Standard 2.4

2.4. Sistem Penjaminan Mutu

Sistem penjaminan mutu meliputi kebijakan mutu, perangkat penjaminan mutu (organisasi, pernyataan mutu, manual mutu, standar mutu), pelaksanaan penjaminan mutu, serta monitoring dan evaluasi.

2.4.1. Jelaskan keberadaan manual mutu yang mencakup informasi tentang kebijakan, pernyataan, unit pelaksana, standar, prosedur, SOP, dan pentahapan sasaran mutu perguruan tinggi.

1. Kebijakan Mutu
Kebijakan Mutu di UNPATTI didasarkan pada pedoman Kebijakan SPMI Universitas Pattimura (UNPATTI-BPM-01-01-01) dan ditetapkan dengan Peraturan Senat Universitas Pattimura Nomor: 02/H13/SK/2010. Kebijakan ini diperlukan sebagai arah kebijakan dan pedoman bagi penyelenggaraan Sistem Penjaminan Mutu Internal di UNPATTI yang berisi garis besar penjelasan tentang bagaimana SPMI di UNPATTI ditetapkan, dilaksanakan/dipenuhi, dikendalikan dan dikembangkan/ditingkatkan dalam penyelenggaraan pelayanan pendidikan sehingga budaya mutu dapat tercapai.

Untuk menyatukan komitmen semua unsur atas kebijakan ini UNPATTI menyelenggarakan Deklarasi Pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal pada tanggal 17 Desember 2010.

2. Pernyataan Mutu
Universitas Pattimura sebagai salah satu Institusi Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia berkomitmen, menjadikan lembaga ini sebagai salah satu pusat pengembangan sumberdaya manusia, ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang unggul, berkarakter, berbudaya dan berbasis laut pulau.

Realisasi dari komitmen tersebut diwujudkan oleh seluruh komponen di Universitas Pattimura, baik unsur Pimpinan, Tenaga Pendidik, Tenaga Kependidikan dan mahasiswa bertekat menerapkan Kebijakan Mutu yang dideklarasikan pada tanggal 17 Desember 2010 dengan pernyataan visi : “Mewujudkan UNPATTI Bermutu” dengan filosofi HOTUMESE, secara konsisten, kosekuen, bertanggungjawab dan berkelanjutan dengan mengedepankan :

H : Harus berorientasi pada mutu
O : Organisasi yang kredibel, transparan, akuntabel, bertanggung-jawab dan adil dan berorientasi ke masa depan
T : Tenaga Pendidik dan Kependidikan yang kompeten dan berkualitas
U : Usaha layanan prima, tepat waktu, tepat guna dan tepat sasaran
M : Menggunakan Standar Mutu Internal sebagai rujukan
E : Efisien dan efektiv dalam melakukan tanggung jawab
S : Senantiasa mengedepankan kepentingan umum
E : Empati dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa

Selanjutnya, komitmen tersebut tertuang di dalam dokumen Kebijakan SPMI-UNPATTI yang ditetapkan dengan Peraturan Senat Universitas Pattimura Nomor: 02/H13/SK/2010. Dokumen Kebijakan SPMI-UNPATTI ini terkait secara utuh dengan dokumen SPMI lainnya, yaitu; Standar SPMI, Peraturan SPMI, dan berbagai manual operatif Sistem Penjaminan Mutu Internal UNPATTI, seperti; Manual Mutu SPMI, Manual Prosedur SPMI, Instruksi Kerja, dan dokumen penunjang lain.

Adapun pernyataan mutu Universitas Pattimura tertuang di dalam dokumen Standar SPMI UNPATTI dan ditetapkan dengan Peraturan Senat Universitas Pattimura Nomor: 01/H13/SK/2010. Secara keseluruhan pernyataan mutu Universitas Pattimura berjumlah 216 pernyataan, dimana pernyataan yang bersifat mendasar menggunakan kata “harus”, dan pernyataan yang bersifat pengembangan kualitas dan kuantitas menggunakan kata “seharusnya”., dengan menggunkan komponen A,B,C dan D sebagai rujukan.

Pernyataan mutu ini bersifat lentur dan terus berkembang mengikuti zaman dan masanya, serta berisi kriteria, patokan, ukuran, spesifikasi tentang sesuatu yang harus dicapai atau dipenuhi oleh semua warga kampus Universitas Pattimura (Pimpinan, Tenaga Pendidik, Tenaga Kependidikan dan Mahasiswa) dalam setiap proses atau kegiatan penyelenggaraan pendidikan, kemudian dilakukan monev dan audit secara detil semua aspek penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan dengan tujuan untuk mencocokkan apakah semua aspek penyelenggaraan pendidikan telah berjalan sesuai dengan pernyataan mutu yang telah ditetapkan.

