Standard 1.1

STANDAR 1 VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN

1.1 Jelaskan dasar penyusunan dan mekanisme penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran institusi perguruan tinggi, serta pihak-pihak yang dilibatkan dalam penyusunannya.

A. Dasar Penyusunan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Universitas Pattimura
Universitas Pattimura (UNPATTI) adalah universitas yang sejarah pendiriannya diawali oleh adanya visi dan prakarsa masyarakat di daerah Maluku untuk mendirikan suatu lembaga Pendidikan Tinggi dalam upaya mecerdaskan kehidupan bangsa. Untuk mewujudkan visi dan prakarsa tersebut, melalui Yayasan Perguruan Tinggi Maluku dan Irian Barat didirikanlah Fakultas Hukum pada tanggal 3 oktober 1956, yang merupakan embrio lahirnya Universitas Pattimura, sehingga dalam perkembangannya pada tanggal 8 Agustus 1962 pemerintah Indonesia meresmikan Perguruan Tinggi Maluku dan Irian Barat menjadi Universitas Negeri Pattimura dengan SK Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahun RI No. 99 Tahun 1962. Selanjutnya perwujudan visi dan prakarsa dimaksud semakin dipertegas melalui disahkannya pendirian Universitas Pattimura dengan SK Presiden RI No. 66 tanggal 23 April 1963. Berdasarkan visi, prakarsa masyarakat dan semangat perjuangan sejarah pendiriannya turut mewarnai perkembangan UNPATTI dalam merumuskan dan menyusun visi, misi, tujuan dan sasaran untuk ke pencapaian masa depan.

Perumusan dan penyusunan visi, misi, tujuan, sasaran dan strategi pencapaian UNPATTI saat ini termuat dalam Rencana Strategis UNPATTI Tahun 2011-2015 merupakan revitalisasi dari visi, misi, tujuan dan sasaran sebelumnya yang termuat dalam Rencana Strategis Tahun 2006-2010. Adapun dasar penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran UNPATTI sebagai berikut :

  1. Menjawab dinamika perkembangan zaman serta tuntutan dan preferensi stakeholders yang senantiasa berkembang, yakni; UNPATTI sebagai teaching university dituntut untuk melakukan perubahan menjadi research university yang berjiwa entrepreneurship guna meningkatkan peran dan fungsinya dalam memajukan kehidupan bangsa yang berciri Nusantara melalui potensi dan karakter daerah Maluku sebagai daerah kepulauan dengan lautannya yang sangat luas dan kaya. UNPATTI dituntut membenahi Tri Dharma Perguruan Tingginya agar menjadikan UNPATTI berperanan menghasilkan karya-karya akademik yang bersifat substansial dan berbasis sumber daya lokal (laut-pulau) yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun dikompetisikan baik pada ranah nasional dan internasional.
  2. Statuta UNPATTI Tahun 2003 (Surat Keputusan Mendiknas RI No. 016/O/2003 pada tanggal 05 Februari 2003), dan Statuta UNPATTI Tahun 2013 (dalam proses pengesahan di Kemenristekdikti); merupakan dasar penyelenggaraan Universitas Pattimura.
  3. Pola Ilmiah Pokok (PIP) UNPATTI “Bina Mulia Ke Lautan” (SK Rektor UNPATTI No. 16/PT16/SK/88 pada tanggal 14 Mei 1988); “Bina-Mulia Ke Lautan” didefinisikan sebagai tata-bina citarasa untuk memuliakan lautan. Konsep ini dikemukakan dalam memasuki Era Kelautan Baru setelah Indonesia meratifikasi konvesi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Hukum Laut pada Tahun 1982. Konsep kelautan (archipelago) ini bukan dalam arti laut an sich tetapi laut dan darat (pulau) dilihat sebagai satu kesatuan makna. Artinya, laut bukan pembatas tetapi menjadi jembatan penghubung kegiatan ekonomi sekaligus pemersatu sosiobudaya komunitas baik di dalam maupun antar pulau. Sebagai wilayah laut-pulau yang rentan terhadap perubahan karena natural disaster, rawan pangan, konflik sosial dan iklim ekstrim maka sumberdaya laut, darat (pulau) dan manusia merupakan satu kesatuan yang tidak dipisahkan karena satu sama lain memiliki hubungan fungsional dan kesalingtergantungan sebagai pilar kelestarian dan keberlanjutan pembangunan di wilayah Maluku. Pola Ilmiah Pokok UNPATTI tersebut menegaskan bahwa laut kepulauan Maluku yang kaya akan selalu menjadi mahkota keagungan dan incaran dunia sepanjang masa. Bahkan, khasanah kekayaan laut kepulauan Maluku telah menjadi sebuah katalog keilmuan yang unik dan prinsip akademik yang aktif, sehingga pantas menjadi pangkalan pengembangan ide, inspirasi, inovasi dan tradisi akademik UNPATTI untuk membangun sebuah mainstream keilmuan yang kuat dalam memperkokoh kiprahnya secara nasional maupun global.
  4. Rencana Induk Pengembangan Universitas Pattimura Tahun 2010-2030 (Keputusan Rektor UNPATTI No. 310C/H13/SK/2010); didasarkan atas kebutuhan arahan jangka panjang bagi pengembangan UNPATTI ke depan dengan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang akan terjadi di masa depan agar UNPATTI tetap eksis dan fleksibel terhadap perubahan-perubahan lingkungan internal dan ekternal yang terjadi.
  5. Materi paparan calon Rektor UNPATTI; materi paparan yang disampaikan oleh para calon Rektor maupun Rektor terpilih yang berisi visi, misi, sasaran dan strategi pengembangan UNPATTI memiliki bobot ide, pemikiran dan pandangan dalam mengembangkan dan mengatasi berbagai permasalahan UNPATTI berupa kelemahan dan ancaman serta memanfaatkan kekuatan dan peluang yang ada guna pencapaian tujuan yang ingin dicapai UNPATTI melalui beberapa sasaran.

