Standard 3.1

STANDAR 3 – MAHASISWA DAN LULUSAN

3.1 Mahasiswa

Mahasiswa Program Jalur Akademik (S-1, S-2, S-3), dan Profesi

 3.1.1. Jelaskan sistem rekruitmen dan seleksi calon mahasiswa baru untuk program sarjana, magister, doktor dan/atau diploma yang diterapkan pada institusi ini serta ketersediaan pedoman tertulis tentang rekrutmen dan seleksi mahasiswa baru.

Sistem rekruitmen dan seleksi calon mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri termasuk di UNPATTI bertujuan untuk mendapatkan calon mahasiswa baru yang berkualitas secara akademis dengan tidak membedakan jenis kelamin, ras, agama, suku, kemampuan ekonomi, kedudukan sosial dan pandangan politik.

Sistem rekruitmen dan seleksi calon mahasiswa baru dalam kurun waktu 2011 – 2015 di UNPATTI akan dijelaskan dalam 2 (dua) kategori, yaitu sebelum Tahun Akademik 2013/2014 dan penerimaan mahasiswa baru Tahun Akademik 2013/2014 dan setelahnya. Pemisahan ini dilakukan karena ada perbedaan sistem rekruitmen dan seleksi mahasiswa baru sebelum tahun 2013/2014 dan tahun 2013/2014 dan setelahnya.

1. Sistem Rekruitmen dan Seleksi Mahasiswa Baru Sebelum Tahun 2013/2014
Sistem rekruitmen dan seleksi mahasiswa baru program sarjana sebelum tahun akademik 2013/2014 pada seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia dilaksanakan dengan berpijak pada konsep pengembangan pendidikan tinggi menuju sistem pendidikan tinggi yang sehat (healthy higher education system).

Bertolak dari konsep tersebut, maka kebijakan Dikti termasuk UNPATTI dalam melaksanakan seleksi mahasiswa tetap harus mengedepankan peningkatan kualitas calon mahasiswa baru secara adil dan tanpa adanya halangan karena faktor geografis, sosial ekonomi dan ke daerahan. Konsep tersebut kemudian melahirkan kebijakan yaitu 2 (dua) jalur sistem rekruitmen dan seleksi calon mahasiswa baru tingkat sarjana yaitu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur undangan dan SNMPTN jalur ujian tulis.

1. Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Jalur Undangan
Kebijakan rekruitmen dan seleksi mahasiswa baru melalui SNMPTN jalur undangan, yang dikenal dengan Program Seleksi Siswa Berprestasi (PSSB), adalah model penerimaan mahasiswa baru yang diselenggrakan oleh UNPATTI dengan pola penjaringan prestasi akademik dan dilakukan sebelum pelaksanaan ujian nasional tingkat SMA/SMK/MA atau yang sederajat. Menindaklanjuti Kebijakan Nasional tentang rekruitmen dan seleksi mahasiswa SNMPTN jalur undangan, maka rektor UNPATTI membentuk dan mengangkat panitia lokal dengan SK Rektor No. 185/UN13/SK/2012. Panitia bertugas melakukan sosialisasi ke SMA/SMK/MA serta melaksanakan seleksi dimaksud. Proses rekruitmen dan seleksi mahasiswa baru SNMPTN jalur undangan dilaksanakan sebagai berikut:

  • Prosedur pendaftaran, tata cara pendaftaran, kriteria/persyaratan mekanisme seleksi, penentuan kelulusan dan pengumuman hasil calon mahasiwa baru diatur sesuai Pedoman Operasional Baku (POB) SNMPTN jalur undangan yang telah disepakati bersama oleh seluruh PTN penyelenggara.
  • Instrumen yang digunakan adalah undangan, borang pendaftaran, laman http://undangan.snmptn.ac.id. Borang pendaftaran harus diisi dan kemudian dikembalikan kepada panitia SNMPTN jalur undangan untuk diproses lebih lanjut, panduan penilaian dan POB SNMPTN.
  • Kriteria atau ketentuan dan persyaratan mengikuti SNMPTN adalah; (1) ketentuan umum yang berisi sekolah dan siswa yang berhak ikut undangan, (2) persyaratan sekolah yang berhak ikut undangan, yaitu sekolah yang terakreditasi dan terdaftar pada basis data SNMPTN tahun sebelumnya, (3) persyaratan siswa pelamar meliputi; (a) persyaratan untuk melamar, antara lain, persyaratan prestasi akademik, akreditasi sekolah dan nilai pelajaran yang diujikan pada ujian nasional tahun berjalan, mendapat rekomendasi dari kepala sekolah dan memenuhi syarat kesehatan dan tidak buta warna untuk prodi tertentu, (4) persyaratan penerimaan yaitu; lulus dari Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional, lulus seleksi jalur undangan SNMPTN dan memenuhi persyaratan lain yang ditentukan oleh masing-masing PTN penerima, (5) pilihan program studi meliputi; pilihan PTN dan prodi prioritas pilihan.
  • Mekanisme seleksi, proses seleksi dilakukan dalam dua tahap, yaitu: (a). Tahap pertama, siswa pelamar akan diseleksi di PTN pilihan pertama berdasarkan urutan pilihan program studi pada PTN pilihan pertama, (b) tahap kedua, apabila siswa pelamar tidak terpilih pada PTN pilihan pertama, maka akan diikutkan pada seleksi tahap kedua di PTN pilihan kedua berdasarkan urutan pilihan.
  • Pengambilan keputusan kelulusan calon mahasiswa baru melalui SNMPTN jalur undangan dilakukan dalam suatu rapat bersama antara; Panitia seleksi, Pimpinan universitas dan Pimpinan Fakultas, dengan memperhatikan kriteria kelulusan dan daya tampung universitas. Hasilnya kemudian diumumkan melalui media elektronik dan media cetak yang ditunjuk oleh universitas.
  • Dalam SNMPTN jalur undangan, juga disediakan beasiswa bagi calon mahasiswa yang berlatar belakang ekonomi lemah. Siswa yang hendak melamar beasiswa Bidikmisi, dapat mengakses prosedur pendaftaran, persyaratan yang harus dipenuhi, dan pengumuman penerimaanya pada laman http://bidikmisi.dikti.go.id.

2. Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Jalur Ujian Tulis dan/atau Tes Keterampilan
Kebijakan rekruitmen dan seleksi calon mahasiswa baru melalui SNMPTN jalur ujian tulis dan/atau tes keterampilan diselenggarakan secara bersama-sama oleh PTN se-Indonesia yang dilaksanakan oleh suatu Panitia Nasional yang diangkat oleh Mendikbud. Panitia dalam melaksanakan tugasnya senantiasa berkoordinasi dengan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia. Menindaklanjuti kebijakan nasional SNMPTN jalur ujian tulis dan/atau tes keterampilan, maka rektor UNPATTI membentuk suatu panitia lokal yang diangkat dengan SK Rektor No. 241b/UN13/SK/2012. Panitia bertugas untuk melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, mempersiapkan ujian dan melaksanakan SNMPTN. Proses rekruitmen dan seleksi mahasiswa baru SNMPTN jalur ujian tulis dan/tes keterampilan dilaksanakan sebagai berikut.

  1. Prosedur pendaftaran, tata cara pendaftaran, biaya pendaftaran, ketentuan dan persyaratan, jenis ujian, penyelenggaran ujian keterampilan, jadwal ujian, penilaian hasil ujian dan pengumuman hasil, sesuai Pedoman Operasional Baku (POB) SNMPTN jalur tulis yang telah disepakati bersama oleh seluruh PTN penyelenggara. Panitia Lokal membuat persiapan dan melaksanakan ujian sesuai POB SNMPTN jalur ujian tulis.
  2. Instrumen yang digunakan adalah laman: http://www.snmptn.ac.id. , borang pendaftaran, POB, soal dan lembaran jawaban (LJUN), serta fasilitas olah raga untuk ujian keterampilan
  3. Kriteria, ketentuan dan persyaratan mulai dari pendaftaran, pelaksanaan ujian tulis dan/atau keterampilan, sampai dengan kelulusan; adalah sebagai berikut; (a) pedaftaran, lulus ujian nasional tingkat SLA tahun berjalan dan 2 (dua) tahun sebelumnya, memiliki kesehatan yang memadai dan tidak buta warna untuk prodi tertentu, pendaftaran harus dilakukan secara online melalui laman, http://ujian.snmptn.ac.id. , (b) memilih kelompok prodi dan jumlah pilihan, (c) mengikuti ujian tertulis dengan materi, TPA, TBS dan ujian Keterampilan untuk prodi Penjaskesrek, (c) penilaian dilakukan berdasarkan skor mata uji yang telah ditransformasi menjadi skor terstandar berbasis CEEB, (d) pemeringkatan peserta menurut kelompok SainTek dan SosHum, yang diurut mulai dari nilai tertinggi sampai nilai terendah, (e) penetapan kelulusan, kelulusan seorang peserta ditentukan berdasarkan daya tampung prodi yang dipilihnya. Prosedur penentuan kelulusan dilakukan dengan alokasi peserta sesuai dengan nilai capaiannya pada prodi pilihannya, (f) untuk prodi tertentu (Penjaskesrek di UNPATTI) peserta diharuskan mengikuti ujian keterampilan.
  4. Pemeriksaan hasil ujian. Pemeriksaan hasil ujian dilaksanakan secara terpusat pada Pusval yang telah ditentukan. Untuk UNPATTI pemeriksaan dilaksanakan di Pusval ITS yang menangani Wilayah IV dan sebagian Wilayah III.
  5. Pengambilan keputusan kelulusan dilaksanakan dalam suatu rapat bersama antara Pimpinan universitas, dan Panitia Nasional Pelaksana SNMPTN jalur ujian tulis dan/atau keterampilan dengan memperhatikan peringkat nilai capaian ujian calon mahasiswa dan daya tampung universitas. Hasilnya kemudian diumumkan melalui laman resmi; http://snmptn.ac.id.

2. Sistem Rekruitmen dan Seleksi Mahasiswa Baru Tahun 2013/2014 dan setelahnya
Undang-Undang No. 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi mengamanatkan bahwa sistem penerimaan mahasiswa baru di PTN dilakukan melalui pola penerimaan mahasiswa secara nasional atau dengan bentuk lain. Selanjutnya dalam Peraturan Pemerintah Nomor 66 tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan, yang telah diubah dalam Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pengelolaan Perguruan Tinggi, mengisyaratkan bahwa “suatu pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh pemerintah wajib menjaring peserta didik baru program sarjana melalui jalur penerimaan secara nasional paling sedikit 60% dari jumlah peserta didik baru yang diterima di setiap program studi pada program pendidikan sarjana, tidak termasuk penerimaan mahasiswa melalui penelusuran minat/bakat, dan penerima beasiswa pemerintah daerah”. Secara lebih rinci ketetapan di atas diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2010 tentang Jalur Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Pemerintah. Berdasarkan ketentuan peraturan perundangan sebagaimana diuraikan di atas maka kebijakan penerimaan mahasiswa baru di lingkungan PTN dilakukan melalui tiga jalur, yaitu:

  • Jalur seleksi secara nasional berdasarkan prestasi akademik, yang disebut SNMPTN
  • Jalur seleksi bersama melalui ujian tertulis, yang disebut SBMPTN dan
  • Jalur Mandiri oleh masing-masing PTN, di UNPATTI disebut SIMAN (Seleksi Masuk Mandiri).

(1) Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)
Model seleksi ini merupakan perubahan dari model SNMPTN Jalur Undangan yang berlaku pada periode sebelumnya. SNMPTN merupakan seleksi yang dilakukan oleh masing-masing PTN dibawah koordinasi Panitia Nasional dengan seleksi berdasarkan hasil penelusuran prestasi akademik calon mahasiswa. Menindaklanjuti kebijakan SNMPTN, rektor UNPATTI membentuk suatu panitia lokal yang diangkat dengan SK Rektor No. 176/UN13/SK/2015. Panitia lokal bertugas untuk melakukan sosialisasi, dan melaksanakan SNMPTN dan senantiasa berkoordinasi dengan Panitia Nasional. Sedangkan Panitia Nasional dibentuk dan diangkat dengan SK Mendikbud dan senantiasa berkoordinasi dengan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI). SNMPTN diikuti seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang sudah ditetapkan oleh MRPTNI, dan diselenggarakan dalam suatu sistem yang terpadu dan serentak. Biaya pelaksanaan SNMPTN ditanggung oleh pemerintah, sehingga peserta tidak dipungut biaya seleksi. Peserta SNMPTN dari keluarga kurang mampu secara ekonomi dan dinyatakan diterima di PTN berpeluang mendapatkan bantuan biaya pendidikan selama masa studi melalui program Bidikmisi. Proses rekruitmen dan seleksi calon mahasiswa baru jalur SNMPTN dilaksanakan sebagai berikut.