3. Perangkat Penjaminan Mutu
Struktur Organisasi Penjaminan Mutu pada tingkat institusi di UNPATTI dibawah kelembagaan Kantor Penjaminan Mutu (KPM) yang bertanggungjawab langsung kepada Rektor. Kantor Penjaminan Mutu (KPM) dipimpin oleh seorang Kepala Kantor, dibantu oleh seorang Sekretaris dengan lima bidang. Tugas KPM antara lain adalah :

  1. Merencanakan dan melaksanakan SPMI secara menyeluruh;
  2. Membuat perangkat yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan SPMI;
  3. Memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan SPMI;
  4. Melakukan audit mutu internal (AMI) dan tindak lanjut terhadap permintaan tindakan koreksi (PTK);
  5. Melaporkan hasil monev dan AMI secara berkala kepada Rektor sebagai bentuk pertanggungjawaban;
  6. Melakukan benchmarking dengan pihak lain.

Pada tingkat Fakultas, Program Pascasarjana dan Lembaga terdapat Gugus Jaminan Mutu (GJM) yang bertanggungjawab langsung kepada Dekan/Direktur Pascasarjana, terdiri atas:

  1. Komisi Koordinasi Kegiatan SPMI (K3SPMI) yang bertanggungjawab langsung kepada Pembantu Dekan Bidang Akademik/Asdir. Bidang Akademik.
  2. Tim Koordinasi Kegiatan Akademik (TK2A) pada tingkat Jurusan/Bagian dibawah koordinasi Sekretaris Jurusan.
  3. Tim Koordinasi Semester (TKS) pada tingkat Program Studi dibawah koordinasi Ketua Program Studi dan/atau dosen yang ditunjuk.

Hirarki hubungan KPM, dan GJM (K3SPMI, TK2A, TKS) secara organisasi bersifat koordinasi. Struktur Organisasi Kantor Penjaminan Mutu dapat digambar sebagai berikut:

Gambar 2.4. Struktur Organisasi Penjaminan Mutu Universitas Pattimura

4. Standar Mutu
Standar Mutu di Universitas Pattimura dimuat di dalam dokumen Standar SPMI (UNPATTI-BPM-02-01-01) dan ditetapkan dengan Peraturan Senat Universitas Pattimura Nomor: 01/H13/SK/2010. Standar SPMI-UNPATTI mengacu pada Undang-undang Nomor : 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, pasal 35 ayat (1) serta

Peraturan Pemerintah Nomor : 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), pasal 2 yang menetapkan delapan SNP sebagai kriteria minimal pendidikan di tanah air dan kemudian dikembangkan secara internal di UNPATTI menjadi sepuluh Standar SPMI-UNPATTI.

Selanjutnya dalam perkembangan mengevaluasi pelaksanaan standar yang didasarkan pada hasil monitoring dan evaluasi, serta hasil audit mutu internal yang dilaksanakan pada setiap satu siklus tahunan akademik, disertai dengan perkembangan regulasi pemerintah terutama Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan R.I. Nomor : 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, maka dilakukan revisi Standar SPMI-UNPATTI atau penetapan Standar SPMI-UNPATTI baru.

Proses merevisi dokumen Standar SPMI-UNPATTI di tingkat universitas dilaksanakan oleh Kantor Penjaminan Mutu (KPM), dengan melakukan kaji ulang untuk pengembangan/peningkatan Standar SPMI-UNPATTI, dan ditetapkan Standar SPMI-UNPATTI baru untuk dilaksanakan pada siklus dan tahun akademik berikutnya. Dokumen Standar SPMI-UNPATTI baru tersebut mengandung dua belas standar yang terdiri atas sepuluh Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) dan dua standar internal Universitas Pattimura.

UNPATTI menerapkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang berjenjang, termasuk di dalam perumusan dan penetapan jenis dokumen SPMI serta dokumen Mutu, sebagai berikut :

a. Tingkat Universitas
Berdasarkan pola tingkatannya maka di tingkat universitas dirumuskan dan ditetapkan dokumen SPMI yakni : (1) Kebijakan SPMI, (2) Standar SPMI, (3) Peraturan SPMI, dan dokumen mutu yakni : (a) Manual Mutu SPMI, (b) Manual Prosedur Implementasi SPMI, (c) Manual Prosedur Implementasi “Satu Siklus” SPMI. Dokumen-dokumen tersebut bersifat umum dan merupakan pedoman yang dijadikan acuan bagi perumusan dan penetapan dokumen SPMI dan dokumen mutu tingkat Fakultas, Jurusan/Bagian dan Program Studi.

b. Tingkat Fakultas/PPs
Berdasarkan dokumen SPMI dan dokumen mutu di tingkat Universitas, maka dirumuskan dan ditetapkannya dokumen SPMI dan dokumen mutu di tingkat Fakultas/PPs yakni: (1) Kebijakan SPMI, (2) Standar SPMI, (3) Peraturan SPMI,

dan Dokumen Mutu yakni: (a) Manual Mutu, (b) Manual Prosedur, (c) Manual Prosedur Implementasi Satu Siklus SPMI dan dokumen pendukung. Dokumen-dokumen ini menjadi acuan dilaksanakannya penjaminan mutu pada tingkat Fakultas, Jurusan/Bagian dan Prodi.

c. Tingkat Jurusan/Bagian/Program Studi
Pada tingkat program studi dirumuskan: Kompetensi Lulusan, Spesifikasi Program Studi, Kurikulum, Silabus, GBPP, RPKPS/SAP, Instruksi Kerja/SOP, Borang dan Evaluasi Diri. Pada tabel berikut, dapat dilihat jenis dokumen menurut tingkatan, unit pelaksana serta penanggungjawabnya.