B. Mekanisme Penyusunan Visi, Misi, Tujuan, Sasaran dan Strategi Pencapaian
Pendekatan yang digunakan untuk merumuskan revitalisasi visi, misi, tujuan, sasaran dan strategi pencapaian UNPATTI yang termuat di dalam Rencana Strategis UNPATTI Tahun 2011-2015 dilakukan dengan menggunakan kerangka pendekatan sebagaimana Gambar 1.1. berikut ini:

Gambar 1.1. Pendekatan Penyusunan Revitalisasi Visi, Misi, Tujuan, Sasaran dan Strategi Pencapaian UNPATTI

Berdasarkan Keputusan Rapat Senat, tentang perlunya merevitalisasi visi, misi, tujuan, sasaran dan strategi pencapaian UNPATTI, maka dibentuklah Tim Penyusun visi, misi, tujuan dan sasaran UNPATTI (bersifat ad-hoc) yang sekaligus menyusun dokumen Rencana Strategi (Renstra) UNPATTI Tahun 2011-2015. Tim Penyusun tersebut dibentuk sesuai SK Rektor UNPATTI No. 3698/UN13/SK/2012, yang anggotanya mencakup unsur-unsur dari bidang Perencanaan, Anggota Senat, Pimpinan Fakultas, Ketua Lembaga, serta beberapa staf dosen terpilih. Proses penyusunan visi, misi, tujuan, dan sasaran dilakukan melalui serangkaian rapat dan Focus Group Discussion (FGD) serta umpan balik yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan baik internal maupun eksternal yang terdiri dari unsur Pimpinan Universitas dan unit kerja, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, pengguna, dan pemerintah daerah. Adapun mekanisme penyusunan Rencana Strategi (Renstra) UNPATTI Tahun 2011-2015 yang di dalamnya memuat visi, misi, tujuan, sasaran, dan strategi pencapaian UNPATTI tersaji pada Gambar 1.2.

Gambar 1.2. Diagram Alir Mekanisme Penyusunan Renstra Beserta Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, dan Strategi Pencapaian UNPATTI

Renstra UNPATTI tahun 2011-2015 yang memuat visi, misi, tujuan dan sasaran disahkan dengan SK Rektor UNPATTI No. 3709/UN13/SK/2012, selanjutnya disosialisasikan kepada seluruh civitas akademika, tenaga kependidikan dan pemangku kepentingan oleh Tim Sosialisasi yang dibentuk sesuai SK Rektor UNPATTI Nomor: 3728/UN13/SK/2012. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan dalam berbagai bentuk, seperti : (a) tatap muka langsung, dan (b) menampilkan visi, misi, tujuan, dan sasaran UNPATTI pada Leaflet, Banner, Website, media cetak dan elektronik. Selanjutnya Renstra UNPATTI tahun 2011-2015 beserta visi, misi, tujuan dan sasaran diamanahkan kepada Rektor untuk diimplementasikan melalui perencanaan, pengembangan, pengendalian, monitoring dan evaluasi berbagai program yang dibagi dalam tahapan-tahapan pencapaian (milestone) yang jelas, dan rasional.

Pernyataan Visi: Visi UNPATTI menggambarkan kondisi ideal UNPATTI yang ingin diwujudkan oleh seluruh sivitas akademika di masa yang akan datang. Rumusan visi UNPATTI adalah: ”Menjadi pusat pengembangan sumberdaya manusia, ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang unggul, berkarakter, berbudaya dan berbasis laut pulau”.