  1. Prosedur pendaftaran, tata cara pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa ( PDSS), jadwal pelaksanaan, jumlah PTN dan prodi, kriteria/persyaratan mekanisme seleksi, penentuan kelulusan dan pengumuman hasil calon mahasiwa baru dilakukan secara nasional dan diatur sesuai Pedoman Operasional Baku (POB) SNMPTN yang telah disepakati bersama oleh seluruh PTN penyelenggara. Pendaftar yang mengikuti Penjaskesrek wajib mengunggah portofolio dan dokumen bukti keterampilan yang telah disahkan oleh Kepala Sekolah dan menggunakan pedoman yang dapat diunduh dari laman http://www.snmptn.ac.id.
  2. Instrumen pelaksanaan SNMPTN antara lain adalah; panduan  pendaftaran dan pelaksanaan SNMPTN dimuat pada laman http://pdss.snmptn.ac.idpanduan pengisian PDSS dimuat pada laman http://www.snmptn.ac.id, panduan Bidikmisi pada laman http://bidikmisi.belmawa.ristekdikti.go.id (data tahun 2015) dan panduan mekanisme seleksi dan kelulusan dalam POB SNMPTN.
  3. Kriteria, ketentuan dan persyaratan antara lain; (a) seleksi nilai rapor semester 1 (satu) sampai dengan semester 5 (lima) bagi SMA/MA dan SMK dengan masa belajar 3 (tiga) tahun atau semester 1 (satu) sampai dengan semester 7 (tujuh) bagi SMK dengan masa belajar 4 (empat) tahun, serta Portofolio Akademik, (b) PDSS harus berisikan rekam jejak kinerja sekolah, prestasi akademik siswa dan SPSN siswa, (c) persyaratan sekolah yang mengikuti SNMPTN yaitu sekolah yang telah mengisi PDSS yang lengkap dan benar, (d) persyaratan siswa pendaftar yang meliputi, calon peserta masuk peringkat terbaik di sekolah pada semester tiga, semester empat dan semester lima, dengan ketentuan berdasarkan akreditasi sekolah yaitu, akreditasi A 75 % terbaik di sekolahnya, akreditasi B 50 % terbaik di sekolahnya, akreditasi C 20 % terbaik di sekolahnya, yang lainnya 10 % terbaik di sekolahnya, di samping itu siswa juga harus memiliki nilai rapor semester 1 – 5 (SMA/MA, SMK tiga tahun) dan nilai rapor semester 1 – 7 untuk SMK, (e) siswa yang memenuhi syarat yakni memiliki prestasi akademik unggul berdasarkan pemeringkatan yang dilakukan oleh Panitia Nasional sesuai ketentuan akreditasi sekolah yang diizinkan untuk mendaftar SNMPTN (f) lulus satuan pendidikan, (g) lulus SNMPTN, dengan kriteria nilai akhir siswa = prestasi siswa + prestasi sekolah + Kewilayahan, dimana: Prestasi siswa meliputi, nilai mata pelajaran, prestasi lain dan portofolio. Prestasi sekolah meliputi, akreditasi sekolah , rata-rata nilai ujian SNMPTN 2 (dua) tahun sebelumnya, kategori sekolah, status sekolah dan data pendukung lainnya antara lain kewilayahan.
  4. Bagi siswa pendaftar dari keluarga kurang mampu dapat mengajukan permohonan bantuan biaya pendidikan Bidikmisi dengan persyaratandan cara mendaftar diunduh melalui laman http://bidikmisi.belmawa.ristekdikti.go.id
  5. Mekanisme seleksi dlakukan dalam 2 (dua) tahapan yaitu: (a) pendaftar diseleksi di PTN pilihan pertama berdasarkan urutan pilihan program studi, (b) pendaftar yang memilih dua PTN, apabila dinyatakan tidak lulus pada PTN pilihan pertama, maka akan diseleksi di PTN pilihan kedua berdasarkan urutan pilihan program studi dan ketersediaan daya tampung
  6. Pengambilan keputusan kelulusan calon mahasiswa baru SNMPTN dilakukan dalam rapat yang dihadiri oleh; Panitia Nasional, Dikti dan Pimpinan PTN dengan memperhatikan kriteria kelulusan calon mahasiswa dan daya tampung universitas. Hasil SNMPTN diumumkan secara online melalui laman resmi SNMPTN http://pengumuman.snmptn.ac.id
  7. Jumlah peminat yang mengikuti seleksi melalui SNMPTN di UNPATTI adalah: tahun 2013 sebanyak 4811 orang, tahun 2014 sebanyak 4212 orang dan tahun 2015 sebanyak 5718 orang. (Sumber: http://www.snmptn.ac.id tahun 2016)

(2). Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN)
SBMPTN tahun 2013 dan setelahnya, merupakan pengganti dari Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Jalur Ujian Tertulis sebelum Tahun 2013. Menindaklanjuti kebijakan rekruitmen dan seleksi calon mahasiswa baru melalui jalur SBMPTN di UNPATTI, maka rektor membentuk panitia lokal yang diangkat dengan SK Rektor No 370/UN13/SK/2015, dan dikoordinir oleh suatu Panitia Nasional yang diangkat dengan SK Mendikbud. Panitia lokal bertugas melakukan sosialisasi, mempersiapkan dan melaksanakan SBMPTN. Proses rekruitmen dan seleksi mahasiswa baru jalur SBMPTN dilaksanakan sebagai berikut.

  1. Prosedur pendaftaran, pengelolaan dokumen ujian, pengelolaan ujian tertulis, pengelolaan ujian keterampilan, validasi data, seleksi, alokasi dan pengumuman hasil, serta monitoring dan evaluasi diatur dengan POB jalur SBMPTN. Isi Prosedur Operasional Baku memuat; latar belakang, tujuan, ketentuan umum, ketentuan khusus, instruksi kerja, jadwal dan penanggung jawab kegiatan. Panitia lokal membuat persiapan dan melaksanakan ujian sesuai POB jalur SBMPTN.
  2. Instrumen yang digunakan adalah sarana prasarana yang dilibatkan dalam SBMPTN seperti laman; http://www.sbac.id POB, borang pendaftaran, materi/soal ujian, LJUN dan instruksi kerja untuk ujian keterampilan yang terpisah dari POB karena mengandung informasi rahasia terkait dengan materi uji.
  3. Kriteria, ketentuan dan persyaratan mulai dari pendaftaran, pelaksanaan ujian tulis dan/atau keterampilan, sampai dengan kelulusan; adalah sebagai berikut; (a) pendaftaran, pendaftaran dilakukan secara online dengan aplikasi, input data prodi, manajemen Panlok, manajemen panitia pelaksana, manajemen PTN dan ujian keterampilan, (b) peserta, lulusan SLA paling lama 2 (dua) tahun sebelumnya, setiap peserta dapat memilih 3 (tiga) prodi sehingga diperhitungkan sebagai 3 (tiga) peminat, (c) peserta yang dinyatakan tidak valid setelah divalidasi tidak diikutsertakan dalam proses pemeriksaan hasil ujian, (d) penilaian, penilaian dilakukan berdasarkan skor mata uji yang telah ditransformasi menjadi skor terstandar berbasis CEEB, (e) pemeringkatan peserta menurut kelompok Saintek dan Soshum, yang diurut mulai dari nilai tertinggi sampai nilai terendah, (f) penetapan kelulusan, kelulusan seorang peserta ditentukan berdasarkan daya tampung prodi yang dipilihnya. Prosedur penentuan kelulusan dilakukan dengan alokasi peserta sesuai dengan nilai capaiannya pada prodi pilihannya, (g) untuk prodi tertentu (Penjaskesrek di UNPATTI) peserta diharuskan mengikuti ujian keterampilan.
  4. Pemeriksaan hasil ujian. Pemeriksaan hasil ujian dilaksanakan secara terpusat pada Pusval yang telah ditentukan. Untuk UNPATTI pemeriksaan dilaksanakan di Pusval ITS yang menangani Wilayah IV dan sebagian Wilayah III.
  5. Beasiswa Bidikmisi. Calon peserta SBMPTN yang memiliki keterbatasan ekonomi dapat memanfaatkan beasiswa Bidikmisi yang disediakan oleh pemerintah. Peserta harus membuat permohonan dan apabila disetujui calon peserta tersebut akan mengikuti ujian SBMPTN tanpa perlu membayar biaya ujian. Demikian juga, apabila calon peserta tersebut lolos seleksi, maka calon peserta tersebut akan memperoleh beasiswa Bidikmisi selama mengikuti kuliah di PTN.
  6. Pengambilan keputusan kelulusan dilaksanakan dalam suatu rapat bersama antara Pimpinan universitas, dan Panitia Nasional Pelaksana SBMPTN, dengan memperhatikan rangking nilai capaian ujian calon mahasiswa dan daya tampung universitas. Hasilnya kemudian diumumkan melalui laman resmi; http://sbmptn.ac.id. Total peminat yang mendaftar ke UNPATTI yaitu: tahun 2013 sebesar 12370 peminat tahun 2014 sebesar 14814 peminat dan tahun 2015 sebanyak 9579 peminat (Sumber www.sbmptn.ac.id ) tahun 2016.

(3). Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Mandiri (SIMAN)
Universitas Pattimura juga menyelenggarakan penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri untuk program studi sarjana dan pascasarjana. Jalur mandiri adalah model seleksi mahasiswa baru yang dilakukan secara mandiri oleh UNPATTI, untuk memenuhi daya tampung setiap program studi dengan tetap memperhatikan kualitas calon mahasiswa.

Sistem rekruitmen dan seleksi calon mahasiswa baru UNPATTI secara mandiri (SIMAN) mengacu pada Panduan Penerimaan Mahasiswa Baru Mandiri jenjang sarjana dan SOP Penerimaan mahasiswa Pascasarjana

1. Penerimaan Mahasiswa Baru Jenjang Sarjana
Kebijakan rekruitmen dan seleksi calon mahasiswa baru jenjang sarjana secara mandiri (SIMAN) di UNPATTI dilaksanakan oleh suatu panitia yang diangkat oleh Rektor dan diketuai oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dengan sekretaris adalah Kepala Biro AAKPSI. Untuk tahun 2015 panitia diangkat dengan SK Rektor No. 99/UN13/SK/2015. Panitia bertugas untuk melaksanakan sosialisasi baik melalui laman: http//unpatti.ac.id, maupun secara langsung keseluruh daerah di provinsi Maluku. Di samping itu panitia juga bertugas untuk menyusun soal, mencetak soal dan LJU, membuat tata tertib, mempersiapkan dan melaksanakan ujian, dan melakukan pemindaian LJU. Penyusunan soal mengacu pada soal-soal SBNPTN dan melibatkan dosen-dosen dari seluruh fakultas dalam lingkungan UNPATTI. Prosedur dan kriteria pelaksanaan SIMAN mengacu pada panduan penerimaan mahasiswa baru mandiri jenjang sarjana yang diturunkan dari POB SBMPTN. Proses seleksi mahasiswa baru secara mandiri di UNPATTI dapat dijelaskan sebagai berikut.

  1. Prosedur meliputi; pendaftaran, pilihan prodi, pelaksanaan ujian, penentuan kelulusan mengacu pada Panduan Penerimaan Mahasiswa Baru Mandiri jenjang sarjana . Tata cara syarat dan waktu pendaftaran, ketentuan umum, biaya pendaftaran , jadwal seleksi, dan alur dapat diakses pada laman; http://pmb.unpatti.ac.id
  2. Instrumen yang digunakan berupa, Panduan Penerimaan Mahasiswa Baru Mandiri, formulir atau borang pendaftaran, daftar pilihan prodi, kartu tanda peserta, materi ujian, LJU dan laman: http://pmb.unpatti.ac.id
  3. Kriteria SIMAN, meliputi:
  • Proses pendaftaran Seleksi Mandiri dilakukan secara online melalui laman http://pmb.unpati.ac.id. Sedangkan pembayaran biaya pendaftaran dilakukan pada Bank BNI melalui Teller / ATM / Internet Banking. Tahapan pendaftaran Seleksi calon mahasiswa secara mandiri adalah sebagai berikut: (1) mengisi nama, tanggal lahir dan kelas untuk memperoleh KAP dan PIN, (2) mencetak slip pembayaran, (3) melakukan pembayaran di Bank, (4) akses laman pmb dan login menggunakan KAP dan PIN, (5) upload foto terbaru, (6) mengisi biodata diri, (7) mengisi data pendidikan, (8) memilih program studi (dipilih 2 prodi), (9) mencetak kartu peserta dan siap ikut ujian.
  • Ketentauan umum: (1) Untuk kelas regular I dan Kedokteran; bagi siswa lulusan dua tahun sebelumnya (sudah memiliki ijazah pendidikan terakhir) dan lulusan tahun berjalan ( minimal memiliki surat keterangan kelulusan pendidikan terakhir), dan memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak menggangu kelancaran proses studi (2) Untuk kelas regular II, bagi siswa lulusan sebelum tahun berjalan, sudah harus memiliki ijazah/transkrip nilai dan atau sudah bekerja dengan dibuktikan Surat Keterangan Bekerja dari instansi atau Perusahaan dibubuhi cap stempel yang sah, serta wajib menunjukan surat izin kuliah dari pimpinan instansi/ unit tempat bekerja, (3) Sanggup memenuhi Tata Tertib Kehidupan Kampus dan memenuhi semua persyaratan sebagai mahasiswa UNPATTI, termasuk biaya belajar berupa Uang Kuliah Tunggal yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan berlaku.
  • Materi Tes Tertulis. Semua peserta seleksi wajib mengikuti tes tertulis. Sedangkan tes keterampilan hanya wajib diikuti oleh peserta yang memilih program studi Penjaskesrek. Adapun materi tes tertulis dapat dilihat pada Tabel 3.1. berikut.