Tabel 2.3 : Dokumen SPMI dan Dokumen Mutu Menurut Tingkatan, Unit Pelaksana serta penanggungjawabnya

Tingkat Dokumen yang Dihasilkan  Satuan Pelaksana PenanggungJawab Pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal PenanggungJawab Pelaksanaan Sistem Audit Mutu Internal
Universitas Kebijakan SPMI
Standar SPMI
Peraturan Akademik
Manual Mutu SPMI
Manual Prosedur Pelaksanaan Satu Siklus SPMI
Manual Prosedur Implemntasi SPMI
Rektor, Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Rektor Kelompok Auditor
Mutu Internal
(AMI) yang dikoordininasikan oleh Kantor Penjaminan Mutu
Fakultas -Kebijakan SPMI
-Standar SPMI
-Peraturan Akademik
-Manual Mutu SPMI
-Manual Prosedur -Pelaksanaan Satu Siklus SPMI
-Manual Prosedur Implemntasi SPMI
Dekan/Direktur Pascasarjana,Komisi Koordinasi Kegiatan SPMI (K3SPMI) Pembantu Dekan Bidang Akademik/Asisten Direktur Bidang Akademik Pascasarjana.

 

Jurusan/Bagian -Kompetensi Lulusan.
-Spesifikasi Prodi.
-Kurikulum
-Evaluasi Diri
-Manual Prosedur.
-Instruksi Kerja/SOP
-Borang
Ketua Jurusan,Tim Koordinasi Kegiatan Akademik (TK2A). Ketua Jurusan
Program Studi -Rancangan Pembelajaran
-Silabus,GBPP, SAP/RPKPS.
Ketua Program Studi, Tim Koordinasi Semester (TKS). Ketua Program Studi

5. Prosedur Mutu
Dalam rangka memastikan penjaminan mutu berjalan sesuai dengan visi, misi, dan standar mutu, maka dalam siklus penjaminan mutu UNPATTI mengadopsi pola Plan, Do, Check, Action (PDCA), yang kini lebih dikenal dengan pola PPEPP (perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, peningkatan mutu dan penetapan standar baru), disebut “Satu Siklus” Sistem Penjaminan Mutu Internal. Periode “Satu Siklus” SPMI-UNPATTI dilaksanakan dari bulan Agustus sampai dengan Desember tahun berikutnya, yang dilaksanakan secara serentak oleh seluruh jenjang organisasi dan Unit Pelaksana Akademik (UPA) yaitu Fakultas/PPs/Jurusan/Bagian/Program Studi yang meliputi 7 (tujuh) kegiatan berurutan, yaitu :

  1. Penetapan Standar mutu;
  2. Pelaksanaan;
  3. Monitoring;
  4. Evaluasi Diri;
  5. AMI;
  6. Rumusan Koreksi;
  7. Peningkatan Standar Mutu atau Penetapan Standar Baru. Sehingga siklus ini menjamin bahwa target sasaran mutu berupa standar mutu yang telah ditetapkan secara benar dan konsisten dilaksanakan oleh semua unit dapat dicapai.

Gambar 2.5 Siklus SPMI Universitas Pattimura

6. Instruksi Kerja
Instruksi kerja berkaitan dengan kegiatan yang bersifat kritis dan dilakukan di dalam unit masing-masing terutama di laboratorium-laboratorium. Universitas Pattimura dalam menjaga keamanan mahasiswa dan dosen terhadap berbagai kegiatan praktikum dan penelitian, pada laboratorium-laboratorium telah dilengkapi dengan instruksi kerja untuk berbagai bidang kegiatan baik pada: (a) Lab. Kimia Dasar, (b) Lab. Fisika Dasar, (c) Lab. Biologi Dasar, (d) Lab. Matematika Dasar.

Selain Lab. yang disebutkan maka pada fakultas-fakultas eksakta dengan laboratoriumnya juga dilengkapi dengan instruksi kerja yang memungkinkan mahasiswa dan dosen dapat melakukan praktikum dan/ataupun penelitian dengan keamanan yang terjamin. Selanjutnya terkait SOP, maka baik di tingkat Universitas pada setiap bagian, dan/ataupun Fakultas dengan bagian-bagiannya memiliki SOP yang memungkinkan berbagai kegiatan dapat dimonitoring dan dievaluasi secara baik.