Dalam rumusan visi UNPATTI di atas, pemakaian kata “pusat pengembangan sumberdaya manusia, ilmu pengetahuan, teknologi dan seni” memiliki makna tentang keberadaan UNPATTI di tengah-tengah masyarakat Indonesia dan dunia, selain berfungsi sebagai learning institution, juga sebagai teaching university dan research university. Sebagai teaching university dan research university, UNPATTI memantapkan jati-dirinya dan berketetapan untuk terus memacu para dosen, peneliti dan mahasiswa agar berperan aktif dalam mengembangkan, menerapkan dan menyebarluaskan IPTEKS tepat guna, berteknologi tinggi, futuristik dan berbasis sumberdaya lokal/local resources (laut-pulau). Fungsi strategis UNPATTI sebagai teaching university dan research university harus mampu mendorong pembentukan sivitas akademika memiliki kearifan lokal/kearifan ekologis (ecological wisdom) untuk mengelola pemanfaatan sumberdaya laut pulau secara berkesinambungan dan menguntungkan bagi kehidupan umat manusia yang lebih sejahtera dan tatanan peradapan dunia yang damai.

Kata “unggul” (excellence) dalam konteks visi di atas adalah memiliki makna substantif yang bernilai competitiveness tinggi. Keunggulan UNPATTI akan dibangun dari karya-karya akademik yang bersifat substansial dan dapat dikompetisikan baik pada ranah nasional maupun internasional yang berbasis sumberdaya lokal/local resources (laut-pulau). Dimensi keunggulan yang dikembangkan UNPATTI mengarah kepada lima pilar keunggulan yakni: (a) pendidikan; (b) penelitian; (c) pengabdian kepada masyarakat; (d) kemahasiswaan; dan (e) kelembagaan. Setiap pilar didorong untuk memiliki keunggulan spesifik sehingga memiliki nilai competitiveness yang tinggi. Kata unggul juga mencerminkan keinginan UNPATTI untuk tidak hanya sekadar sebagai ”pusat pengembangan…” tetapi juga sebagai ”pusat unggulan…”.

Makna kata ini memberi arti bahwa UNPATTI tidak sebatas hanya memfasilitasi, tetapi juga merangsang, mendorong dan mengalokasikan seluruh input, proses, dan ouput agar terimplementasi secara optimal dan menghasilkan revenue generating bagi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang berkarakter, berbudaya dan berbasis pada sumberdaya lokal/local resources (laut pulau).

Implikasi dari kata “berkarakter, berbudaya” adalah bahwa pengembangan SDM dan IPTEKS di wilayah laut pulau dengan karakteristik dan dinamika alamiahnya, secara ekologis saling terkait satu sama lain antara ekosistem laut dan daratan (pulau), serta beraneka ragam sumberdaya alam, manusia dan jasa-jasa lingkungan sebagai potensi pembangunan sangat mudah rentan terhadap gangguan, degradasi lingkungan dan terjadinya konflik kepentingan, mensyaratkan aspek karakter (emosi, sikap mental, perilaku) sebagai pekerja keras, ulet, jujur, cerdas, etis, dan berjiwa pengabdian serta memiliki nilai-nilai budaya kearifan lokal yang menjunjung kebersamaan hidup orang bersaudara harus menjamin pelestarian lingkungan, memiliki kearifan, dapat dipertanggungjawabkan, serta responsif dalam suasana kemajuan secara harmonis (pregressio in harmonia) disemua aspek kehidupan.

Berikutnya, rangkaian kata “berbasis laut-pulau” dalam konteks visi di atas didasari oleh kondisi geografis Maluku dan penetapan Bina-Mulia Ke Lautan sebagai Pola Ilmiah Pokok (PIP) UNPATTI dengan SK Rektor UNPATTI No. 16/PT16/SK/88 pada tanggal 14 Mei 1988. Bina-Mulia Ke Lautan didefinisikan sebagai tata-bina citarasa untuk memuliakan lautan. Konsep ini dikemukakan dalam memasuki Era Kelautan Baru setelah Indonesia meratifikasi konvesi PBB tentang Hukum Laut pada tahun 1982. Konsep kelautan (archipelago) ini bukan dalam arti laut an sich tetapi laut dan darat (pulau) dilihat sebagai satu kesatuan makna. Artinya, laut bukan pembatas tetapi menjadi jembatan penghubung kegiatan ekonomi sekaligus pemersatu sosiobudaya komunitas baik di dalam maupun antar pulau.