Tabel 3.1 Materi Tes Tertulis Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru

Waktu Kegiatan
a. Tes Tertulis
Penjelasan Umum
Tes Potensial Akademik (TPA)
Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris
Tes Bidang Umum sesuai kelompok (IPA dan IPS)
b. Tes Keterampilan
Tes keterampilan untuk jurusan / prodi Penjaskesrek

d) Penskoran

  • Peserta mengerjakan ujian tertulis dalam LJU dengan menggunakan pensil 2B dengan cara mengoles. Berdasarkan jawaban peserta dan kunci yang telah disusun oleh tim penyusun soal seleksi, dilakukan skoring sesuai dengan bidang mata uji,
  • Skor mentah dari setiap peserta untuk tiap-tiap mata uji dikonversi menjadi z-skor dan kemudian dikonversikan menjadi skor college entrance examination board (CEEB),
  • Untuk peserta yang memilih program studi yang mewajibkan tes keterampilan (olahraga), maka nilai akhir peserta diperoleh dari akumulasi nilai ujian tulis dan nilai ujian keterampilan, sedangkan selainnya adalah Nilai Akhir (NA) = Nilai Tes Tertulis,
  • Dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru ini, peserta dinilai berdasarkan skor hasil tes tertulis, tidak melihat asal daerah, agama, suku, ras, jenis kelamin dan kedudukan sosial,
  • Setelah didapatkan Nilai Akhir, masing-masing peserta diranking sesuai dengan pilihan prodinya,
  • Peserta yang dinyatakan lolos seleksi adalah mereka yang masuk daya tampung prodi sesuai kuota yang telah ditetapkan untuk SIMAN.

(4) Pengambilan Keputusan.
Hasil perankingan kemudian dibawa ke dalam rapat yang diikuti oleh panitia, pimpinan universitas dan pimpinan fakultas dengan agenda penetapan kelulusan calon mahasiswa baru yang diterima melalui jalur seleksi mandiri. Pengumuman hasil kelulusan dilakukan secara online melalui laman: http://www.unpatti.ac.id, atau koran terbitan provinsi yang ditunjuk.

Jumlah peminat SIMAN, yaitu jumlah peserta dikali dua, karena setiap siswa mempunyai dua pilihan prodi. Untuk tahun 2013 jumlah peminat = 5370 peminat, tahun 2014 = 6464 peminat dan tahun 2015 = 6762 peminat.

2. Penerimaan Mahasiswa Baru Pascasarjana
Kebijakan
penerimaan mahasiswa baru Program Pascasarjana (S2 dan S3) di UNPATTI dilaksanakan dengan memberikan kewenangan kepada setiap prodi untuk menyelenggarakan rekruitmen dan seleksi calon mahasiswa baru pada prodi tersebut. Seleksi dilakukan oleh panitia yang diangkat dengan SK Rektor No.1483/UN13/SK/2015 yang dikoordinir oleh Direktur Pascasarjana dan diketuai oleh Ketua Prodi bersangkutan. Proses seleksi dilakukan sebagai berikut:

  • Prosedur seleksi dilaksanakan dengan mengacu pada SOP penerimaan mahasiswa baru program Pascasarjana. Tahap pertama adalah mengumumkan tanggal pendaftaran, jenis program yang ditawarkan, serta persyaratan umum calon mahasiswa pascasarjana melalui media masa dan pengiriman leaflet ke instansi-instansi baik pemerintah, perguruan tinggi negeri maupun swasta dan pihak perorangan.
  • Instrumen yang digunakan; berupa SOP penerimaan mahasiswa baru Pascasarjana, materi ujian, leaflet dan media massa yang digunakan untuk sosialisasi dan pengumuman. SOP yang digunakan adalah sebagai berikut:
  1. Pembentukan panitia seleksi oleh Direktur Program Pascasarjana UNPATTI pada setiap program studi, yang di angkat dengan SK Rektor.
  2. Panitia melakukan pertemuan untuk membahas dan memutuskan berbagai persiapan dan proses pelaksanaan penerimaan calon mahasiswa
  3. Panitia bersama pimpinan Prorgam Pascasarjana melakukan proses pendaftaran.
  4. Panitia dan Ketua Program Studi melakukan verifikasi terhadap berkas-berkas lamaran.
  5. Panitia mengumumkan hasil verifikasi dan menentukan tanggal ujian masuk.
  6. Panitia menyusun soal-soal ujian dan materi wawancara.
  7. Panitia menyelenggarakan ujian masuk bagi calon mahasiswa. Bentuk ujian adalah ujian tulis dan wawancara.
  8. Panitia melakukan pemeriksaan hasil ujian masuk calon mahasiswa.
  9. Panitia mengadakan rapat untuk mengambil keputusan kelulusan calon mahasiswa.
  10. Panitia mengirim hasil seleksi ujian ke program pascasarjana untuk di laporkan dalam rapat penetapan kelulusan calon mahasiswa pascasarjana.
  11. Program pascasarjana mengumumkan calon mahasiswa yang dinyatakan lulus di media massa dan pada papan pengumuman di kampus, serta pemberitahuan melalui surat kepada mahasiswa yang tidak berdomisili di Ambon.
  12. Program pascasarjana menerbitkan surat panggilan masuk bagi mahasiswa baru
  13. Mahasiswa baru mendaftar di registrasi UNPATTI, registrasi program pascasarjana dan registrasi program studi.
  • Kriteria dan syarat-syarat, adalah sebagai berikut; (a) pelamar mahasiswa baru program pascasarjana, adalah lulusan sarjana (S1) tahun berjalan dan tahun sebelumnya, berasal dari prodi sejenis dan atau prodi lain, memiliki IPK sekurang-kurangnya 3.0, (b) lulusan yang berasal dari prodi lain yang tidak sejenis harus mengikuti program matrikulasi (c) lolos verifikasi (d) calon mahasiswa yang dinyatakan lulus ujian tulis, harus mengikuti wawancara (e) yang dinyatakan diterima sebagai calon mahasiswa pascasarjana UNPATTI adalah calon yang lolos seleksi wawancara
  • Pengambilan keputusan dilakukan dalam rapat bersama antara, pimpinan Pascasarjana, Kaprodi dan Panitia Seleksi untuk menentukan kelulusan dengan memperhatikan nilai ujian setiap calon mahasiswa. Hasil seleksi diumumkan melalui media masa, papan pengumuman Program Pascasarjana dan/atau pemberitahuan melalui surat kepada mahasiswa yang berada di luar kota Ambon.

3. Penerimaan Mahasiswa Baru Program Pendidikan Kedokteran sebelum menjadi Fakultas (sebelum tahun 2013).
Penerimaan mahasiswa baru pada Program Pendidikan Dokter (PPD) di UNPATTI yang dimulai dari Tahun 2008 – 2012 dilaksanakan secara terpisah dari SIMAN UNPATTI dan menggunakan SOP sendiri. SOP seleksi Penerimaan mahasiswa baru pada PPD UNPATTI dapat dijelaskan berikut ini,

Tujuan
SOP ini bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang:

  • Kriteria calon peserta seleksi mahasiswa baru PPD UNPATTI,
  • Penguji dalam proses seleksi mahasiswa baru PPD UNPATTI,
  • Materi seleksi penerimaan mahasiswa baru PPD UNPATTI,
  • Proses seleksi penerimaan mahasiswa baru PPD UNPATTI

Ruang Lingkup
SOP ini meliputi:

  • Kriteria dan persyaratan yang diperlukan dalam proses seleksi penerimaan mahasiswa baru PPD,
  • Tugas, wewenang dan tanggung jawab pihak-pihak yang terlibat dalam proses seleksi penerimaan mahasiswa baru PPD.

Definisi
Seleksi penerimaan mahasiswa baru adalah proses yang hams dilakukan calon mahasiswa untuk mendaftar, mengikuti seleksi dan diterima sebagai mahasiswa baru pada PPD UNPATTI melalui sistem seleksi internal. PPD UNPATTI merupakan salah satu Institusi Pendidikan Dokter. Menurut Standar Pendidikan Profesi Dokter (2008), Institusi Pendidikan (Profesi Dokter) adalah institusi yang melaksanakan pendidikan profesi dokter baik dalam bentuk fakultas, jurusan atau program studi yang merupakan pendidikan universitas (academic entity).

Referensi
Standar Pendidikan Profesi Dokter, KKI, 2006.

Prosedur

Peserta
Peserta seleksi calon mahasiswa PPD UNPATTI Ambon adalah lulusan SMA IPA pada masing-masing kabupaten/kota di Provinsi Maluku maupun dari luar Provinsi Maluku, dengan kriteria peserta adalah:

Kriteria Umum:
Berdasarkan Standar Pendidikan Profesi Dokter yang dikeluarkan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), 2006, dijelaskan bahwa: Calon mahasiswa program studi profesi dokter harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

  • Lulus SMA atau setara dari jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA),
  • Lulus seleksi penerimaan mahasiswa yang diadakan oleh institusi pendidikan yang bersangkutan, yang meliputi tes akademik atau memiliki prestasi khusus, tes psikologi, dan tes kesehatan. Berdasarkan kriteria ini maka disusun kriteria khusus dan materi seleksi sesuai kriteria dimaksud.

Kriteria Khusus:

  • LuIusanSMA / MS IPA,
  • Foto copy Ijazah terakhir dilegalisir,
  • Memiliki Nilai Ujian Nasional untuk mata pelajaran matematika, fisika, biologi dan bahasa Inggris minimal 7,
  • Foto Copy Laporan Pendidikan semester 3-4 dan 5-6,
  • Pas foto latar belakang biru ukuran 3 x 4 cm 3 lembar,
  • Surat Keterangan kesanggupan biaya orang tua,
  • Mengisi form biodata yang disediakan panitia.

Penguji
Penguji dalam kegiatan seleksi penerimaan mahasiswa baru dibentuk oleh Rektor UNPATTI, terdiri dari unsur dosen PPD UNPATTI dan didampingi para guru besar dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya dan Universitas Hasanuddin Makassar.

  • Materi seleksi
  • Seleksi Akademik (Seleksi Tahap 2)

Materi seleksi mengacu pada penguasaan tiga kompetensi dasar yang menjadi faktor pendukung keberhasilan studi pada PPD UNPATTI yaitu:

  • Tes Potensi Akademik (TPA),
  • Penguasaan Sains (Biologi, Fisika dan Kimia),
  • Penguasaan Bahasa Inggris.
  • Seleksi Wawancara (Seleksi tahap 3)

Materi seleksi wawancara mencakup:

  • Kepribadian,
  • Motivasi,
  • Empati,
  • Kerjasama,
  • Kemampuan berbahasa Inggris.

Tes Kesehatan (Seleksi Akhir)
Tes kesehatan merupakan tes akhir yang dianggap menentukan peserta dengan kesehatan yang merupakan faktor pendukung ketercapaian pendidikan pada PPD UNPATTI meliputi:

  • Buta warna,
  • Penyakit dalam,
  • THT,
  • Tes memori.

Proses seleksi

  • Calon peserta seleksi melakukan proses pendaftaran sesuai kriteria umum dan khusus,
  • Panitia melakukan seleksi berkas dan menentukan peserta yang lulus seleksi berkas (seleksi tahap 1),
  • Peserta yang lulus seleksi tahap 1, selanjutnya mengikuti Tes Akademik (seleksi tahap 2) dengan materi seleksi yang ditetapkan,
  • Tim penguji memeriksa soal tes, dan hasil ujian dianalisis panitia untuk menentukan kelulusan tes tahap 2,
  • Peserta yang lulus tes tahap 2, selanjutnya mengikuti Tes Wawancara (seleksi tahap 3),
  • Peserta yang lulus pada seleksi tahap ke 3, selanjutnya mengikuti tes kesehatan (seleksi akhir) dan peserta yang lulus seleksi tahap akhir, merupakan peserta yang diterima sesuai kuota yang ditentukan PPD UNPATTI

(6) Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab
Kegiatan seleksi penerimaan mahasiswa baru PPD UNPATTI dilaksanakan oleh bidang akademik dengan dengan komposisi panitia dibentuk oleh Rektor Universitas Pattimura. Komposisi panitia terdiri dari: Penanggung jawab, Koordinator, Ketua panitia, Sekretaris panitia, Tim Seleksi Akademik dan Tim Pemeriksaan kesehatan.

Tim seleksi akademik dan Tim pemeriksaan kesehatan bertanggung jawab kepada ketua panitia. Ketua panitia bertanggung jawab kepada Rektor melalui pembantu Rektor Bidang Akademik.