7. Pentahapan Sasaran Mutu
Sasaran mutu Universitas Pattimura pada tahun dasar adalah tahun 2015 diikuti target capaian selama lima tahun yakni tahun 2016 – tahun 2020 disajikan pada tabel berikut ini.

Tabel 2.3 Sasaran Mutu Universitas Pattimura

BIDANG, RENCANA PROGRAM/KEGIATAN
DAN INDIKATOR KINERJA
Dasar/ 2015 Target Capaian pada Tahun
Uraian Unit 2016 2017 2018 2019 2020
I. RAGAAN UNPATTI MASA DEPAN
PS terakreditasi A % 2/60 5/60 7/60 9/60 11/60 15/60
Akreditasi Institusi UNPATTI B B B A A A
Jumlah Fakultas sertifikasi internasional Jml 0 0 0 0 0 0
II. KUALITAS PEMBELAJARAN (TEACHING QUALITY)
Indeks prestasi kumulatif IPK 2.75 3.00 3.10 3.20 3.30 3.40
Nilai TOEFL lulusan 350 350 375 375 400
Tepat waktu studi lulusan % 10 20 30 40 50 70
Lulusan memenuhi standar kompetensi % 40 45 50 55 65 70
Indeks kepuasan mahasiswa ≥ 3,00 % 60 60 65 70 75 80
Indeks kepuasan User lulusan ≥ 3,00 % 55 60 65 70 75 80
Kemampuan softskil lulusan % 20 20 25 30 35 40
Jumlah mahasiswa baru berasal dari luar Provinsi Maluku % 2 4 6 10 15 20
III. FINANCIAL RESOURCE MANAGEMENT BLU
Jumlah usaha mandiri jml 0 5 8 11 14 17
IV. KETENAGA-KERJAAN LULUSAN (GRADUATE EMPLOYABILITY)
Lulusan bekerja pada 1 thn pertama % 20 30 40 50 60 70
Jumlah mahasiswa menjadi calon entrepreneur % 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6 0,7
V. KUALITAS PENELITIAN (RESEARCH QUALITY)
Publikasi di jurnal nasional jml 371 376 381 386 391 396
Publikasi di jurnal internasional jml 222 227 232 237 242 250
Jumlah HAKI/Paten jml 8 9 10 12 14 15

BIDANG, RENCANA PROGRAM/KEGIATAN
DAN INDIKATOR KINERJA
 

Dasar/2015

Target Capaian pada Tahun
Uraian Unit 2016 2017 2018 2019 2020
VI. RANKING
Peringkat DIKTI Rank Nas. 282/3320 250/3320 240/320 200/3320 50/3320 40/3320
Peningkatan peringkat ranking versi Webometric : Rank Nas. 49 53 50 45 40 30
Peningkatan peringkat ranking versi BAN-PT : Rank Prov Maluku 1/3 1/3 1/3 1/3 1/3 1/3
Rank Indo. 185/ 3.949 282/3320 200/3320 100/3320 50/3320 30/3320

Pada dasarnya pentahapan sasaran mutu Universitas Pattimura berkaitan dengan bagaimana tahap penetapan sasaran mutu di tahun dasar (base line) dan sasaran mutu yang akan dicapai dalam waktu lima tahun ke depan yang merupakan target capaian; tahap pelaksanaan atau pemenuhan sasaran mutu yang ditargetkan; tahap pengendalian; dan tahap pengembangan/peningkatan sasaran mutu yang diimplementasikan di Universitas Pattimura.

1. Tahap Penetapan Sasaran Mutu
Tahap penetapan sasaran mutu merupakan tahapan ketika seluruh sasaran mutu bidang akademik dan non-akademik di tingkat Universitas dirancang, disusun, dan dirumuskan oleh Kantor Penjaminan Mutu (KPM), Tim Ad-Hoc, serta masukan dari unit kerja, sampai dengan sasaran mutu ditetapkan dan disahkan oleh Rektor.

Penyusunan dan perumusan sasaran mutu, baik tahun dasar maupun lima tahun berikutnya yang merupakan target tahunan didasarkan pada hasil monitoring dan evaluasi (monev), maupun hasil audit mutu internal yang dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan.

2. Tahap Pelaksanaan/Pemenuhan Sasaran Mutu
Tahap pelaksanaan/pemenuhan sasaran mutu merupakan tahapan ketika isi seluruh sasaran mutu diimplementasikan dalam kegiatan penyelenggaraan pendidikan di tingkat Universitas, Fakultas, Program Pascasarjana, Lembaga, UPT dan Biro termasuk di dalamnya seluruh pejabat struktural, tenaga pendidik (dosen) dan tenaga kependidikan, mahasiswa dan alumni dalam melaksanakan tugas, wewenang dan tanggungjawabnya masing-masing. Pelaksanaan sasaran mutu mengacu pada siklus manajemen SPMI UNPATTI yang diawali dengan satu siklus kegiatan SPMI dalam waktu tahun kalender akademik dan diikuti oleh siklus yang sama pada tahun-tahun berikutnya.

