paling tinggi dalam kepuasaan secara umum ini adalah penilaian karier dengan nilai rata-rata 4.0, dimana karier pada Universitas Pattimura ini tetap diperhatikan dan diprioritaskan. Untuk Pendidik (Dosen) dan Tenaga Kependidikan rata-rata menyatakan kepuasaannya karena karier dan kepangkatan mereka diapresiasi dengan baik oleh institusi ini, walaupun tidak 100% beranggapan yang sama karena masih saja pihak Pendidik (Dosen) dan Tenaga Kependidikan yang merasa tidak puas dengan karier dan penjenjangan yang mereka peroleh selama bekerja di Universitas Pattimura. Sedangkan kepuasan terhadap sistem penghargaan/kesejahteraan adalah yang paling rendah, dengan nilai rata-rata 1,67.

Tabel Kepuasan Stakeholders Tentang Karier Dan Penghargaan/Kesejahteraan

 Tingkat Kepuasan       
RespondenKarierPenghargaan/Kesejahteraan
SSSTSSTSSSSTSSTS
Tenaga Pendidik86261722363385224100
Tenaga Kependidikan238127754167478
Total1093429930117552271108

Keterangan: SS: Sangat Setuju, S: Setuju, TS: Tidak Setuju, STS: Sangat Tidak Setuju

Dari Tabel Tingkat Kepuasaan di atas dapat kita lihat bahwa kepuasan responden yaitu tenaga pendidik dan tenaga kependidikan terhadap karier dan penghargaan/kesejahteraan ini adalah sangat baik karena dapat dilihat untuk karier sebanyak 342 orang responden menjawab setuju atas kebijakan yang diambil oleh institusi dan sebanyak 552 orang menjawab setuju untuk sistem penghargaan/kesejahteraan yang telah dilakukan oleh Universitas Pattimura walaupun masih saja ada responden yang memberikan nilai tidak setuju untuk pertanyaan tentang karier dan penghargaan/kesejahteraan.

2. Kepuasan Tenaga Kependidikan
Kecenderungan kepuasan Tenaga Kependidikan tidak jauh berbeda dengan kecendrungan keseluruhan: kepuasaan tenaga kependidikan terhadap karier berada pada nilai rata-rata 3,35, sementara kepuasan terhadap sistem imbalan berada pada 2,76 dan proses terminasi berada pada nilai 3,12.

3. Kepuasan Pendidik
Kecenderungan kepuasaan Pendidik (Dosen) juga tidak terlalu berbeda dengan kecendrungan keseluruhan: kepuasan pendidik terhadap karier berada pada nilai rata-rata 3,67, sedangkan kepuasan terhadap sistem imbalan berada pada nilai 1,80 dan proses terminasi pada nilai 4,00. Dapat disimpulkan bahwa penilaian terhadap karier dan penjenjangan sudah mendapat nilai cukup puas bagi pendidik maupun tenaga kependidikan. Sebaliknya, untuk sistem imbalan rata-rata pendidik maupun tenaga kependidikan masih merasa kurang puas.

4. Perbandingan Tingkat Kepuasan Umum
Tingkat kepuasan Tenaga Kependidikan nampak lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan tingkat kepuasan Pendidik (Dosen). Hal ini disebabkan masih rendahnya tingkat kepuasaan yang dirasakan oleh rata-rata hampir sebagian besar Pendidik (Dosen) dalam hal penghargaan/kesejahteraan dan apresiasi yang diberikan oleh Universitas Pattimura dan pemerintah kepada mereka (belum semuatenaga pendidik mendapat sertifikasi dosen), masih jarang dan kurangnya bentuk-bentuk penghargaan demi menunjang kesejahteraan dari Pendidik khususnya para Pendidik yang telah mengabdikan diri lebih dari 10 Tahun di Institusi ini karena sistem dan regulasi yang masih kurang mendukung kearah sana. Sedangkan untuk Tenaga Kependidikan dengan adanya kebijakan pemerintah yang baru membuat para Tenaga Kependidikan sudah sedikit jauh merasa puas atas penghargaan dan apresiasi yang mereka dapatkan berdasarkan pekerjaan yang sudah bisa mereka kerjakan dengan baik untuk pengembangan institusi ini.

Berdasarkan hasil survei kepuasan ini, digunakan untuk menetapkan langkah-langkah kebijakan dalam pengembangan sumber daya manusia di UNPATTI dan menciptakan atmosfir kerja yang kondusif, serta diharapkan dapat mengalami perbaikan secara bertahap dan berkelanjutan, sehingga kualitas sumber daya manusia di UNPATTI memenuhi standar. Hasil survei kepuasan ini telah disosialisasikan ke pihak-pihak yang perkepentingan melalui web universitas. Selain itu hasil survei ini juga digunakan untuk memperbaiki kelemahan dan kekurangan yang ada untuk menuju yang lebih berkualitas.