(7) Diagram Alir Seleksi Penerimaan Mahasiswa

Kegiatan U n i t Waktu Dokumen
Mhs Universitas PPD & Tim Seleksi PSPD
Pembentukan Tim Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru di PPD dan di SK-an

 

1 1 1 Minggu SK Rektor
Pendaftaran Calon Mahasiswa Baru 2 3 3 Minggu Data/Berkas Pendaftaran Calon Mahasiswa
Proses Seleksi dan Pengumuman Hasil Seleksi Tahap 1-4 6 5 4 4 Minggu Hasil Seleksi Tahap 1-4
Penyerahan Hasil Seleksi Mahasiswa ke Universitas 7 6 1 Minggu Data Mahasiswa Baru (Lulus Seleksi)
Pendaftaran Mahasiswa 8 7 4 Minggu Data Mahasiswa yang Mendaftar Ulang
Data Mahasiswa Baru Disampaikan ke PPD dan PSPD 8 9 9 1 Minggu Data Mahasiswa yang Mendaftar Ulang & KRS
Orientasi Pengenalan Kampus (OSPEK) Mahasiswa Baru di PSPD dan Universitas 11 10 10 1 Minggu Laporan Kegiatan OSPEK

Setelah Program Pendidikan Dokter (PPD) UNPATTI resmi menjadi Fakultas Kedokteran yaitu pada tahun 2013, maka seleksi mahasiswa baru program studi kedokteran yang dilakukan secara mandiri terintegrasi dengan SIMAN UNPATTI.

3.1.2 Jelaskan kebijakan mengenai penerimaan mahasiswa yang memiliki potensi akademik dan kurang mampu secara ekonomi, fisik, serta implementasinya.

UUD 1945 pasal 31, ayat 1 mengamanatkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, sehingga negara wajib melindungi hak seluruh warga negara untuk mendapatkan akses pendidikan, termasuk pada tingkat perguruan tinggi. Hal ini juga telah diamanatkan dalam UU nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Pasal 5 ayat 1. Kemudian, dalam rangka menjamin dan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, sebagaimana yang diamanatkan dalam UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, maka yang berhak mendapatkan layanan pendidikan tinggi di Universitas Pattimura adalah mereka yang telah lulus seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri, melalui kebijakan jalur penerimaan SNMPTN, SBMPTN, dan SIMAN. Kebijakan penerimaan mahasiswa baru melalui SIMAN, dimaksudkan untuk memberikan peluang yang lebih besar kepada calon mahasiswa dari daerah Maluku, yang berlatar belakang ekonomi lemah ( Maluku adalah Propinsi yang memiliki peringkat 33 termiskin di Indonesia) untuk mengikuti pendidikan di UNPATTI.

Mahasiswa yang berprestasi akademik tinggi, yang telah lolos seleksi tetapi tidak mampu secara ekonomi akan diberikan beasiswa sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan adanya program pemerintah berupa pemberian beasiswa Bidikmisi, mahasiswa baru UNPATTI yang menerima beasiswa semakin banyak. Menindaklanjuti program pemerintah tentang pemberian beasiswa Bidikmisi, dibentuk suatu tim penjaringan penerima beasiswa Bidikmisi dengan SK Rektor No. 1387/UN13/SK/2015. Mahasiswa yang terpilih dalam penjaringan kemudian ditetapkan dengan Surat Keputusan Rektor (untuk tahun 2015 dengan SK Rektor No. 1447/UN13/SK/2015), sedangkan untuk penerima beasiswa Bidikmisi 2012-2014 ditetapkan dengan SK Rektor No. 9182/UN13/SK/2015. Jumlah penerima beasiswa mahasiswa UNPATTI dalam 3 (tiga) tahun terakhir dapat dilihat pada Tabel 3.2 berikut ini.

Tabel 3.2. Jumlah mahasiwa yang menerima beasiswa 3 (tiga) tahun

No. Nama Beasiswa 2013 2014 2015
1 Bidikmisi + PPA + IPTEK (Dikti) 3128 3002 2759
2 Supersemar + Supersemar Unggulan 71 77 78
3 Bank Indonesia 36 40 40
4 Inpex 33 33
5 Pertamina 10 10
6 BNI 3 3
7 Adik Papua 43
8 PT Angkasapura II 77
9 PT Taspen 50
10 PT Jarum Foundation 4
Jumlah 3369 3165 2963

Di samping itu UNPATTI juga menyelenggarakan Program Affirmasi Papua dan mendapat alokasi beasiswa sebanyak 43 orang untuk tahun 2015. Ketentuan dan persyaratan pemberian beasiswa yang diberikan oleh Kemenristekdikti dan Supersemar ditetapkan dengan Surat Keputusan Rektor (untuk tahun 2015, SK Rektor No.1465/UN13/SK/2015 untuk beasiswa PPA, SK Rektor No. 123/ UN13/SK/2015 untuk beasiswa Supersemar), sedangkan beasiswa yang diberikan oleh instansi lain, ditetapkan sesuai perjanjian kerjasama dengan UNPATTI.

Usaha-usaha lain untuk membantu mahasiswa kurang mampu secara ekonomi dilakukan melalui kerjasama dengan Pemda Propinsi maupun Kabupaten/Kota terutama beasiswa untuk jurusan tertentu seperti Kedokteran, dan rencana jurusan Perminyakan, dan Pertambangan.

Kebijakan yang ditempuh untuk mahasiswa yang memiliki kelemahan fisik dan berkebutuhan khusus terimplementasi dalam Standar Mutu Sarana dan Prasarana Pembelajaran SPMI UNPATTI yaitu pada Bab VII angka 11.e dan angka 34 – 36. Angka 11.e menyatakan bahwa, setiap ruangan kuliah harus dilengkapi dengan kursi kuliah bagi mahasiswa berkebutuhan khusus (kidal) paling kurang 2 (dua) buah. Sedangkan angka 34 – 36 prinsipnya mengharuskan UNPATTI untuk menyediakan sarana dan prasarana yang dapat diakses oleh mahasiswa yang memiliki kelemahan fisik, antara lain seperti lerengan (ramp) untuk pengguna kursi roda, jalur pemandu (guiding block) di jalan atau koridor di lingkungan kampus, peta/denah kampus atau gedung dalam bentuk peta/denah, dan toilet atau kamar mandi untuk pengguna kursi roda.

Selama ini calon mahasiswa yang masuk dan diterima di UNPATTI, belum ada yang memiliki kelemahan fisik. Meskipun demikian, Sepanjang UNPATTI berdiri tidak pernah ada diskriminasi terhadap mahasiswa yang kurang mampu secara ekonomi maupun mahasiswa yang memiliki kelemahan fisik, dan senantiasa berpijak pada UUD 1945 pasal 31 ayat 1 dan UU No 20 tahun 2003 Pasal 5 Ayat 1.

3.1.3 Jelaskan kebijakan mengenai penerimaan mahasiswa berdasarkan prinsip ekuitas (SARA-suku, agama, ras, antar golongan, gender, status sosial, dan politik).

Pada dasarnya UUD 1945 dan UU No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan memberikan kesempatan yang sama dan seluas-luasnya kepada seluruh calon mahasiswa baru di seluruh Indonesia tanpa membedakan dan memandang kepada suku, agama, ras, antar golongan, gender, kedudukan sosial dan pandangan politik pendaftar atau keluarganya untuk masuk di UNPATTI. Semua mempunyai hak akses yang sama dengan mengedepankan kualitas untuk dapat belajar di UNPATTI. Hal ini dijamin dengan adanya kebijakan sistem rekruitmen mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN, jalur SBMPTN, dan jalur SIMAN UNPATTI, karena dilakukan secara online, yang artinya dilakukan dengan prinsip ekuitas tanpa membedakan Suku, Agama, Ras, Antar golongan, Gender, Kedudukan sosial dan Politik.

Di samping itu implementasi secara konsisten dari sistim online dapat menjamin kredibilitas, transparansi dan akuntabilitas, yang tercermin dalam ketentuan tentang; persyaratan pendaftaran, sistem penilaian dan skoring atau penentuan kelulusan calon mahasiswa. Dalam ketentuan tersebut tidak terdapat satupun persyaratan atau pernyataan yang membedakan pendaftar selaku calon mahasiswa baru yang terkait dengan unsur SARA atau lainnya. Jadi selama calon mahasiswa tersebut memenuhi persyaratan akademik yang ditentukan, maka calon mahasiswa tersebut akan diterima di UNPATTI. Implementasi dari kebijakan sistem rekruitmen melalui sistem online ini tercerimin dari komposisi mahasiswa UNPATTI (2015) yang sangat plural dilihat dari sisi:

  1. gender, laki-laki sekitar 47 % dan perempuan sekitar 53 % ,
  2. status sosial, sekitar 80 % mahasiswa berasal dari daerah-daerah yang umumnya petani/nelayan dengan latar belakang ekonomi lemah,
  3. berbagai suku dan ras (Tionghoa, Arab dan berbagai suku yang berasal 34 propinsi di Indonesia,),
  4. agama, agama yang dianut oleh mahasiswa di UNPATTI antara lain ; agama Islam, Protesten, Katolik, dan agama lainnya,
  5. politik, setiap orang mempunyai pandangan politik yang berbeda karena dijamin oleh sistem demokrasi di Indonesia, demikian pula dengan mahasiswa UNPATTI tidak dilarang berorganisasi dan memiliki pandangan politik sendiri, sepanjang tidak bertentangan dengan Pancasila.

Sejak berdirinya, UNPATTI tidak pernah diskriminatif dalam penerimaan mahasiswa baru dilihat dari sisi; SARA-suku, agama, ras, antargolongan, gender, status sosial, dan politik, dan tetap berpedoman pada amanat UUD 45 dan UU No 20 Tahun 2003.

3.1.4 Jelaskan kebijakan mengenai penerimaan mahasiswa yang berdasarkan prinsip pemerataan wilayah asal mahasiswa, serta informasi mengenai jumlah provinsi asal mahasiswa.

Kebijakan Universitas Pattimura dalam penerimaan mahasiswa dari propinsi lain yang diselenggarakan melalui SNMPTN, SBMPTN, dan SIMAN dilakukan secara online sehingga memungkinkan calon mahasiswa dari daerah lain di luar Maluku dapat melamar di UNPATTI. Di samping itu pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara online memungkinkan sosialisasi program studi dan keunggulan-keunggulannya, ke seluruh pelosok tanah air bahkan luar negeri melalui laman, www.unpatti.ac.id dan sub domain setiap fakultas. Melalui media online, informasi penerimaan mahasiswa baru di UNPATTI dapat diakses secara cepat tanpa terkendala oleh ruang dan waktu, yang memungkinkan dan memberi peluang sebesar-besarnya kepada seluruh calon mahasiswa dari seluruh pelosok tanah air untuk mendaftar di UNPATTI.

Seiring dengan semakin kondusifnya keamanan di daerah ini, minat calon mahasiswa yang berasal dari luar Maluku untuk melanjutkan kuliah di UNPATTI dalam beberapa tahun terakhir mulai meningkat, baik melalui jalur SNMPTN, SBMPTN maupun SIMAN. Di samping itu, visi UNPATTI yang berorientasi kelautan menjadi daya tarik tersendiri bagi calon mahasiswa untuk menimba ilmu di universitas ini. Calon mahasiswa yang mendaftar dan berminat masuk di UNPATTI melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN pada 3 (tiga) tahun terakhir, berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti terlihat pada Tabel 3.3  berikut ini.

Tabel 3.3 Daftar calon mahasiswa dari berbagai propinsi di Indonesia, melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN Tahun 2013-2015

No. Asal Daerah (Propinsi) Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015
1 Aceh 1 3
2 Sumatra Utara 19 46 50
3 Sumatra Barat 2 7 6
4 Riau 8 3
5 Kepulauan Riau 1 4
6 Jambi 1
7 Bengkulu 6 1
8 Bangka Belitung 1
9 Sumatra Selatan 2 4
10 Lampung 4 6
11 Banten 2 5
12 DKI 32 17 24
13 Jawa Barat 27 34 39
14 Jawa Tengah 11 13 13
15 DI Jogyakarta 6 3 2
16 Jawa Timur 23 40 37
17 Bali 2 3 3
18 Nusa Tenggara Barat 1 1 3
19 Nusa Tenggara Timur 7 21 9
20 Kalimantan Barat 2
21 Kalimantan Tengah 1 1
22 Kalimantan Timur 4 5 4
23 Kalimantan Selatan 1 4
24 Kalimantan Utara 2 2
25 Sulawesi Utara 11 25 12
26 Sulawesi Tengah 1 6 5
27 Gorontalo 6 3 3
28 Sulawesi Barat 1 1 3
29 Sulawesi Selatan 59 63 50
30 Sulawesi Tenggara 128 183 120
31 Maluku Utara 109 142 159
32 Papua Barat 53 83 66
33 Papua 43 69 60
34 Luar Negeri 2
35 Maluku 16612 18236 14808
Total 17180 19026 15297

 Sumber: www.smnptn.ac.id tahun 2016

Walaupun peminat calon mahasiswa dari luar propinsi Maluku yang memilih UNPATTI jumlahnya masih kecil, namun semua provinsi sudah terwakili, bahkan 2 orang dari luar negeri. Terlihat bahwa jumlah peminat dari luar Maluku, tahun 2013 sebanyak 568 orang, tahun 2014 sebanyak 790 orang orang dan tahun 2015 sebanyak 688 orang dan Luar Negeri 2 orang. Universitas Pattimura juga mendapat tugas untuk menyelenggarakan program yang diturunkan dari Dikti yaitu penerimaan mahasiswa asal Papua yang disebut ADIK Papua. Sampai pada tahun 2015 jumlah mahasiswa ADIK Papua sebanyak 43 orang. Kedepan UNPATTI akan melakukan usaha yang lebih sistematis dengan mengedepankan promosi yang terintegrasi antara keunggulan setiap prodi, pemberian beasiswa, budaya orang Maluku, kekayaan sumberdaya alam laut dan keindahan kota Ambon dan propinsi Maluku.