3. Tahap Pengendalian Sasaran Mutu
Tahap pengendalian sasaran mutu merupakan tahapan ketika seluruh isi sasaran mutu yang dilaksanakan di seluruh tingkat Universitas, Fakultas, Program Pascasarjana, Lembaga, UPT dan Biro termasuk di dalamnya seluruh pejabat struktural, tenaga pendidik (dosen) dan tenaga kependidikan, mahasiswa dan alumni dalam melaksanakan tugas, wewenang dan tanggungjawabnya selalu dilakukan pemantauan, pengecekan atau pemeriksaan dan evaluasi secara rutin dan terus-menerus.

Pengawasan dan pemantauan terhadap pelaksanaan/pemenuhan sasaran mutu dilakukan oleh Kantor Penjaminan Mutu (KPM), Tim Monitoring dan Evaluasi, dan Tim Audit Mutu Internal (AMI), dengan tujuan agar pelaksanaan sasaran mutu tidak menyimpang dengan sasaran mutu yang telah ditetapkan. Pengawasan atau pemantauan dilakukan secara paralel atau bersamaan dengan pelaksanaan/pemenuhan Standar SPMI.

Evaluasi atau penilaian hasil implementasi sasaran mutu yang dilaksanakan oleh Kantor Penjaminan Mutu (KJM) bersama-sama Tim Monitoring dan Evaluasi, dan Tim Audit Mutu Internal (AMI) sesuai fungsi dan tugasnya untuk mengukur ketercapaian dan kesesuaian hasil pelaksanaan dengan sasaran mutu yang telah ditetapkan. Selanjutnya, dilaporkan kepada pimpinan Universitas.

4. Tahap Pengembangan/Peningkatan Sasaran Mutu
Tahap pengembangan/peningkatan sasaran mutu merupakan tahapan ketika pelaksanaan sasaran mutu dalam siklus kalender akademik telah dikaji ulang untuk ditingkatkan mutunya, dan ditetapkan sasaran mutu baru untuk dilaksanakan pada siklus dan tahun akademik berikutnya.

Penentuan pengembangan/peningkatan sasaran mutu di tahun-tahun berikutnya didasarkan pada hasil Monitoring dan Evaluasi, dan Audit Mutu Internal yang dilaksanakan oleh KJM, Tim Monitoring dan Evaluasi, serta Tim Audit Mutu Internal dengan melakukan pemeriksaan dan mengaudit pelaksanaan sasaran mutu di seluruh unit kerja serta benchmarking. Selanjutnya, melaporkan hasil audit, serta memberikan rekomendasi kepada unit yang bersangkutan dan melaporkan kepada Rektor untuk ditindaklanjuti guna peningkatan mutu dan penetapan sasaran mutu baru.

2.4.2. Jelaskan implementasi penjaminan mutu perguruan tinggi.

Pelaksanaan (implementasi) SPMI sebagaimana “Satu Siklus” Sistem Penjaminan Mutu Internal dimulai pada bulan Agustus setiap tahun diawali dengan penentuan standar di tingkat universitas dan/ ataupun melengkapi dokumen SPMI di tingkat Fakultas/PPs dan Program Studi. Kemudian di tingkat Program Studi dilakukan monitoring oleh Tim Koordinasi Semester (TKS) dan Tim Koordinasi Kegiatan Akademik (TK2A) masing-masing di setiap waktu dan dilakukan evaluasi diri di setiap bulan Juni oleh Program Studi dan Jurusan/Bagian. Hasil monitoring dan evaluasi diri kemudian dibawa ke Rapat Komisi Koordinasi Kegiatan SPMI (K3SPMI) di tingkat Fakultas/PPs.

Pada bulan Juni, Dekan/Direktur menunjuk MP-AMI Fakultas/PPs untuk membentuk tim audit mutu internal, menyusun jadwal pelaksanaan audit, menyiapkan checklist dan melakukan audit Program Studi pada bulan Juli dan selesai pada bulan Agustus serta melaporkan temuan audit untuk dilakukan Permintaan Tindakan Koreksi (PTK). Permintaan Tindakan Koreksi setelah dikaji oleh Dekan/Direktur beserta staf kemudian dilimpahkan kepada K3PMI, TK2A dan TKS untuk ditindaklanjuti. Jika PTK bersifat institusional yang lebih tinggi, maka dilimpahkan ke pihak Universitas lewat Kantor Penjaminan Mutu (KPM) untuk disampaikan ke Rektor.