Sebagai wilayah laut-pulau yang rentan terhadap perubahan karena natural disaster, rawan pangan, konflik sosial dan iklim ekstrim maka sumberdaya laut, darat (pulau) dan manusia merupakan satu kesatuan yang tidak dipisahkan karena satu sama lain memiliki hubungan fungsional dan kesaling-tergantungan sebagai pilar kelestarian dan keberlanjutan pembangunan di wilayah Maluku, sehingga Pola Ilmiah Pokok UNPATTI tersebut menegaskan bahwa laut kepulauan Maluku yang kaya akan selalu menjadi mahkota keagungan dan incaran dunia sepanjang masa. Khasanah kekayaan laut kepulauan Maluku telah menjadi sebuah katalog keilmuan yang unik dan prinsip akademik yang aktif, sehingga pantas menjadi pangkalan pengembangan ide, inspirasi, inovasi dan tradisi akademik UNPATTI untuk membangun sebuah mainstream keilmuan yang kuat dalam memperkokoh kiprahnya secara nasional maupun global.

Pernyataan Misi: Sebagai penjabaran visi, maka rumusan misi UNPATTI adalah :

  1. Meningkatkan kualitas pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, berbudaya, berkarakter berbasis laut pulau.
  2. Mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni melalui riset yang berkualitas internasional.
  3. Implementasi dan diseminasi hasil-hasil kajian ilmu, teknologi dan seni untuk pembangunan masyarakat.

Pernyataan Tujuan:
Berpijak pada visi dan misi di atas, maka tujuan yang ingin dicapai UNPATTI dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi adalah adalah:

  1. Mewujudkan pemerataan dan keadilan bagi semua lapisan masyarakat mengikuti pendidikan tinggi.
  2. Menghasilkan lulusan dan karya yang mampu bersaing pada tingkat local, nasional dan internasional yang berbasis laut pulau.
  3. Menyediakan fasilitas yang memenuhi kualitas Standar Nasional Pendidikan (NSP).
  4. Mewujudkan UNPATTI sebagai wadah masyarakat akademik yang potensial dan handal berbasis laut pulau.
  5. Mewujudkan budaya ilmiah, menjunjung tinggi kebenaran, keadilan, terbuka, kritis, kreatif, inovatif dan tanggap terhadap dinamika perubahan zaman secara regional, nasional dan internasional.
  6. Mewujudkan organisasi dan penyelenggaraan universitas yang sehat dan akuntabel.

Berikut Gambar 1.3. menjelaskan keterkaitan visi, misi, tujuan, dan sasaran UNPATTI. Ditinjau dari analisis keterkaitan antara visi, misi, tujuan dan sasaran, tampak jelas adanya keterkaitan dan keberlanjutan serta merupakan suatu format yang sistemik, artinya komponen-komponen visi, misi, tujuan dan sasaran merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak bisa dipisah-pisahkan. Mengingat bahwa terdapat berbagai kemungkinan kondisi yang akan terjadi di masa mendatang, maka penyusunan arah pengembangan UNPATTI dilakukan dengan menyusun skenario masa depan dengan mempertimbangkan faktor kecenderungan (trend) dan mengantisipasi kondisi ketidakpastian (uncertainty) di masa depan.

Gambar 1.3. Keterkaitan Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran UNPATTI

Dengan pertimbangan ini, maka penegasan filosofi sebagaimana pemahaman visi UNPATTI di atas, dimaksudkan untuk merangsang dan mendorong seluruh potensi input untuk berkomitmen guna mampu menangkap setiap peluang yang ada dengan tetap mengantisipasi tantangan yang dihadapi UNPATTI dalam pelaksanaan misi UNPATTI melalui proses penyelenggaraan dengan manajemen kelembagaan yang bermutu, transparan, akuntabel, untuk : (1) Meningkatkan kualitas pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, berbudaya, berkarakter berbasis laut pulau. (2) Mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni melalui riset yang berkualitas internasional. (3) Implementasi dan diseminasi hasil-hasil kajian ilmu, teknologi dan seni untuk pembangunan masyarakat.

Berdasarkan proses pelaksanaan misi UNPATTI secara berkelanjutan, maka tujuan yang ingin dicapai UNPATTI dapat terwujud yakni UNPATTI sebagai center of excellence melalui perwujudan sejumlah output yang dihasilkan, yaitu : (1) terwujudnya sistem pemerataan pendidikan; (2) terwujudnyan pemenuhan infrastruktur; (3) menghasilkan pendidikan berkualitas; (4) budaya riset; (5) menghasilkan kajian riset nasional dan internasional; (6) Publikasi ilmiah; (7) Pembangunan masyarakat; (8) menghasilkan HAKI/Paten.