3.1.5 Profil Mahasiswa

Tuliskan data seluruh mahasiswa program jalur akademik (S-1, S-2, S-3), profesi (profesi, spesialis 1, spesialis 2), dan vokasi (D-1, D-2, D-3, D-4) dalam lima tahun terakhir dengan mengikuti format Tabel 3.4 berikut.

Tabel 3.4. Profil mahasiswa UNPATTI Program S-1, S-2, S-3

Tahun AkademikDaya TampungJumlah Calon
Mahasiswa Ikut Seleksi
Jumlah Calon
Mahasiswa Lulus Seleksi
Jumlah Mahasiswa Baru
Regular bukan Transfer
Jumlah Mahasiswa Baru Transfer*Jumlah Total Mahasiswa
(Student Body) Reguler bukan Transfer
Jumlah Total Mahasiswa (Student Body) Transfer*
(1)(2)(3)(4)(5)(6)(7)(8)
TS-4
2011
42001363741974178-16623-
TS-3
2012
42001512340633781-16889-
TS-2
2013
58002365556765349171845017
TS-1 201462002641361835823572004474
TS
2015
600023231576756842109574
Jumlah26400102059258862481574--

Program Profesi (Profesi, Spesialis-1, Spesialis-2)
TS-4  –  –  –  –
TS-3  –  –  –  –
TS-2  –  –  –  –
TS-1  –  –  –  –
TS  –  –  –  –
Jumlah  –  –  –  –
Program Vokasi (D-1, D-2, D-3, D-4)
TS-4  –  –  –
TS-3  –  –  –
TS-2  –  –  –
TS-1  –  –  –
TS  –  –  –
Jumlah  –  –  –
Total Mahasiswa pada TS NMR =- NMT =

Catatan: TS:Tahun akademik penuh terakhir saat pengisian borang
1) Mahasiswa transfer adalah mahasiswa yang masuk ke institusi perguruan tinggi dengan mentransfer mata kuliah yang telah diperolehnya dari perguruan tinggi lain.

Mahasiswa transfer yang diakomodir dalam tahun 2014 mengacu pada Peraturan Senat UNPATTI No 02 Tahun 2014 dan Peraturan Akademik No. 2 Tahun 2014 Bab X Bagian ke-2 pasal 91, sedangkan tahun 2013 mengacu pada SK Rektor No 143a/J13/SK/2004 tentang Peraturan Akademik tahun 2004.

3.1.6 Jelaskan tata cara dan instrumen yang digunakan untuk mengetahui kepuasan mahasiswa terhadap layanan kemahasiswaan.

Penyelenggaraan survei kepuasan mahasiswa terhadap layanan kemahasiswaan dilaksanakan pada tingkat universitas dan program studi. Survei pada tingkat universitas diarahkan pada penjaringan kepuasan mahasiswa terhadap layanan administrasi, sedangkan pada program studi diarahkan pada proses pembelajaran. Penyelenggaraan survei pada tingkat universitas dilaksanakan oleh suatu Tim yang dikoordinir oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan. Tim yang terdiri dari Staf Wakil Rektor bidang kemahasiswaan dan staf KPM diangkat dengan SK Rektor No. 934/UN13/SK/2015 (untuk survei tahun 2015). Sedangkan Tim survei kepuasan mahasiswa terhadap layanan kemahasiswaan pada tingkat jurusan/prodi survei dilaksanakan oleh Tim Koordinasi Semester (TKS) dibawah koordinasi Ketua jurusan/prodi.

Tim survei baik pada tingkat universitas maupun jurusan/prodi bertugas untuk mengidentifikasi jenis layanan yang akan disurvei, menyiapkan instrumen yaitu kuesioner, melaksanakan survei dan menganalisa hasil survei. Jenis layanan yang diangkat untuk disurvei pada tingkat universitas terdapat 4 (empat) jenis layanan, sedangkan pada tingkat jurusan/prodi layanan yang disurvei adalah layanan proses pembelajaran.

Tata cara dan instrumen yang digunakan untuk mengetahui kepuasan mahasiswa terhadap layanan kemahasiswaan baik pada tingkat universitas adalah sebagai berikut:

1. Tata cara. Untuk mengetahui kepuasan mahasiswa terhadap layanan kemahasiswaan maka langkah-langkah yang dilakukan adalah;

  • Identifikasi jenis layanan kemahasiswaan, yang dilakukan berdasarkan pertimbangan layanan yang kritis.. Hasil identifikasi jenis layanan kemahasiswaan yang akan dinilai oleh mahasiswa adalah; (a) layanan mendapat izin kegiatan, (b) layanan izin penggunaan fasilitas kemahasiswaan,( c) layanan untuk memperoleh beasiswa dan (d) layanan pendaftaran ulang.
  • Identifikasi populasi mahasiswa yang terlibat dalam 4 jenis layanan tersebut, adalah; (a) populasi mahasiswa yang mendapat layanan izin penggunaan fasilitas dan izin kegiatan adalah mahasiswa yang terlibat dalam organisasi kemahasiswaan (BEM, DPMU dan UKM), (b) layanan beasiswa, populasinya berasal dari seluruh penerima beasiswa pada tahun 2015, (c) untuk layanan pendaftaran ulang populasinya adalah seluruh mahasiswa UNPATTI yang masih aktif. Berdasarkan jenis layanan dan jumlah mahasiswa yang dilayani maka untuk kebutuhan analisis, metode survei menjadi pilihan dan untuk pengambilan data dilakukan pendekatan dengan menggunakan teknik simple random sampling setelah dilakukan pendekatan secara stratified random sampling berdasarkan jenis fakultas dan organisasi kemahasiswaan yang ada di UNPATTI.
  • Penentuan metode analisis yang dipakai. Dalam survei ini digunakan metode analisis deskriptif untuk mencari nilai rata-rata umum (rerata) dan rata-rata setiap substansi/atribut dari instrumen yang digunakan.

2. Instrumen berupa kuesioner diuji kesahihannya dan keandalannya sebelum digunakan untuk menjaring kepuasan mahasiswa, di samping itu kuesioner tersebut harus mudah dimengerti dan digunakan. Dalam melaksanakan uji kesahihan dan keandalan kuesioner, tahapan yang perlu dilakukan adalah:

  • Merancang kuesioner dengan karakteristik sebagai berikut: (1) Jumlah pertanyaan/atribut yang dilibatkan: (a) layanan izin kegiatan kemahasiswaan 10 atribut, (b) layanan izin penggunaan fasilitas 10 atribut, (c) layanan beasiswa 13 atribut, dan (d) layanan pendaftaran ulang 15 atribut. (2) Skala penilaian berada diantara nilai 1 – 10, dimana nilai ‘1’ menyatakan sangat kurang dan nilai ‘10’ menyatakan sangat baik.
  • Melaksanakan survei dengan mengambil sampel sebagai berikut: (1) layanan izin kegiatan 24 sampel, (2) layanan izin penggunaan fasiliitas 24 sampel, (3) layanan beasiswa 60 sampel, (4) layanan pendaftaran ulang 210 sampel.
  • Pengujian keandalan dan kesahihan. Hasil uji terhadap instrumen adalah sebagai berikut: (1) Kesahihan (validitas) kuesioner diukur dengan koefisien korelasi r dan apabila nilai r ≥ 0,3, maka kuesioner dikatakan valid atau sahih. Hasil pengukuran adalah sebagai berikut (a) Kuesioner izin kegiatan terdapat 10 atribut, diperoleh r antar atribut berada dalam kisaran yang lebih besar dari 0,3. (b) kuesioner izin penggunaan fasilitas terdapat 10 atribut, diperoleh nilai r antar atribut berada dalam kisaran yang lebih besar dari 0,3, (c) kuesioner pemberian beasiswa terdapat 13 atribut, diperoleh nilai r antar atribut berada dalam kisaran yang lebih besar dari 0,3, (d) kuesioner layanan pendaftaran ulang terdapat 15 atribut, diperoleh nilai r antar atribut dalam kisaran lebih besar dari 0,3. (2) Keandalan (reliabilitas) kuesioner diukur dengan nilai α dan apabila nilai α ≥ 0,6, maka kuesioner dikatakan reliable (andal). Hasil pengolahan data diuraikan sebagai berikut: (a) kuesioner izin kegiatan diperoleh α > 0,6, (b) kuesioner izin penggunaan fasilitas α > 0,6, (c) kuesioner pemberian beasiswa α > 0,6, (d) kuesioner pendaftaran ulang α > 0,6. Dengan demikian maka kuesioner tersebut cukup andal untuk digunakan dalam pengukuran kepuasan mahasiswa.
  • Di samping kuesioner harus sahih dan andal, kuesioner juga harus mudah dimengerti dan digunakan. Oleh karena itu maka pertanyaan dalam kuesioner bersifat tertutup, menggunakan bahasa Indonesia yang baik, dan memiliki panduan pengisian yang jelas.

Survei kepuasan mahasiswa terhadap layanan pembelajaran pada tingkat prodi dilakukan dengan tata cara dan pengujian instrumen seperti pada tingkat universitas. Survei dilakukan pada akhir semester dan dilaksanakan oleh seluruh program studi dalam lingkungan UNPATTI. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang disusun berdasarkan prosedur dan pelaksanaan pembelajaran, dengan tetap memperhatikan ciri khas program studi seperti layanan penggunaan laboratorium. Sebelum digunakan untuk menjaring kepuasan mahasiswa terhadap program pelayanan pembelajaran di program studi, kuesioner tersebut harus diuji kesahiannya dan keandalannya, serta mudah digunakan dan dimengerti.

3.1.7 Jelaskan hasil pelaksanaan pengukuran kepuasan mahasiswa menggunakan instrumen tersebut.

Pelaksanaan pengukuran kepuasan mahasiswa terhadap layanan kemahasiswaan pada tingkat universitas dan program studi dilakukan dengan menggunakan instrumen yang sudah teruji kesahiannya, keandalannya dan mudah digunakan.

1. Pengukuran Kepuasan Layanan Kemahasiswaan pada Tingkat Universitas.

Pengukuran kepuasan mahasiswa pada tingkat universitas dilaksanakan 1 (satu) kali dalam setahun, karena rentang waktu kegiatan biasanya dalam perhitungan tahunan, kecuali untuk pendaftaran ulang yang dilakukan setiap akhir semester.

Kegiatan layanan kemahasiswaan yang diangkat dalam survei kepuasan mahasiswa adalah; (1) layanan izin kegiatan kemahasiswaan, (2) layanan izin penggunaan fasilitas, (3) layanan pemberian beasiswa, dan (4) layanan pendaftaran ulang.

Selanjutnya hasil pelaksanaan pengukuran kepuasan mahasiswa dapat dijelaskan sebagai berikut:

1) Pelaksanaan pengukuran harus dilakukan secara komprehensif, yaitu melibatkan seluruh atribut/komponen dalam sistem pelayanan antara lain; prosedur layanan, personil atau sumber daya manusia, proses layanan (kecepatan pelayanan, transparansi layanan), dokumen kebutuhan layanan dan kesesuaian layanan dengan program kerja. Atribut/komponen tersebut merupakan substansi dalam kuesioner yang dinilai oleh mahasiswa sesuai keyakinannya atau kepuasannya. Hasil pengukuran kepuasan mahasiswa dianalisa mulai dari pengambilan sampel, analisis deskriptif untuk perhitungan rata-rata setiap atribut/komponen, dan perhitungan rata-rata umum (rerata) seluruh atribut/komponen, yang memberikan tingkat kepuasan tertentu dari mahasiswa.

Analisis deskriptif dilakukan berdasarkan skala nilai yang diberikan oleh responden, kemudian menghasilkan nilai kepuasan dengan skor tertentu yaitu; (1) tingkat kepuasan layanan masuk dalam kategori sangat baik (skor A) apabila rerata > 8, (2) kategori baik (skor B) apabila 6 ≤ rerata< 8, (3) kategori cukup (skor C.) apabila 4 ≤ rerata< 6, dan (4) kategori kurang (skor D) apabila rerata < 4. Di samping itu untuk mengetahui atribut/komponen layanan yang perlu mendapat perhatian, maka perlu dilakukan perhitungan rata-rata setiap atribut/komponen dimaksud. Atribut/komponen yang mempunyai nilai rata-rata terendah perlu mendapat perbaikan agar dikemudian hari dapat meningkatkan kepuasan layanan kemahasiswaan.