Di tingkat Universitas juga dibentuk Manajer Program Audit Mutu Internal (MP-AMI) Universitas yang ditugaskan untuk membentuk tim AMI yang akan mengaudit Fakultas/PPs. Auditor Mutu Internal yang ada sekarang ini berjumlah sekitar 62 orang. Di samping menerima laporan AMI tingkat Fakultas/PPs, pihak Universitas melalui KPM juga melakukan penilaian pelaksanaan AMI di tingkat Fakultas/PPs, dan menerima PTK dari MP-AMI untuk disampaikan kepada Rektor untuk ditindaklanjuti.

Secara singkat pelaksanaan SPMI sebagai berikut :

1. Tingkat Universitas

  1. Pelaksanaan secara menyeluruh SPMI di tingkat Universitas, Fakultas/PPs, Jurusan/Bagian/Program Studi.
  2. Penerimaan laporan AMI tingkat Fakultas/PPs.
  3. Penilaian pelaksanaan AMI di Fakultas/PPs.
  4. Penyerahan Permintaan Tindakan Koreksi (PTK) ke MP-AMI Universitas kemudian dilanjutkan kepada Rektor untuk ditindaklanjuti.

2. Tingkat Fakultas/PPs

  1. Pelaksanaan secara menyeluruh SPMI di tingkat Fakultas/Bagian/Jurusan/Program Studi.
  2. Penerimaan hasil monitoring dan evaluasi diri Program
  3. Pelaksanaan kegiatan Komisi Koordinasi Kegiatan SPMI (K3SPMI).
  4. Penerimaan laporan AMI tingkat Jurusan/Bagian/Program Studi oleh  Fakultas/PPs.
  5. Penilaian pelaksanaan AMI di Jurusan/Bagian/Program Studi.
  6. Melaksanakan evaluasi diri dan revisi dokumen borang
  7. Penyerahan PTK dari tim auditor ke MP-AMI Fakultas yang akan dilanjutkan ke Dekan/Direktur, untuk ditindaklanjuti.

3. Tingkat Jurusan/Bagian/Program Studi

  1. Pelaksanaan secara menyeluruh SPMI Jurusan/Bagian/Program Studi.
  2. Pelaksanaan kegiatan TK2A (Tim Koordinasi Kegiatan Akademik).
  3. Pelaksanaan kegiatan monitoring dan evaluasi oleh TKS (Tim Koordinasi Semester).
  4. Melaksanakan evaluasi diri dan revisi dokumen borang
  5. Pelaksanaan Siklus PDCA (Plan, Do, Check and Action) untuk memenuhi standar (baru).

Implementasi satu siklus SPMI di UNPATTI sampai tahun 2016, telah memasuki siklus ke-4 dan dilaksanakan secara merata pada semua fakultas, jurusan/bagian dan program studi. Hasil dari kegiatan SPMI (laporan monev dan laporan audit) digunakan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan mutu berdasarkan standar SPMI yang dimiliki di UNPATTI.

Selain itu, untuk Sistem Penjaminan Mutu External UNPATTI mendasarinya pada standar akreditasi BAN-PT dan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM).

2.4.3. Jelaskan monitoring dan evaluasi penjaminan mutu perguruan tinggi, serta tindak lanjutnya

Monitoring dan Evaluasi
Monitoring dan Evaluasi Tridharma

Dalam “satu siklus penjaminan mutu, monitoring atau pemantauan merupakan kegiatan yang dapat dilakukan setiap waktu, berarti bahwa kegiatan monitoring tidak harus menunggu sampai pelaksanaan atau implementasi SPMI selesai, akan tetapi dapat dilakukan paralel atau bersama-sama dengan tahap pelaksanaan karena pada hakekatnya pelaksanaan kegiatan akademik berada di tingkat Program Studi, maka monitoring dilaksanakan di tingkat Program Studi, dengan tujuan mengawal aktivitas Program Studi di dalam memenuhi standar (Spesifikasi Program Studi dan Kompetensi Lulusan) agar kinerja Program Studi menjadi efektif dan efisien. Dengan monitoring, semua stakeholder memperoleh informasi yang lengkap mengenai kondisi dan kemajuan yang telah dicapai dalam suatu kegiatan. Di samping monitoring juga dilakukan evaluasi. Evaluasi dilakukan berdasarkan pada hasil monitoring. Didalam evaluasi ditetapkan bahwa sesuatu hal berguna atau tidak, benar atau salah, berjalan sesuai dengan rencana atau tidak, efektif atau tidak, dan sebagainya.

Untuk menjamin dan memastikan efisiensi dan efektivitas program pembelajaran ditingkat Jurusan/Bagian, dan Program Studi, dilakukan oleh Tim Koordinasi Kegiatan Akademik (TK2A) dan Tim Koordinasi Semester (TKS) dibawah koordinasi Kantor Penjaminan Mutu (KPM) dilakukan monitoring dan evalusi (monev) program pembelajaran semester secara kontinyu pada awal dan akhir semesterditujukan utamanya untuk : (a) memastikan perencanaan proses pembelajaran semester sesuai dengan standar mutu perencanaan proses pembelajaran; (b) memastikan pelaksanaan proses pembelajaran semester sesuai dengan standar mutu pelaksanaan proses pembelajaran; (c) memastikan penilaian hasil belajar mahasiswa oleh dosen sesuai dengan standar mutu penilaian hasil belajar.