2) Analisis kepuasan layanan kegiatan kemahasiswaan dilakukan dengan metode deskriptif adalah sebagai berikut;

  • Analisis kepuasan mahasiswa terhadap layanan izin kegiatan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh organisasi kemahasiswaan seperti DPMU, BEM dan UKM-UKM. Jumlah sampel yang diambil sebagai responden sebanyak 24 responden, dan sampel tersebut sudah mewakili seluruh unsur dalam organisasi kemahasiswaan yaitu 11 responden dari UKM, 6 responden dari DPMU, dan 7 responden dari BEM. Hasil perhitungan diperoleh; nilai rerata dari 24 responden dengan 10 atribut/komponen = 7,96 atau kategori baik (B). Atribut/komponen yang mempunyai nilai rata-rata tertinggi = 8,45 yaitu komponen pemahaman responden terhadap prosedur formal layanan izin kemahasiswaan, dan rata-rata terendah = 6,01 yaitu komponen kecepatan layanan.
  • Analisis kepuasan mahasiswa terhadap izin layanan penggunaan fasilitas. Layanan ini diberikan untuk kegiatan yang dikoordinir atau dilaksanakan oleh organisasi kemahasiswaan seperti BEM, DPMU dan UKM-UKM. Jumlah sampel yang diambil sebesar 24 responden yang mewakili seluruh unsur organisasi kemahasiswaan. Hasil perhitungan diperoleh; rerata dari 24 responden dan 10 atribut/komponen = 7,15 kategori baik (B), Atribut/komponen yang mempunyai nilai tertinggi rata-rata = 7,94 adalah atribut/komponen pemahaman terhadap prosedur layanan, dan rata-rata nilai terendah =5,13 yaitu atribut/komponen kecepatan layanan.
  • Analisis kepuasan layanan beasiswa. Jumlah sampel yang diambil sebesar 60 responden yang terambil dari populasi penerima beasiswa sebanyak 2963 (data tahun 2015). Teknik sampling yang digunakan adalah sampling berganda yaitu; jumlah sampel dari FKIP = 20 responden, dan 5 sampel dari 8 (delapan) fakultas lainnya. Responden yang terambil pada setiap fakultas dilakukan secara acak dari penerima beasiswa pada fakultas tersebut. Hasil pengukuran diperoleh; rerata = 7,03 kategori baik (B), Atribut/komponen dengan rata-rata tertinggi = 7,86 yaitu atribut/komponen perilaku pelayanan, sedangkan rata-rata terendah = 5,63 yaitu atribut/komponen transparansi rekruitmen calon penerima beasiswa.
  • Layanan pendaftaran ulang, dengan jumlah responden sebesar 210 orang yang terambil dari sekitar 20670 mahasiswa tingkat sarjana (data tahun 2015). Responden berasal dari FKIP sebanyak 90 responden dan masing-masing 15 responden dari ke 8 (delapan) fakultas lainnya. Responden diambil secara acak pada saat pendaftaran pada masing-masing loket fakultas. Hasil pengukuran diperoleh; rerata = 6,56 kategori baik (B). Atribut/komponen dengan rata-rata terendah = 5,45 yaitu atribut/komponen kecepatan layanan dan rata-rata tertinggi =7,03 yaitu atribut/komponen kecepatan layanan sistem informasi.

3) Kesimpulan. Rekapitulasi hasil analisis dengan metode deskriptif dapat dilihat pada Tabel 3.5 berikut ini.

Tabel. 3.5 Rekapitulasi Hasil Perhitungan Kepuasan Mahasiswa

No. Jenis Layanan Hasil Analisis
 1 Izin Kegiatan Nilai rerata seluruh atribut/komponen = 7,96 ± 0,673 , kategori baik
Nilai rata-rata terendah pada atribut/komponen kecepatan layanan = 6,01
Nilai rata-rata tertinggi pada atribut/komponen pemahaman prosedur layanan = 8,45
2 Izin penggunaan fasilitas Nilai rerata seluruh atribut/komponen = 7,15 ± 0,629, kategori baik
Nilai rata-rata terendah pada atribut/komponen kecepatan layanan = 5,13
Nilai rata-rata tertinggi pada atribut/komponen pemahaman prosedur layanan = 7,94
3 Beasiswa Nilai rerata seluruh atribut/komponen = 7,03 ± 0,680, kategori baik
Nilai rata-rata terendah pada atribut/komponen transparansi rekruitmen calon penerima beasiswa = 5,63
Nilai rata-rata tertinggi pada atribut/komponen layanan yang baik = 7,86
4 Pendaftaran Ulang Nilai rerata seluruh atribut/komponen = 6,56 ± 0,726, kategori baik
Nilai rata-rata terendah pada atribut/komponen kecepatan layanan = 5,45
Nilai rata-rata tertinggi pada atribut/komponen kecepatan layanan sistim informasi = 7,03

Dari tabel terlihat bahwa: (a) layanan izin kegiatan umumnya baik, namun yang perlu perbaikan adalah kecepatan dalam memberikan layanan dinilai masih kurang, dan hal ini menyangkut kinerja pelayan (SDM). (b) Layanan izin penggunaan fasilitas secara umum dinilai cukup baik, dan komponen yang masih perlu peningkatan adalah kinerja SDM dalam memberikan layanan secara cepat, (c) Layanan beasiswa, juga dinilai cukup baik, tetapi hal yang perlu diperbaiki adalah transparansi dalam rekruitmen calon penerima beasiswa, (d) Layanan pendaftaran ulang, hal ini secara umum juga dinilai cukup baik, dan yang perlu mendapat perbaikan adalah   komponen kecepatan pelayanan, yang dalam hal ini terkait dengan SDM.

4) Hasil analisis dan kesimpulan pengukuran kepuasan layanan kemahasiswaan ini disampaikan dalam rapat koordinasi pimpinan universitas dengan melibatkan seluruh personil unit terkait. Notulen rapat disampaikan secara tertulis kepada seluruh peserta rapat, agar setiap saat dapat diakses dan ditindak lanjuti.

5) Sebagai tindak lanjut perbaikan sistem layanan adalah: (a) pembinaan personil termasuk mutasi/penyegaran (b) pelatihan-pelatihan personil terutama dalam penggunaan fasilitas baru, dan (c) mendorong peningkatan sistem pendaftaran ulang secara online. Perbaikan sistem perlu dilakukan secara kontiniu agar diperoleh layanan yang lebih baik untuk peningkatan kepuasan mahasiswa sebagai pelanggan, yang pada gilirannya mampu mendorong peningkatan suasana kampus yang lebih kondusif .

6) Hasil perbaikan sistem layanan kemahasiswaan di dokumentasikan secara baik dan di upload pada laman: http://unpatti.ac.id subdomain kemahasiswaan agar mudah diakses oleh seluruh pemangku kepentingan.

2. Layanan Kemahasiswaan pada Tingkat Jurusan/Prodi
Layanan kemahasiswaan pada tingkat prodi meliputi layanan kegiatan pembelajaran yaitu; kontrak perkuliahan, proses perkuliahan/praktikum (katersediaan referensi, metode mengajar, sikap dosen, kemutahiran dan keaktualan materi), dan transparansi penilaian. Pengukuran kepuasan terhadap layanan proses pembelajaran pada tingkat program studi dilakukan pada akhir semester oleh masing-masing program studi dalam lingkungan UNPATTI. Pelaksanaan pengukuran kepuasan layanan mahasiswa pada tingkat program studi dilaksanakan oleh Tim Koordinator Semester (TKS) yang dikoordinir langsung oleh Ketua Program Studi.

Pengukuran dilakukan secara konprehenship yang meliputi seluruh komponen proses pembelajaran, sampling yang cukup dan tepat yang kemudiaan dianalisis dan disimpulkan dengan metode yang tepat. Hasil analisis dan kesimpulan disampaikan dalam rapat program studi yang melibatkan seluruh dosen pada setiap akhir semester. Kesimpulan kepuasan layanan kemahasiswaan dibuat dalam bentuk tertulis dan disampaikan kepada seluruh dosen dan stakeholder terkait sehingga setiap saat dapat diakses. Hasil rapat ini kemudian digunakan untuk perbaikan sistem di tingkat program studi pada periode berikutnya. Umumnya hasil pengukuran kepuasan yang perlu ditindak lanjuti antara lain seperti; transparansi penilaian, kehadiran dosen, kelayakan fasilitas pembelajaran, ketersediaan literatur/buku ajar dan sistim informasi, panduan praktikum, gaya mengajar dosen, layanan penasehat akademik, layanan untuk mendapatkan bimbingan dan layanan ekstra kurikuler melalui himpunan jurusan/prodi. Hasil pengukuran kepuasan mahasiswa pada tingkat prodi didokumentasikan dan disampaikan dalam monev yang dilakukan oleh Kantor Penjamin Mutu (KPM) terutama pembenahan sistem layanan keseluruhan menyangkut regulasi dan standarisasi di UNPATTI. Di samping itu kesimpulan hasil pengukuran kepuasan mahasiswa pada tingkat prodi dipublikasi melalui papan pengumuman di prodi atau pada laman : http://unpatti.ac.id subdomain setiap fakultas/program studi di UNPATTI.

3.1.8. Lengkapilah tabel berikut, untuk data pelayanan kepada mahasiswa dalam satu tahun terakhir.

Pelayanan kepada mahasiswa dalam kurun waktu satu tahun terakhir, meliputi: bimbingan dan konseling, minat dan bakat, pembinaan soft skill, beasiswa, kesehatan, layanan kewirausahaan, dan layanan lainnya dapat dilihat pada Table 3.6 berikut.

Tabel 3.6. Data Layanan Kepada Mahasiswa

            No. Jenis Pelayanan Kepada Mahasiswa Uraian Kegiatan Frekuensi Pelaksanaan Jumlah Mahasiswa
(1) (2) (3) (4) (5)
1 Bimbingan dan konseling 1. Kader anti narkoba
2. Konseling mahasiswa Bermasalah
1 tahun 1 kali
1 tahun 2 kali
10 orang
30 orang

2

 

Minat dan bakat (ekstra kurikuler)

 

Olahraga
1. Pomnas ke XIV di Nangro Aceh Darussalam (NAD) 2 tahun 1 kali 25 orang
2. Kejurnas antar Pendidikan dan Latihan Mahasiswa 1 tahun 1 kali 8 orang
3. Kejurnas Pencak Silat antar PT se Indonesia 1 tahun 1 kali 5 orang
4. Kejuaraan Karate Mahasiswa Tkt Nasional 1 tahun 1 kali 3 orang
5. Pra PON XIX Pencak Silat Wilayah III di Gorontalo 1 tahun 1 kali 22 orang
6. Lomba Futsal Fak Kedokteran 1 tahun 1 kali 20 Tim
Seni
1. PEKSIMINAS 2 tahun 1 kali 20 orang
Kerohanian
1. MTQ XIV di UI Depok 2 tahun 1 kali 30 orang
BEM
1. Temu BEM Nusantara 1 tahun 1 kali 5 orang
2. Musyawarah besar Mah. Indonesia Timur 1 tahun 1 kali 1 orang
3. Ramadhan Kampus 1 tahun 1 kali 100 orang
KSR-PMI
1. Pelatihan Pertolongan Pertama (SAR) Air Nasional VI KSR-PMI Perguruan Tinggi se Indonesia. 1 tahun 1 kali 4 orang
2. Temu Bhakti KSR-PMI PT se Indonesia ke- VIII di Bali 1 tahun 1 kali 2 orang
Lembaga Dakwah Kampus
1. Forum Silaturahmi LDK Nasional 1 tahun 1 kali 3 orang
Resimen Mahasiswa
1. Pemantapan Provost Resimen Mahasiswa Indonesia di Yogyakarta 1 tahun 1 kali 1 orang
2. KDS Resimen Mahasiswa (MENWA) 1 tahun 1 kali 15 orang
3. Pemantapan Provost Resimen Mahasiswa Indonesia di Universitas Islam Negeri (UIN)Yogyakarta dan Markas Unit 2 Kopasus 1 tahun 1 kali 1 orang
UKM SELAM
1. Jambore Selam Forum Penyelam Mahasiswa Indonesia di Lampung 1 tahun 1 kali 1 orang
2. Budidaya Laut oleh Kodam XVI Pattimura TA 2015 Yonif 733 Raider 1 tahun 1 kali 50 orang
MAPALA
1. Temu wicara dan kenal medan Mapala Nasional 1 tahun 1 kali 3 orang
3 Pembinaan Soft Skill 1. Pelatihan Penyusunan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa 1 tahun 1 kali 200 orang
2. Pelatihan Kewirausahaan Mahasiswa Tahap I 1 tahun 1 kali 200 orang
3. Seleksi Olimpiade Nasional MIPA Tingkat Universitas 1 tahun 1 kali 100 orang
4. Seleksi Olimpiade Nasional MIPA Tingkat Regional Kopertis Wilayah XII 1 tahun 1 kali 28 orang
5. Seleksi Olimpiade Nasional (OSN) MIPA Tingkat Nasional di Surabaya 1 tahun 1 kali 7   orang
6. Lomba Debat Bahasa Inggris (NUEDC) Tingkat Universitas 1 tahun 1 kali 10 orang
7. National Debate Championship Tingkat Nasional di Pontianak 1 tahun 1 kali 1 orang
8. Seleksi Mahasiswa Berprestasi 1 tahun 1 kali 7 orang
9. Pendidikan Karakter di UNPATTI 1 tahun 1 kali 100 orang
10. Temu Ilmiah Mahasiswa Kelautan Nasional, Ocean Student Summit di Bandung 1 tahun 1 kali 2 orang
11. Final Lomba Penulisan Kreativitas Mahasiswa (PKM) Nasional III dalam rangka Dies Natalis Fak Pertanian UNSOED ke-49 di Surakarta 1 kali 1 orang
12. Volunteersm Teaching Indonesia Children di Jakarta) 1 tahun 1 kali 1 orang
13. Sarasehan IMBASADI di Universitas Pendidikan Indonesia Bandung 1 tahun 1 kali 1 orang
14.Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) ke 28 di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari 1 tahun 1 kali 1 orang
15. Olimpiade Sain Nasional I di UI Depok Jawa Barat 1 tahun 1 kali 1 0rang
16. Program Beasiswa Penelitian dan Magang Centre Indonesia di Jakarta 1 tahun 1 kali 1 orang
17. Lomba menulis artikel Parade Cinta Tanah Air oleh Kemenhankam di Jakarta 1 tahun 1 kali 1 orang
18. The 8th Annual Ling An Essay Competition (LEC) di Semarang 1 tahun 1 kali 1 orang
19. Geo-Environment Olimpiade dalam rangka GEOS di UGM Jagyakarta 1 tahun 1 kali 1 orang
20. ASEAN Shyncroton Science Camp ke-4 di Bangkok Tailand 1 tahun 1 kali 2 orang
21. Lomba Poster Program KB dari BKKBN Propinsi Maluku 1 tahun 1 kali 2 orang
22 .Pendidikan dan Pelatihan Wirausaha Muda 1 tahun 1 kali 100 orang
23. Lomba Penelitian Transportasi Regional IX Ambon 1 tahun 1 kali 2 orang
4 Beasiswa 1.Bidik Misi Setiap tahun 1559 orang
2.PPA Setiap tahun 1200 orang
3. Bidikmisi Program Adik Papua Setiap tahun 43 orang
4. Inpex Scholarship Program Setiap tahun 30 orang
5. Inpex Penyusunan Skripsi Setiap tahun 3 orang
6. Supersemar Setiap tahun 75 orang
7. Supersemar unggulan Setiap tahun 3 orang
8. Pertamina Setiap tahun 10 orang
9. Bank Indonesia Setiap tahun 40 orang
5 Kessehatan 1. Asuransi Kesehatan Selama menjadi mahasiswa Semua mahasiswa S1
2. Layanan Poliklinik Setiap hari kerja 96 orang
6 Kewirausahaan Program Mahasiswa Wirausaha 1 tahun 1 kali (lanjutan tahun 2014) 29 kel. dengan dana Rp 20 juta/kel.
7 Lainnya, sebutkan 1. Sosialisasi/Edukasi Publik Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean di Ambon 1 tahun 1 kali 3 orang
2. Pemantapan nilai-nilai Kebangsaan bagi kalangan Birokrat, Akademisi, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh adat dan Tokoh Pemuda di Rindam XVI Pattimura 1 tahun 1 kali 1 orang
3. Kuliah Umum dalam rangka kunjungan kerja Duta Besar RI untuk Rusia ke Maluku 1 tahun 1 kali 20 orang
4. Seminar Nasional “ Managing Border Issues “ Kerjasama Kemenlu RI dan UNPATTI 1 tahun 1 kali 10 org
5. Seminar Pembangunan Kelautan dan Perikanan Maluku berbasis laut Banda di Ambon 1 tahun 1 kali 30 orang
6. Roadshow Eagle Award Dokumentary Competition (EADC) di Ambon 1 tahun 1 kali 30 orang
7. Deklarasi Pelaksanaan Rehabilitasi Bagi Pecandu Narkoba di Maluku, oleh BNN RI 1 tahun 1 kali 15 orang