Hasil monitoring dan evaluasi program pembelajaran digunakan sebagai salah satu alat pengukuran untuk melihat kinerja proses pembelajaran juga digunakan untuk perbaikan, pembenahan dan peningkatan mutu program pembelajaran secara berkelanjutan.

Monitoring dan evaluasi di bidang penelitian juga dilakukan oleh Lembaga Penelitian sebagai bagian dari penjaminan mutu UNPATTI. Monitoring dan evaluasi yang dilakukan meliputi: a) penataan dan perluasan akses penelitian (strategi: meningkatnya jumlah proposal yang diajukan ke DP2M Dikti, peningkatan sarana IT); b) peningkatan mutu dan relevansi daya saing (strategi: penelitian bermutu dalam bidang unggulan’ sumber daya penunjang penelitian, peningkatan jumlah publikasi pada jurnal terakreditasi/international); c) penguatan tata kelola akuntabilitas dan pencitraan public (strategi: tersedianya RIP dan payung penelitian, jaminan mutu penelitian riset unggulan, fasilitas WAN, dosen berkualitas dalam penelitian, meningkatkan pencitraan publik). Kegiatan penelitian yang dilakukan meliputi: (i) penelitian dosen pemula; (ii) penelitian produk terapan; (iii) penelitian unggulan perguruan tinggi; (iv) penelitian kerjasama antar perguruan tinggi; (v) penelitian masterplan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi indonesia; (vi) penelitian kerjasama luar negeri dan publikasi internasional; (vii) penelitian strategi nasional; (viii) penelitian unggulan strategi nasional; (ix) penelitian riset andalan perguruan tinggi dan industri; (x) penelitian tim pascasarjana; (xi) penelitian disertasi doktor;(xii) penelitian fundamental; (xiii) penelitian berbasis kompetensi, (xiv) penelitian sosial humaniora dan pendidikan, (xv) penelitian penciptaan dan penyajian seni, (xvi) penelitian pendidikan magister menuju doktor untuk sarjana unggul, (xvii) penelitian pasca doktor.

Di bidang pengabdian kepada masyarakat juga dilakukan monitoring dan evaluasi oleh Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPKM) meliputi perogram penyelenggaraan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa, Evaluasi Kegiatan Pengabdian Dosen Kepada Masyarakat dan Permasalahan Dalam Pengembangan Layanan Perkantoran. Dibidang penyelenggaraan KKN mahasiswa permasalahan yang dihadapi antara lain adalah: Lokasi yang menjadi sasaran KKN jangkauannya terlalu jauh dari kampus sehingga dibutuhkan proses pendekatan sosial yang lebih intensif; dibidang evaluasi kegiatan pengabdian dosen kepada masyarakat ditemukan fakta bahwa animo dosen (terutama dosen non eksakta) masih rendah dibuktikan dengan jumlah proposal yang diusulkan menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Monitoring dan Evaluasi Sarana Prasarana
Monitoring dan evaluasi internal sarana dan prasarana dilakukan oleh sub bagian sarana pendidikan. Hasil monitoring dan evaluasi kemudian ditindaklanjuti dalam rangka untuk perbaikan mutu berkelanjutan maupun untuk teguran/sanksi bagi yang kurang kinerjanya.

Monitoring dan Evaluasi Keuangan
Setiap enam bulan Tim Satuan Pengawas Internal (SPI) melakukan monitoring dan evaluasi dalam bidang keuangan dan hasilnya dilaporkan kepada pimpinan Universitas untuk ditindak lanjuti. Laporan monitoring dan evaluasi tim SPI ini terdokumentasi dalam laporan keuangan UNPATTI. Selain itu, setahun sekali TimSPI ini juga melakukan audit kinerja pada setiap unit kerja untuk mengukur capaian sasaran Renstra UNPATTI dan menentukan program perbaikan.

Monitoring dan Evaluasi Manajemen
Untuk mengevaluasi terlaksananya kegiatan dan program-program yang direncanakan dalam Renstra, dilakukan Rapat Kerja Pimpinan setahun sekali. Rapat Kerja ini dimulai dari rapat kerja tingkat fakultas dan hasilnya disampaikan pada Rapat Kerja pada tingkat universitas. Dalam rapat kerja yang dimulai dari rapat kerja tingkat fakultas dan selanjutnya pada tingkat universitas didiskusikan capaian-capaian program yang telah dicapai sesuai Renstra dan program-program yang akan dilaksanakan pada tahun berikutnya.

2.4.4. Jelaskan peranan institusi dalam pembinaan Program Studi (pengembangan Program Studi serta bantuan penyusunan dokumen akreditasi dalam bentuk pelatihan, dana dan informasi).