3.1.9 Jelaskan program layanan bimbingan karir dan informasi kerja bagi mahasiswa dan lulusan yang mencakup: (1) penyebaran informasi kerja, (2) penyelenggaraan bursa kerja, (3) perencanaan karir, (4) pelatihan melamar kerja, dan (5) layanan penempatan kerja.

Layanan bimbingan karier dan informasi bursa kerja bagi mahasiswa dan lulusan pada tingkat universitas dilaksanakan oleh Pusat Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (P2K2) UNPATTI. Pusat ini dibentuk pada tahun 2014 dengan SK Rektor No. 622/UN13/SK/2014 dan mempunyai misi:

  1. Membangun kemitraan strategis antara Universitas Pattimura dengan dunia kerja.
  2. Sebagai mediator antara mahasiswa dan alumni UNPATTI maupun non UNPATTI dengan dunia industri dan instansi pemerintah.
  3. Membina calon-calon sarjana untuk memiliki kemampuan, keahlian, keterampilan dan pengetahuan dalam pengembangan diri memasuki dunia kerja
  4. Menyelenggarakan kegiatan bursa kerja online guna memberikan kemudahan dan pelayanan terbaik bagi pencari dan pemberi kerja,
  5. Menyelenggarakan berbagai kegiatan pengembangan SDM melalui aktivitas seminar dan pelatihan,
  6. Menyelenggarakan tracer study tingkat universitas dengan metode yang tepat dan benar. Di samping P2K2 layanan dan bimbingan karir juga dilaksanakan pada setiap fakultas bahkan program studi, namun tetap berkoordinasi dengan P2K2 UNPATTI. Program layanan bimbingan karier dan informasi kerja bagi mahasiswa dan lulusan oleh P2K2 meliputi:

Program penyebaran informasi kerja. Untuk mendapatkan informasi tentang peluang kerja bagi lulusan/calon lulusan UNPATTI, tim P2K2 membuat program antara lain;

  • Menelusuri peluang kerja baik menjadi PNS, karyawan BUMN atau swasta dan peluang kerja lainnya,
  • Menampung permintaan pengguna kerja untuk merekrut lulusan atau calon lulusan. Informasi tersebut kemudian dikemas dan diumumkan secara terbuka melalui laman http://unpatti.ac.id atau papan pengumuman di fakultas, jurusan/prodi untuk diketahui oleh lulusan dan mahasiswa.

Program penyelenggaraan bursa kerja. Program penyelenggaraan bursa kerja dimaksudkan untuk menjembatani lulusan dan mahasiswa dengan pengguna kerja. Hal ini penting agar pengguna kerja mendapatkan SDM sesuai dengan kebutuhannya, dan lulusan/mahasiswa mendapatkan informasi sesuai kompetensinya sekaligus peluang untuk mendapatkan pekerjaan. Untuk itu, P2K2, atau pihak fakultas/jurusan/prodi menghubungi atau menerima pengguna kerja untuk berpartisipasi dalam bursa kerja, yang dilaksanakan secara terpogram pada momen-momen tertentu seperti Dies Natalis, Lustrum, atau kegiatan lainnya.

Program perencanaan karier. Umumnya mahasiswa atau lulusan yang baru selesai dan sementara mencari pekerjaan, membutuhkan informasi tentang bidang pekerjaan yang sesuai dengan kompetensinya serta keberlanjutan karir dalam suatu pekerjaan. Oleh karena itu, P2K2 membuat program perencanaan karir berupa pelatihan perencanaan karir, yang diarahkan pada pelatihan soft skill, kepemimpinan dan etika profesi. Program ini menghadirkan professional atau praktisi yang mengenal seluk beluk pengembagan karir.

Program pelatihan melamar kerja. Program pelatihan melamar kerja yang dilakukan oleh P2K2 antara lain; pelatihan membuat lamaran, tes TPA, psiko tes dan wawancara. Program ini dilakukan 3 (tiga) kali dalam 1 (satu) tahun. Hal ini dimaksudkan agar lulusan yang baru selesai wisuda atau calon wisudawan mendapat pembekalan sebelum memasuki pasar kerja.

Program layanan penempatan kerja. Program layanan penempatan kerja meliputi;

  1. Inventarisasi dan klasifikasi lulusan sesuai dengan bidang keahliannya yang kemudian didokumentasikan
  2. Merekomendasikan lulusan untuk direkrut sesuai kompetensinya.

Magang dan Pelatihan Kewirausahaan. Program ini meliputi;

  1. Merencanakan lulusan/calon lulusan untuk magang pada suatu perusahaan/industri sekaligus menjajaki peluang kerja setelah selesai magang.
  2. Pelatihan kewirausahaan, dimaksudkan agar lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi berusaha untuk menciptakan lapangan kerja baru.

Selain kegiatan pada P2K2, bimbingan karier dan informasi kesempatan kerja juga dilakukan pada tingkat fakultas bahkan pada tingkat program studi terutama yang terkait dengan hubungan-hubungan yang dirintis pada tingkat program studi. Informasi lowongan kerja dan strategi untuk mengikuti seleksi diperoleh dan diselenggarakan juga pada tingkat program studi dengan nara sumber para alumni dari program studi terkait.

3.1.10. Jelaskan pelaksanaan program layanan bimbingan karir dan informasi kerja bagi mahasiswa dan lulusan yang mencakup: (1) penyebaran informasi kerja, (2) penyelenggaraan bursa kerja, (3) perencanaan karir, (4) pelatihan melamar kerja, dan (5) layanan penempatan kerja.

Pelaksanaan program layanan bimbingan karir dan informasi kerja merupakan implementasi dari program bimbingan karir dan informasi kerja yang disusun sebelumnya. Pelaksanaan layanan bimbingan karir dan informasi kerja dilakukan oleh P2K2 dan atau unit-unit lain termasuk yang ada di fakultas/jurusan/prodi, yang meliputi,

  1. Program layanan informasi kerja diimplementasikan melalui laman UNPATTI, http://www.unpatti.ac.id dengan subdomain, http://karir.unpatti.ac.id yang dapat diakses oleh mahasiswa dan lulusan UNPATTI. Di samping itu informasi kerja juga ditempel pada papan pengumuman di kantor P2K2, dan seluruh fakultas, jurusan/bagian, prodi, agar dapat diakses secara langsung oleh mahasiswa dan lulusan. Apabila ada hal-hal yang belum jelas atau langkah selanjutnya terkait informasi kerja dimaksud, mahasiswa dan lulusan dapat menghubungi langsung P2K2 dan unit terkait lainnya.
  2. Program layanan penyelenggaraan bursa kerja. Penyelenggaraan bursa kerja yang dilakukan selama ini antara lain adalah bekerjasama dengan Bank, Asuransi, Perusahaan/Industri seperti Pertamina, Telkom dll. Penyelengaraan tersebut dilakukan dalam momen seperti Dies Natalis, lustrum dan momen lainnya dalam bentuk job expo, diskusi dan seminar tentang perkembangan IPTEK dan kaitannya dengan dunia kerja. Di samping itu pelaksanaan bursa kerja di jurusan/prodi umumnya dilakukan sesuai permintaan pengguna kerja, antara lain seperti pada Fakultas Teknik hampir setiap tahun perusahaan galangan dan reparasi kapal melakukan bursa kerja dan merekrut lulusan prodi Teknik Perkapalan dan Teknik Sistem Perkapalan, Perusahaan Boiler Grant Kartec melakukan seleksi dan rekruitmen prodi Teknik Mesin dan Teknik Industri. Hal yang sama juga terjadi pada fakultas lain seperti Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Perikanan, Fakultas MIPA dan fakultas lain dalam lingkungan UNPATTI.
  3. Program layanan perencanaan karir. Implementasi program perencanaan karir berupa pelaksanaan pelatihan terkait dengan; mengenal pontensi diri, pengembangan potensi diri, pelatihan soft skill, pelatihan kepemimpinan dan etika profesi. Program ini dilaksanakan oleh P2K2 dibawah koordinasi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan.
  4. Program layanan pelatihan melamar kerja. Implementasi pelatihan melamar kerja telah dilaksanakan oleh P2K2, antara lain adalah;
  • Pelatihan membuat lamaran yang standar sesuai permintaan instansi pengguna termasuk didalamnya lampiran-lampiran yang relevan seperti pengalaman kerja, kursus yang pernah diikuti, kemampuan bahasa dll,
  • Pelatihan TPA,
  • Pelatihan psiko test,
  • Pelatihan wawancara,
  • Pelatihan teknik berdiskusi, bagaimana mengemukakan pendapat, bagaimana menanggapi, bagaimana memimpin rapat, bagaimana bekerjasama, bagaimana memberi solusi dan bagaimana mengambil keputusan.
  • Peningkatan kepribadian dan English for specific purposes.

Di samping itu pelatihan memasuki dunia kerja berupa try out CPNS berbasis CAT, sudah dilaksanakan dalam 2 gelombang yaitu pada bulan Maret 2014 dan bulan September 2015. Peserta pelatihan pada gelombang I diikuti oleh 20 orang dan 25 % dinyatakan lolos simulasi. Gelombang ke II diikuti oleh 15 orang dan 5% dinyatakan lolos simulasi. Alumni yang sudah mengikuti pelatihan mengikuti tes pada beberapa BUMN, ternyata 56 orang yang lulus ujian tulis, namun sebagian besar gagal pada saat sesi wawancara dan hanya 2 orang yang lolos. Dengan demikian maka yang harus diintensifkan adalah pelatihan wawancara, diskusi dan psiko test.

5. Program Layanan penempatan kerja. Program layanan penempatan kerja meliputi;

  • inventarisasi lulusan dan diklasifikasi sesuai keahliannya, ditabulasi dan akan dihubungi apabila ada permintaan kerja sesuai dengan bidangnya.
  • menginventarisasi lowongan atau permintaan dan akan disampaikan kepada alumni sesuai dengan bidangnya.