Peranan UNPATTI dalam pembinaan Program Studi terlihat dalam berbagai bentuk antara lain: pengembangan laboratorium dan peralatannya yang dapat digunakan oleh mahasiswa dan dosen dalam melakukan penelitian; kunjungan yang dilakukan ke luar negeri oleh dosen untuk melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi luar negeri dan mendukung kunjungan dosen ke luar negeri untuk mengikuti program SAME yang dibiayai oleh DIKTI. Selain itu, pembinaan yang dilakukan oleh institusi bagi program studi antara lain memfasilitasi bantuan dana bagi dosen yang ingin mengikuti seminar nasional di luar UNPATTI. Hal ini dilakukan dengan cara dimana pengusul mengajukan proposal mengikuti kegiatan ke Fakultas untuk disetujui.

UNPATTI berperan membina dan memfasilitasi pengembangan Program Studi terkait dengan penyusunan dokumen akreditasi melalui Kantor Penjaminan Mutu (KPM) dan bantuan auditor mutu internal. Bantuan yang diberikan antara lain dalam bentuk:

  1. Pelatihan penyusunan dokumen dan pengisian borang akreditasi program studi, dilakukan melalui lokakarya yang diikuti semua task force penyusun borang akreditasi;
  2. Berperan menyediakan data meliputi standar-standar BAN-PT dan contoh-contoh penulisan dokumen borang dan evaluasi diri untuk membantu Prodi dalam menyusun borang akreditasi dan evaluasi diri;
  3. Berperan melakukan konsultasi dan pendampingan selama penyusunan dokumen akreditasi (borang dan evaluasi diri).
  4. KPM secara terus menerus melakukan AMI dan MONEV terhadap status akreditasi Prodi.
  5. Melalui Wakil Rektor Bidang Akademik memberikan bantuan dana secukupnya untuk Prodi yang akan menyusun dokumen akreditasi.

2.4.5. Jelaskan ketersediaan dan pelaksanaan basis data institusi dan program studi untuk mendukung penyusunan dokumen evaluasi diri.

UNPATTI saat ini telah memiliki basis data pada bidang akademik yang terintegrasi baik pada tingkat Universitas, Fakultas dan Jurusan/Bagian/Program Studi yang dikelola oleh UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi. Dalam rangka kelengkapan data, setiap Jurusan/Bagian/Prodi pada awal dan akhir semester menginput data, kemudian setelah diverifikasi, data dikirimkan secara online ke pangkalan data internal. Selain itu data Jurusan/Bagian/Prodi dari setiap fakultas dapat diakses pada website UNPATTI di www.unpatti.ac.id.

Di samping itu tersedianya panduan penyusunan borang akreditasi dan EDPS (Evaluasi Diri Program Studi) pada Kantor Penjaminan Mutu UNPATTI dan website KPM http//:sipmi.unpatti.ac.id. Hal ini memudahkan akses Jurusan/Bagian dan Prodi dalam mendukung penyusunan dokumen evaluasi diri.

Perpustakaan Pusat UNPATTI juga mengembangkan beberapa sistem informasi untuk pengelolaan dan menyebarluaskan data dan informasi, di antaranya: (i) Sistem OPAC, sistem informasi untuk pengolahan koleksi, layanan sirkulasi, keanggotaan, dan katalog; (ii) Sistem informasi untuk pengelolaan dan katalog dokumen dan publikasi UNPATTI; (iii) Sistem informasi untuk pengolahan koleksi jurnal dan katalog jurnal UNPATTI. Layanan e-library juga disediakan untuk memenuhi kebutuhan dosen dan mahasiswa. Unit perpustakaan juga telah mengembangkan E-book & E-article (Sistem informasi untuk pengelolaan dan katalog artikel dan koleksi E-book).

2.4.6. Tuliskan jumlah Program Studi yang ada dan status akreditasi BAN-PT.

Jumlah Prodi dan Status Akreditasi BAN-PT, dinyatakan pada tabel berikut.

No. Status Akreditasi Jumlah Program Studi Total
Akademik Profesi Vokasi
S3 S2 S1 Sp-2 Sp-1 Profesi D4 D3 D2 D1
 –  –  –  –  –  –  –  –  –  –
1 Terakreditasi A  – 1 2  –  –  –  –  –  –  – NA= 3
2 Terakreditasi B  – 3 30  –  –  –  –  –  –  – NB= 33
3 Terakreditasi C  – 2 10  –  –  –  –  –  –  – NC=12
4 Akreditasi Kadaluwarsa  –  –  –  –  –  –  –  –  – NK=-
5 Belum Terakreditasi  –  –  –  –  –  –  –  –  – NO=-
Jumlah  – 6 42  –  –  –  –  –  –  – NPS =48

Catatan: Program Studi yang dihitung adalah yang sudah memiliki izin operasional lebih dari dua tahun, dan sudah ada sistem akreditasi BAN-PT.