6. Magang dan Layanan Pelatihan Kewirausahaan. Mengingat lapangan kerja yang semakin terbatas, lulusan perlu didorong untuk menjadi wirausaha yang mampu menciptakan lapangan kerja baru. Berkenaan dengan itu UNPATTI melakukan pelatihan kewirausahaan untuk mempersiapkan lulusan terjun ke dunia kerja bukan hanya sebagai pencari kerja tetapi juga sebagai pencipta kerja. Sedangkan magang dilakukan untuk membiasakan mahasiswa dengan dunia kerja dan budaya kerja, sekaligus menjajaki kemungkinan kembali bekerja setelah selesai magang pada perusahaan atau instansi tersebut. Magang juga dimaksudkan untuk memperluas jejaring antara dunia kerja dengan dunia perguruan tinggi. Magang mahasiswa UNPATTI yang dikemas dalam bentuk KKN profesi yang selama ini dilakukan pada beberapa fakultas antara lain Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Kedokteran, dan FKIP. Kedepan P2K2 akan menggalakkan program magang ini kepada alumni yang berminat atau yang belum mendapatkan perkerjaan.

Selama ini mahasiswa dan alumni tidak terkendala dalam meperoleh informasi kerja, mampu merencanakan karir yang realistik dengan baik dan mudah dalam mengajukan lamaran kerja.

3.1.11 Sebutkan pencapaian prestasi mahasiswa dalam tiga tahun terakhir di bidang akademik dan non-akademik, antara lain prestasi dalam penelitian dan lomba karya ilmiah, PkM, olahraga, dan seni dalam tabel berikut.

Pencapaian prestasi mahasiswa UNPATTI dalam tiga tahun terakhir adalah: pada tingkat regional sebanyak 34 prestasi, tingkat nasional 83 prestasi, dan pada tingkat internasional sebanyak 1 prestasi. Hasil yang lebih rinci dapat dilihat pada Tabel 3.7 berikut.

Tabel 3.7 Pencapaian Prestasi Mahasiswa UNPATTI

Bidang

Nama Kegiatan Waktu Tingkat* Prestasi yang Dicapai
Propinsi/Wilayah Nasional Interna-sional
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Akademik

 

Debat Bahasa Inggris tingkat wilayah/regional 2013 Juara 2
Olimpiade Sains Tingkat Regional / Wilayah 2013 Juara 1
Pemilihan Mahasiswa berprestasi Tkt Nasional 2014 Pemenang Karya Tulis paling Inspiratif
Lomba Karya Tulis Ilmiah Tkt Nasional dari Fak Pertanian di UNDIP 2014 Juara 3
Lomba Karya Tulis Ilmiah Tkt Daerah dari Fak Pertanian Wilayah Maluku 2014 Juara 2
Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina, Bidang Matematika 2014 Juara 1
Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina, Bidang Matematika 2014 Juara 2
Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina, Bidang Fisika 2014 Juara 2
Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina, Bidang Fisika 2014 Juara 3
Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina, Bidang Kimia 2014 Juara 1
Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina, Bidang Kimia 2014 Juara 2
Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina, Bidang Biologi 2014 Juara 1
Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina, Bidang Matematika 2015 Juara 1
Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina, Bidang Matematika 2015 Juara 3
Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina, Bidang Fisika 2015 Juara 2
Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina, Bidang Fisika 2015  √ Juara 3
Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina, Bidang Kimia 2015 Juara 1
Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina, Bidang Kimia 2015 Juara 3
Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina, Bidang Biologi 2015 Juara 1
Lomba debat Bahasa Inggris Wilayah XII 2014 Juara 1
National University Debating Championship (NUDC) 2014 Peringkat 18 kelas utama
Debat Bahasa Inggris tingkat regional 2014 Juara 1
Memenangkan Program Kreativitas Mahasiswa *) 2014 Diterima 18 dari 82 proposal yang diusul
Memenangkan PKM Kewirausahaan Mahasiswa **) 2014

 

Diterima 10 dari 45 proposal yang diusul
Memenangkan PKM Teknologi Mahasiswa ***) 2014 Diterima 2 dari 2 proposal yang diusul
Memenangkan PKM Karya Cipta Mahasiswa ****) 2014

Diterima 1 dari 4 proposal yang diusul
Memenangkan PKM Gagasan Tertulis dan Artikel Ilmiah *****) 2014 Diterima 2 dari 5 proposal yang diusul
Lomba Essay Bahasa Inggris tingkat provinsi 2015 Juara 2
Lomba mahasiswa berprestasi tkt universitas 2015 Juara 1
Lomba Penelitian Transportasi regional wilayah IX Ambon dari Kementerian Perhubungan 2015

 

Juara 1
Lomba Penulisan Artikel dari Kementerian Pertahanan 2015 Juara 2
Ling Art Essay Competition (LAEC) 2015 Juara 1
Lomba Karya Ilmiah Dies Natalis Fekon 2015 Juara 1
Seleksi Mahasiswa Berprestasi (MAWAPRES) UNPATTI 2015 Juara 1
Olahraga

 

POMNAS di Jogyakarta 2013 1 medali emas Cab Karate
1 medali perak Cab Karate
1 medali perunggu Cab Karate beregu
1 medali perunggu Cab Karate perorangan
1 medali perunggu Cab Atletik Lari Putri
1 medali perunggu Cab Atletik Lari Beregu Putri
Kejurnas PPLM Atletik Surabaya 2013 Juara 3
Kejurnas BAPOMI di Jogyakarta 2013 Juara 3
Kejurnas Tenis Lapangan 2013 Juara 3
Kejurnas Karate 2013 Juara 2
Kejuaraan Kempo antar Doyo Indonesia Timur di Makassar 2014 Juara 3
Kejuaraan Futsal daerah Maluku 2014 Juara 1
Kejuaraan Karate Tkt Nasional di Solo 2014 Juara 3
Kejuaraan PPLM Atletik di Jakarta 2014 Juara harapan 2
Kejuaraan Taekwondo di Jakarta 2014 Juara 2
Kejuaraan Taekwondo di Jakarta 2014 Juara 3
Kejuaraan Atletik Lari 100 m Putra POMAL II 2014 Juara 1
Kejuaraan Atletik Lari 200 m Putra POMAL II 2014 Juara 1
Kejuaraan Atletik Lari 400 m Putra POMAL II 2014 Juara 2
Kejuaraan Atletik Lari 4×400 m Putra POMAL II 2014 Juara 3
Atletik Lari 100m Arafura Games di Malaysia 2014 Juara 4
Kejuaraan Pencak Silat Dewasa, memperebutkan Piala Ketua Umum Pengurus Besar IPSI 2014 Juara 1
Lomba Pencak Silat se Kota Ambon 2014 Juara 1
Lomba Pencak Silat se Kota Ambon 2014 Juara 2
Pra Kualifikasi PON XIX Wilayah III 2015 Juara 3
Lomba Futsal Kedokteran Cup 2015 Juara 1
Seni

 

Lomba Cipta Puisi di Jakarta 2013 Juara 1
Lomba Musikali Puisi di Jakarta 2013 Juara 3
MTQ mahasiswa Tkt Nasional XIII di Padang Sumbar 2013 Juara 1 Cabang Hifdzil Qur’an 1 Juz
Tangkai Lomba Nyanyi POP Putra pada PEKSIMINAS XII 2014 Juara 3
Tangkai Lomba Vokal Grup POP Putra pada PEKSIMINAS XII 2014 Juara Harapan 2
Lomba Bintang Radio Tkt daerah 2014 Juara 1
Lomba Jojara dan Bongare Tkt daerah 2014 Juara1
Audisi PEKSIMINAS Tkt Daerah/Universitas 2014 Uara 1 Solo Putri
Juara 1 Desain Poster
Juara 3 Dangdut Putra
Juara 3 Dangdut Putri
Juara 2 solo Putri
Juara 3 Puisi Putra
Juara 3 Puisi Putri
PESPARAWI Mahasiswa Tkt Nasional ke XIII di UKI Jakarta

2014

 

1 medali emas utk kategori Sacra
1 medali emas utk kategori Gospel
1 medali emas utk kategori Etnik
Duta Kesenian Alam Kegiatan Festival Khatulistiwa 2015 Juara 1
Festival Qasidah Tkt Nasional 2015 Juara 2
Lainnya

 

Duta Generasi Berencana (GenRe) Program BKKBN Tkt Nasional 2013 Juara 3
Duta Generasi Berencana (GenRe) Program BKKBN Tkt Daerah 2013 Juara 1 Putra
Duta Generasi Berencana (GenRe) Program BKKBN Tkt Daerah 2013 Juara 1 Putri
Duta Generasi Berencana (GenRe) Program BKKBN Tkt Daerah 2014 Juara 1 Putra
Duta Generasi Berencana (GenRe) Program BKKBN Tkt Daerah 2014 Juara 1 Putri
Duta Generasi Berencana (GenRe) Program BKKBN Tkt Daerah 2014 Juara 3 Putri
Duta Generasi Berencana (GenRe) Program BKKBN Tkt Daerah 2014 Juara 1 Putra

Catatan: Beri tanda √ pada kolom yang sesuai
Keterangan: *) diterima 18 judul, sehingga diperhitungkan sebesar 18 point
 **) diterima 10 judul sehingga diperhitungkan 10 point
***) diterima 2 judul sehingga diperhitungkan 2 point
****) diterima 1 judul sehingga dierhitungka 1 point
*****) diterima 2 judul sehingga diperhitungkan 2 point

3.1.12 Jelaskan upaya institusi untuk meningkatkan prestasi mahasiswa dalam bidang akademik dan non-akademik, antara lain prestasi dalam penelitian dan lomba karya ilmiah, PKM, olahraga, dan seni.

Upaya-upaya yang dilakukan oleh institusi untuk meningkatkan prestasi mahasiswa dalam bidang akademik dan nonakademik dikoordinasikan melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Ketua Jurusan/Program Studi dalam lingkungan UNPATTI. Upaya dimaksud dilakukan secara sistematis dan terpogram, antara lain adalah:

  1. Bimbingan peningkatan prestasi Akademik dan Nonakademik meliputi:
    • Memberikan pembekalan dan diskusi-diskusi dalam rangka peningkatan prestasi kepada mahasiswa yang mengikuti PIMNAS. Program ini dilakukan secara kontiniu setiap tahun.
    • Melakukan seminar dan pelatihan penyusunan proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), serta melibatkan mahasiswa dalam penelitian-penelitian institusi maupun dosen sebagai upaya untuk meningkatkan prestasi mahasiswa dalam penelitian. Program pelatihan PKM dilakukan setiap tahun secara berkala, dan hasilnya dapat dilihat pada Tabel 3.7
    • Melakukan latihan secara rutin, baik dalam bidang akademik, olahraga, dan seni untuk mengikuti kegiatan seperti; PESPARAWI, PEKSIMINAS, MTQ, kegiatan lainnya baik olahraga maupun akademik, yang dilaksanakan setiap tahun.
    • Pelatihan kewirausahaan untuk menunjang karir mahasiswa setelah lulus, yang dilaksanakan setiap tahun.
    • Persiapan mengikuti pertemuan dan lomba ilmiah baik pada tingkat regional maupun nasional, yang dilaksanakan setiap tahun.
  2. Penyediaan dana untuk meningkatkan prestasi mahasiswa antara lain:
    • Menyediakan/mengusahakan dana yang cukup dan tercantum dalam RKAKL untuk membiayai setiap kegiatan kemahasiswaan, baik melalui BOPTN, PNBP dan usaha-usaha lain/sponsor. Alokasi dana kemahasiswaan 10 % dari PNBP untuk setiap tahun berjalan.
    • Menyediakan dana bagi kelompok mahasiswa wirausaha sebesar Rp 20 juta setiap kelompok.
    • Membangun kerjasama dengan perusahan/industri sebagai sponsor dalam kegiatan kemahasiswaan.
  3. Memberikan kesempatan kapada mahasiswa atau kelompok mahasiswa melakukan uji coba atau try out terhadap :
    • Cabang olah raga unggulan seperti atletik, karate, taekwondo, olahraga air seperti dayung. Try out dilakukan menjelang turnamen atau pertandingan,
    • Seni terutama yang berkaitan dengan peningkatan spiritual seperti PESPARAWI, MTQ dan lomba menyanyi perorangan. Try out dilaksanakan menjelang perlombaan.
    • Kegiatan penalaran seperti lomba karya ilmiah dan PKM. Try out dilakukan menjelang lomba.
    • Memberikan kesempatan kepada organisasi kemahasiswaan seperti DPMU, BEM, HMJ, dan UKM untuk mengikuti pertemuan organisasi mahasiswa lainnya baik tingkat nasional maupun regional. Kesempatan diberikan sesuai undangan.
  4. Mengikuti kegiatan-kegiatan terkait dengan;
    • Kursus-kursus kepemimpinan, bela negara dan cinta tanah air. Kegiatan dilakukan sesuai undangan penyelenggara.
    • Workshop terkait dengan karakter bangsa, nilai-nilai kepahlawanan, keperintisan, cinta kemanusiaan dan lingkungan hidup. Kegiatan dilakukan sesuai undangan.
    • Workshop kesetiakawanan sosial dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang dilakukan sesuai jadwal penyelenggara.

Program-program tersebut direncanakan secara sistematis dan dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan.